Sanak Ridha ysh,
Saya pikir konteksnya jelas, karena sanak menyebutkan sebelumnya 
tentang 'ghaib', bukan ramal-meramal dan 'percaya' pada benda.
Seperti misalnya jin, setan, dll itu bukan makhluk ghaib, karena 
beberapa orang ada yang dapat melihat dan merasakan, atau dengan ilmu 
pengetahuan saat ini sudah dapat dideteksi keberadaannya. Sesuatu 
yang dapat dipahami maka hal itu bukan ghaib lagi.
Bila suatu ketika masa depan itu dapat dilihat dengan ilmu 
pengetahuan, maka masa depan itu sudah bukan ghaib lagi. Demikian 
juga masa lampau.
Mudah-mudahan sanak dapat menemukan ayat2 Al Quran yang dapat 
menjelaskan maksud ghaib ini.

Wassalam,
-datuk endang

> 2008/2/20 datuk_endang <[EMAIL PROTECTED]>:
> 
> >  Sedikit saja, bila suatu informasi itu sudah dapat diketahui 
atau dibaca
> >  dari alam, maka hal itu berarti bukan ghaib. Sesungguhnya yang 
ghaib itu
> >  hanya punya Allah, dan manusia diberi pengetahuan hanya sedikit.
> >
> 
> Mak Datuk Endang, melihat konteks e-mail saya sebelumnya, apakah
> berarti dalam adat Minangkabau memang ada keyakinan ramal meramal
> seperti itu?
> 
> Pernyataan "dapat diketahui atau dibaca dari alam" perlu diperjelas.
> Jika yang dimaksud adalah prakiraan seperti prakiraan cuaca
> berdasarkan hasil-hasil pengukuran suhu dan tekanan atau penentuan
> arah dengan astronomi, maka bukan inilah yang saya permasalahkan. 
Akan
> tetapi, dalam cerita itu jelas yang dimaksud adalah ramalan nasib
> berdasarkan susunan bintang. Masa depan adalah perkara ghaib.
> 
> Rasulullah Shallallahu 'alayhi waSallam menyampaikan sebuah hadits
> qudsi (yang artinya):
> 
> "Allah subhanahu wata'ala berfirman: 'Pagi ini hamba saya bangun 
dalam
> keadaan kafir dan beriman, orang yang berkata kita mendapat hujan
> dikarenakan adanya formasi bintang ini maka dia telah kafir kepada-
Ku
> (Allah) dan percaya kepada bintang, dan orang yang berkata kita
> mendapat hujan karena Allah maka dia telah beriman kepada-Ku (Allah)
> dan tidak beriman kepada bintang-bintang." (HR. al-Bukhari)
> 
> Rasulullah Shallallahu'alayhi waSallam juga bersabda (yang artinya):
> 
> "Barang siapa yang mempelajari sebagian dari ilmu nujum 
(perbintangan)
> sesungguhnya dia telah mempelajari sebagian ilmu sihir. semakin
> bertambah (ia mempelajari ilmu nujum) semakin bertambah pula
> (dosanya)" (HR. Abu Dawud).
> 
> Ilmu nujum yang dicela di sini adalah astrologi.
> 
> Allahu Ta'ala a'lam.
> 
> -- 
> Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
> (l. 1400 H/1980 M)



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke