Indak jera juo dek kandang situmbin generasi lalu, mungkin taragak pensiun pulo di kandang situmbin
salam andiko Pada Jumat, 10 Mei 2013 6:57:10 UTC+7, Nofend St. Mudo menulis: > > PADANG, HALUAN— Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kembali mencecar DPRD > Padang. Dulu BPK mempertanyakan dana kunjungan kerja (kunker) tahun 2012 > sebesar Rp1,9 miliar yang diindikasikan terjadi duplikasi anggaran. > > Kini, BPK kembalimempertanyakan penggunaan dana lainnya sebesar Rp1,5 > miliar di DPRD Padang. Dana pada pos belanja kegiatan reses anggota DPRD > Padang 2012 itu, juga diindikasikan merugikan keuangan daerah. > > Menurut rilis Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK disebutkan, belanja > kegiatan reses itu tidak diyakini kegiatannya seperti itu. > > Laporan itu juga menjelaskan, bahwa kegiatan reses anggota DPRD Kota > Padang TA 2012 dilaksanakan berdasarkan hasil Badan Musyawarah (Bamus) Kota > Padang, yaitu tiga kali dalam tahun 2012, yakni tanggal 21-25 Januari. > Reses kedua pada tanggal 14-18 Juli dan reses ketiga dilaksanakan tanggal > 14-18 Juli. > > Dari survei BPK ke kecamatan yang ada di Kota Padang, dan berdasarkan data > dan bukti didukung secara tertulis diketahui bahwa, di wilayah kecamatan > Kota Padang selama tahun 2012 beberapa anggota DPRD Kota Padang tidak > pernah melakukan kegiatan reses yang telah dianggarkan sesuai dengan jadwal > reses yang ditetapkan. > > Khususnya, lima kecamatan diantaranya Padang Selatan, Padang Utara, Padang > Timur, Padang Barat, Lubuk Begalung, Lubuk Kilangan dan Koto Tangah. > Anggota DPRD yang berasal dari lima kecamatan itu, berada pada Dapil I > hingga Dapil IV, telah menimbulkan kerugian Rp1,5 miliar. > > Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Padang, yang juga Ketua Badan Anggaran > (Banggar) Afrizal mengatakan, dia belum bisa mengomentari temuan BPK > tersebut. Pasalnya beberapa waktu lalu, 4 pimpinan DPRD Kota Padang telah > dipanggil ke BPK. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil verifikasi > lanjutan. > “Itu yang sedang kami tunggu. Apakah hasil pemeriksaan tersebut memang > terjadi salah pelaporan atau ada penyelewengan dana. Tunggu sajalah dulu. > Saat ini, kami belum bisa berkomentar banyak sebelum hasilnya keluar,” > katanya. > > Hasil konfirmasi BPK, tidak pernah kegiatan reses anggota DPRD Kota Padang > sesuai jadwal reses selama TA 2012 di wilayah dapil masing-masing. Padahal > setiap anggota dewan menerima masing-masingnya Rp44. 850.000. Berdasarkan > Dapil, maka Dapil I telah merugikan keuangan daerah sebesar Rp269. 100.000, > Dapil II merugikan daerah sebesar Rp 493.350.000, Dapil IV merugikan > sebesar Rp 448.500.000, Dapil V merugikan sebesar Rp 358.800.000. Jumlah > total kerugian sebesar Rp1.569.-750.000,.(h/ade) > > JUMAT, 10 MEI 2013 > -- > * > * > *Wassalam > > * > *Nofend St. Mudo > 36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan > Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola > * > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
