Komentar ambo singkek sajo. 

Apakah Gula Mencari Semut atau Semut Mencari Gula.

Kito ibaratkan semut itu adolah wisman nyo .... manjemen nan tapek adolah 
manajemen Gula dan Semut.

Ma lo namuah samuik ka datang kalu gulonyo ndak ado. 

Jadi buek lah gulo nan banyak nan rancak nan lamak ... insya Allah samuik 
ka datang

Mambuek gulo ko kan paralu daya, upaya, dan dana ... Masalah utamo di awak 
adolah DANA nan sarik, "kecek Pak Kadin Pariwisata Propinsi MinangKabau".


DEDI NOFERSI




"Nofiardi" <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: [email protected]
02/22/2008 07:56 AM
Please respond to
[email protected]


To
<[email protected]>
cc

Subject
[EMAIL PROTECTED] Pariwisata Sumbar Bak Keong Berjalan






Pariwisata Sumbar Bak Keong Berjalan 
 
Jumat, 22 Februari 2008 
Sumbar masuk ke dalam 10 daerah destinasi Visit Indonesia Year 2008. Ini 
tentu merupakan kebanggaan bagi masyarakat daerah ini. Tapi, peluang ini 
justru kalangan praktisi pariwisata merasa gamang dan agak pesimis, apakah 
Sumbar mampu menyongsong peluang besar ini!. Bicara pariwisata, memang 
tidak pernah ada habisnya. Selalu ada saja hal menarik untuk 
diperbincangkan, baik soal pengembangan pariwisata maupun sarana prasarana 
pendukungnya. Semua tahu kalau potensi pariwisata Sumbar begitu besar dan 
banyak jumlah objeknya. Meski begitu, pengemasan dan promosi pariwisata 
yang dilakukan selama ini belum mampu mengangkat sektor pariwisata 
berkembang signifikan. Bahkan, daerah yang miskin potensi wisatanya 
menjadi saingan Sumbar dalam menggaet wisatawan. Seperti Riau yang 
mengemas pariwisatanya dengan sangat apik, dan Sumatera Selatan yang sejak 
beberapa waktu belakangan julukan "kota kriminal" itu perlahan menghilang 
seiring  banyaknya pihak yang menggelar iven di sana. Pariwisatanya juga 
ditunjang kebersihan kota. 
Bagaimana dengan pariwisata Sumbar? Inilah yang sering mengganjal di benak 
berbagai pihak, termasuk Asita dan stackhoders pariwisata daerah ini. 
Bahkan, mereka mengibaratkan pariwisata Sumbar seperti keong berjalan. 
Majunya lamban dan seolah menahan nafas terlebih dahulu untuk sampai 
menuju ke arah pengembangan yang menggembirakan. Masuknya Sumbar dalam 10 
destinasi wisata dalam Visit Indonesia Year 2008 tahun ini bisa dikatakan 
baik kalau pembangunan wisata sudah berjalan maksimal. Sebab, tahun-tahun 
sebelumnya, Sumbar justru masuk dalam lima daerah destinasi Visit 
Indonesia. "Pola promosi yang dilakukan pemerintah dalam menggaet 
wisatawan selama ini tidak tepat sasaran. Seharusnya orang dari luar 
daerah atau luar negeri yang kita undang ke sini. 
Bukan sebaliknya kita yang ke sana dengan melihat potensi yang ada di 
sana," ujar Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) Sumbar 
Asnawi Bahar bersama jajaran pengurus Asita periode 2007-2011, di Carano 
Room Padang Ekspres, kemarin. Selama ini, katanya promosi pariwisata 
dilakukan dengan mengunjungi negara yang bukan menjadi pasar wisata Sumbar 
secara beramai-ramai, seperti Timur Tengah. Padahal cara tersebut tidak 
efektif dan tidak akan mendongkrak dunia pariwisata Sumbar. Dalam hal ini 
peran media dalam memajukan pariwisata tidak bisa diabaikan begitu saja. 
"Promosi yang ada dengan mendatangi negara yang dituju dengan membawa 
serta wartawan. Dan dalam hal ini wartawan yang dibawa tentu akan 
menceritakan apa yang dilihatnya di negara yang dituju tersebut," 
ungkapnya.
Pola ini menurutnya seharusnya diubah, dengan mengundang wartawan yang ada 
di daerah luar, bahkan kalau perlu dari negara lain dan membawa mereka 
mengunjungi objek wisata yang ada di Sumbar. Praktis, ketika mereka 
kembali ke daerah dan negara asalnya, pariwisata di Sumbar akan 
dipublikasikan di tempat mereka masing-masing. Dalam pertemuan yang 
dimoderatori Redaktur Rakyat Sumbar Rommi Delviano, itu juga hadir Wakil 
Ketua I Asita Ian Hanafiah (PT Ero Tour), Sekretaris Febby Salam (PT Salam 
Leisure), Wakil Sekretaris Ridwan Tulus (PT Sumatra and Beyond), Seksi 
Product (tour) Alexandra (PT Anugrah Tour0, Humas dan Publikasi Yuliandre 
Darwis, serta seksi SDM Rita (PT Crystal Tour). Dari Padang Ekspres turut 
hadir, Pemimpin Umum/ Pemimpin Perusahaan Padang Ekspres H St Zaili Asril, 
Pemimpin Redaksi Oktaveri, serta jajaran redaksi lainnya.
Dalam diskusi ini, berbagai isu penting pariwisata dikupas tuntas termasuk 
belum adanya proteksi regulasi terhadap tour travel yang ada, hospitality 
atau keramahan masyarakat yang belum mendukung sektor ini, termasuk 
infrastruktur yang belum memadai sebagai pendukung objek pariwisata. 
Alexandra menyatakan, dalam pengemasan dan promosi wisata, Malaysia 
sepertinya belum terkalahkan. Hal ini dilihat dengan banyaknya spanduk 
atau stiker yang ada di penjuru pelosok negeri ini yang memperlihatkan 
Visit Malaysia-nya. "Sementara coba lihat apakah ada Visit Indonesia Year 
2008 terpampang di sana? Sama sekali tidak ada," tegas Alexandra. Ke 
depan, pihak yang terkait didalamnya yaitu pemerintah, masyarakat dan 
stakeholders harus bersinergi walau diakui sinergi yang yang ada selama 
ini belum terjalin dengan maksimal seperti yang diharapkan. (***)
 









"The information contained in this communication is intended solely for 
the use of the individual or entity to whom it is addressed and others 
authorized to received it. It may contain confidential or legally 
privileged information. If you are not the intended recipient you are 
hereby notified that any disclosure, copying, distribution or taking any 
action in reliance on the contents of this information is strictly 
prohibited and may be unlawful. Opinions, conclusions and other 
information in this e-mail that do not relate to the official business of 
PT. ARUN NGL shall be understood as not given or endorsed by PT. ARUN 
NGL."






--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke