Iko ambo raso bukan Sosial/bantuan sanak..
Tapi iko murni Bisnis/Investasi.. samo dakek tampek tingga ambo, ko Lippo
Cikarang, nan disitu ado sekolah, perumahan, RS dll. Nan tingga di
perumahannyo iyo tatap mayoritas muslim..

Namun mereka juo menyiapkan lahan untuak sekolah kristen (kalau ado
perumahan) baitu juo Musajik dan Sekolah Islam (Al Azhar) disiko.

seperti tambahan berita dibawah tentang rumah sakiknyo..

========

LIPPO GROUP, Segera Hadir RS Siloam di Padang

Pascagempa 2009, minat investor untuk membenamkan investasinya di Padang
kian tinggi. Bahkan, Lippo Group ingin menanamkan modalnya senilai Rp1,2
triliun untuk pembangunan rumah sakit berskala internasional.

Bukan itu saja, perusahaan yang merintis usaha dengan mendirikan Lippo Bank
(kini bergabung dengan CIMB Niaga) ini mengintegrasikannya dengan sektor
pendidikan dan pusat perdagangan moderen untuk kelas menengah yang tumbuh
pesat di Padang.

Walikota Padang Fauzi Bahar, mengatakan, masuknya Lippo Group ke Padang
merupakan salah satu bentuk kepercayaan investor pada kota ini. Dengan
adanya pembangunan rumah sakit berskala international, masyakarat bisa
mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih memadai.

Selain itu, juga dapat menciptakan dampak berganda terhadap pertumbuhan
ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat pada umumnya.

Di Padang, bisnis jasa kesehatan termasuk salah satu bidang usaha yang
memiliki prospek sangat bagus. Hal itu tercermin dari banyaknya masyarakat
Sumbar yang berobat ke luar negeri seperti Malaysia dan Singapura setiap
tahunnya. Paling tidak Rp10 miliar setiap bulan uang dari Sumbar mengalir
ke Malaka dan Singapura, hanya untuk berobat. Setidaknya 1.200 orang setiap
bulan terbang ke negeri jiran itu dari Padang via Jakarta atau Batam, juga
untuk berobat. “Apalagi nantinya bangunan yang dibangun Lippo ini juga akan
dilengkapi dengan landasan helikopter,” kata Wako pada wartawan di VIP Room
BIM ketika menyambut kedatangan CEO Lippo Group, James T. Riady, Padang
Pariaman, Kamis (9/5).

Kedatangan James T. Riady adalah untuk meresmikan peletakkan batu pertama
pendirian Rumah Sakit Siloam, Jalan Khatib Sulaeman, Padang. Datang bersama
Ketua DPD-RI, Irman Gusman, Ketua LKAAM Sumbar, M. Sayuti, Kepala BNPB,
Syamsul Ma’arif, mantan gubernur Sumbar, Azwar Anas. Selain itu juga
dihadiri istri pengusaha Hasyim Ning, Ratna Maida Hasyim Ning, Ismail Ning
dan President Lippo Group, Theo L. Sambuaga.

Masuknya Lippo Group, lanjut Wako bukan saja sekadar meningkatkan
perekonomian daerah dan masyarakat sekitar. Lebih dari itu, dapat
memulihkan rasa percaya diri kota bingkuang ini sebagai salah satu kota
besar yang diperhitungkan dalam kancah perekonomian dan pembangunan
nasional. “Ini merupakan bukti, gempa 2007 dan 2009 bukan alasan untuk
takut berinvestasi di Padang dan Sumbar pada umumnya,” tutur Wako.

Pada kesempatan itu, Ketua DPD-RI, Irman Gusman, menyampaikan, kesehatan
merupakan hal yang seringkali menjadi pokok persoalan di sejumlah daerah.
Dengan adanya pembangunan rumah sakit berskala internasional di Padang,
persoalan medis yang selama ini menjadi kendala sudah bisa teratasi.
Bahkan, sekitar 12 juta jiwa penduduk yang ada di empa provinsi sekitar
Sumbar tidak perlu lagi berobat ke luar negeri.

“Jelas nantinya rumah sakit ini dapat menjadi tempat rujukan bagi provinsi
tentangga. Pendirian rumah sakit yang berskala internasional ini juga
merupakan salah satu peristiwa bersejarah bagi dunia kesehatan di daerah
ini,” terang Irman.
Sementara Itu, President Lippo Group, Theo L. Sambuaga, menyebutkan,
kehadiran Lippo Group di Padang merupakan undangan dari walikota.
Menurutnya, pembangunan sebuah bangsa harus dimulai dari pembangunan sektor
kesehatan dan pendidikan. Rumah Sakit Siloam Cabang Padang ini memiliki
kualitas yang sama dengan seluruh cabang yang ada, sehingga memberikan rasa
nyaman pada pasien.

Canggihnya lagi, dalam proses perawatan, pasien dapat terhubung langsung
dengan dokter ahlinya, sehingga dapat mengoptimalkan perawatan. Rumah sakit
Siloam Pada bukan saja melayani para kalangan ekonomi menengah ke atas,
tapi juga memberikan ruang bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Berdasarkan ketentuan yang berlaku, setiap rumah sakit harus menyediakan
ruang sekitar 25 persen bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Namun, di setiap rumah sakit yang dimiliki Lippo Group, mampu menyediakan
lebih dari yang ditetapkan pemerintah. “Sebab, kami juga ikut memikirkan
kesehatan masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Hal itu juga telah kami
buktikan di setiap cabang rumah sakit kami yang ada di seluruh Indonesia,”
terangnya.

Adapun Gubernur Irwan Prayitno menyambut baik pembangunan ruamh sakit
bertaraf internasional yang terintegrasi dengan sektor pendidikan dan
perdagangan ini. Menurutnya, setiap investasi yang masuk ke daerah ini
harus didukung secara optimal. Sebab, tak hanya memberikan dampak pada
pembangunan daerah, tapi juga bagi masyarakat secara umum.

Bahkan, Pemprov Sumbar terus melakukan perbaikan regulasi, guna mendukung
masuknya investasi ke Ranah Minang. Salah satu regulasi yang baru saja
dibuat adalah Surat Edaran Gubernur tentang pembebasan lahan. “Tak hanya
itu, kami juga terus menciptakan keamanan dan kepastian hukum di daerah
ini,” tutupnya. (Teddy Setiawan dan Wahyu)


Harian Singgalang | Tanggal 10 May 2013


Pada 10 Mei 2013 09.25, Dedi Suryadi <[email protected]> menulis:

> Alhamdulillah..
> Sbg urang rantau, tantu kito maraso sanang dgn berita mode ko...
> Ado bantuan percepatan pembangunan di kampuang kito...
>
> Namun waspada tetap harus ado, kalau ndak ingin disabuik baburuak sangko...
> Mudah-an iko murni sosial dan indak diikuti dek tujuan terselubung
> dibidang agamo...
> Bukankah minang adolah salah satu target kristenisasi utamo...?
> Jangan sampai akidah tagadai dek karano hadiah...
>
> Bapak-bapak di Pemko/pemprov, mudah-mudahan tetap jeli untuak hal iko......
> jangan sampai sarupo mode bantuan gampo nan lalu, nan manuruik bbrp
> berita, disusupi penyebaran injil dan pembaptisan rang kampuang...
>
> *Salam dan Terima Kasih,*
> *Dedi Suryadi*
>
>
-- 
*
*
*Wassalam

*
*Nofend St. Mudo
36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola
*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke