Nyit Sungut,
urang nan maambiak samba di lapau untuak anaknyo di banduang tu masih ado di
siko ?
nan ambo tangkok, urang tu lah ndak ado di siko lai .. semoga sarupo tu ..
Delfiar, Tangerang
----- Original Message -----
From: "sjamsir_sjarif" <[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, May 10, 2013 11:09 PM
Subject: Re: [R@ntau-Net] HARI INI, PELETAKAN BATU PERTAMA: Lippo Group
Bangun Rumah Sakit Internasional di Padang
Jan takajuik Sejarah Singkek. Awal tahun 1960an Misi Baptis Bukittinggi
gagal managakkan Rumah Sakik di Kamang. Pak Natsir iduik dengan kekuatan
dakwahnyo. Alternatif lahialah RS Yarsi di Bukittinggi dan Padang...
Samantaro tu sajak tahun 1980an Uda Willy Amrul (Adiak Buya Hamka) manggaleh
Tuan Alah babelok Jakarta - Padang -- Pekanbaru. Indak banyak urang nan tahu
jo cadiaknyo "aka rangik" (lagu Palayaran). Sacaro diam-diam inyo santiang
main barosok marogok di bawah kain saruang manggaleh taranak.
Nyit lah lamo guguah Taktontong Kalamai Jaguang, Taggunda-gunda Kacambuang
Basi! Ingek-ingek Urang di Kampuang ...! Nyit kenal jo Dr. Owen dan kolega
dan anak buawahnyo di RS Baptis di Bukittinggi 1960an. Kenal jo Uda Willy
sajak tahun 1966 sampai maningga sabagai pandeta di Los Angeles patang ko.
Radio Short Wave Bahaso Minang dipancakan dari Manila, Filipina. Terjemahan
Bibel ka Bahaso Minang banyak dilakukan di Bandung. Walaupun indak pandai
Caro Minang, Apak salah seorang penterjemah tu adolah anggota Lapau awak
pulo pado awal Lapau ko badiri. Anaknyo babini jo urang awak. Inyo dari
Oklahoma, taruih monitor Lapau disanduaknyo samba di Lapau dikirim ka
anaknyo di Banduang...
-- Nyit Sungut
--- In [email protected], fashnoor2006@... wrote:
Para sanak di Palanta yth.
Nampaknyo Lippo Group telah bertindak sangat strategis, memanfaatkan
momentum nan ado kiniko:
1. PKS sedang dilanda musibah akibat perilaku mantan ketuanya yg tersangka
korupsi. Kelihatannya ingin sekali (desperate) berbuat sesuatu yg akan
memperbaiki citranya.
Meresmikan rumah sakit internasional di propinsi yg gubernurnya PKS, walau
investornya Lippo Group adalah salah satu upaya. Bahkan Ketua majelis
syura PKS datang dari Jakarta utk menekan tombol.
2. Irman Gusman, Ketua DPD, yg sekarang maju menjadi bakal capres,
tentulah sangat ingin berkibar.
Alhasil, acara Lippo Group di Padang itu dihadiri oleh petinggi2 Sumbar
dari pusat dan daerah. Ini promosi yang mungkin sama nilainya dengan
iklan ratusan juta rupiah kalau tidak miliaran di channel2 TV dan media
cetak.
Salam
Fashridjal M. Noor Sidin
L65Bdg
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: "Delfiar" <delfiars@...>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 10 May 2013 21:49:41
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] HARI INI, PELETAKAN BATU PERTAMA: Lippo Group
Bangun
Rumah Sakit Internasional di Padang
dan satu lagi ..
apo iyo urang awak nan ka bakarajo di lippo padang tu
lai ado urang awak, tapi < 50%, salainnyo ? rang batak, rang nieh, rang
jawa kristen, rang ntt, rang ambon, rang cino .. nan ampia sadonyo dibaok
dari jawa
iko bukan kecurigaan tak berdasar, lah banyak contoh
----- Original Message -----
From: Dedi Suryadi
To: [email protected]
Sent: Friday, May 10, 2013 5:22 PM
Subject: Re: [R@ntau-Net] HARI INI, PELETAKAN BATU PERTAMA: Lippo Group
Bangun Rumah Sakit Internasional di Padang
Dan satu lagi....
Bantuan Dana yang besar...
Salam dan Terima Kasih,
Dedi Suryadi
_____________________________________________________________________________
***** Sukses Seringkali Datang Pada Mereka
Yang Berani Bertindak Dan *****
*****Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil
Konsekuensi (Jawaharlal Nehru) *****
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for
The Others" (Hadith by Bukhari)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan
Mengasihimu...".....*****
"Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You
..."
Pada 10 Mei 2013 17.19, Dedi Suryadi <dsuryadi.77@...> menulis:
Yang jelas, kehadiran Lippo group di Padang akan membangkitkan dan
menambah semangat para misionaris kristen di Padang, karena merasa
mendapat tempat untuk berkumpul, bersatu, menyusun rencana, dsb....
Kita tunggu saja, apa yang kan terjadi 10 - 20 tahun lagi di Padang,
kota kita tercinta...
Salam dan Terima Kasih,
Dedi Suryadi
_____________________________________________________________________________
***** Sukses Seringkali Datang Pada Mereka
Yang Berani Bertindak Dan *****
*****Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil
Konsekuensi (Jawaharlal Nehru) *****
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for
The Others" (Hadith by Bukhari)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan
Mengasihimu...".....*****
"Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You
..."
Pada 10 Mei 2013 17.14, Dedi Suryadi <dsuryadi.77@...> menulis:
Persahabatan kedua `gembala' itu juga merambah dunia bisnis serta
berbagai proyek dan agenda misi Kristen global. Keduanya melihat Indonesia
bisa menjadi salah satu pusat misi Kristen yang prospektif. Maka,
berdirilah WHC di kawasan bisnis Lippo beserta sejumlah sarana
penunjangnya. Ada lembaga pendidikan, seminari, rumah sakit, rumah
produksi (production house), dan lembaga misi berkedok sosial lainnya.
Note : Mungkinkah kata Indonesia di atas di ubah menjadi Sumatera
Barat....?
Membongkar Megaproyek Kristenisasi James Riady
Posted: 18 Juni 2010 in Pemurtadan
Kaitkata:James Riady, Megaproyek Kristenisasi, Membongkar
3
Hari-hari ini, ummat Kristiani sedang melaksanakan hajatan besar.
Tepatnya tanggal 27 Juli hingga 16 Agustus 2004 lalu. Nama acaranya adalah
Summer Mission 2004 (Misi Musim Panas 2004).
Seperti tertulis di situs World Harvest Global
(www.worldharvest.cc), hajatan ini sesungguhnya adalah misi kristenisasi
yang dikemas dalam konser musik, pesta pantai, dan berbagai program
pelatihan misi. Di Indonesia, "para gembala" akan menyerbu sejumlah kota
besar di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua.
Rencananya, rombongan misionaris akan berangkat dari Los Angeles
(Amerika Serikat), tanggal 25 Juli 2004. Mereka mula-mula singgah di
Pekanbaru (Riau) dan beberapa daerah sekitarnya, selama tiga hari.
Kemudian menuju Mentawai (Sumatera Barat) selama dua hari, lalu kembali
Pekanbaru.
Selanjutnya rombongan bertolak ke Kupang (Nusa Tenggara Timur).
Acara di sini direncanakan berlangsung tiga hari. Kota tujuan lainnya
adalah Soe, sekitar 11 km arah timur kota Kupang. Setelah itu, balik ke
arah barat, tepatnya ke Sumba (Nusa Tenggara Barat). Acaranya cuma 2 hari.
Giliran berikutnya adalah `serangan' ke Jakarta. Salah satu acara
yang akan digelar adalah Harvest Festival, yang digelar 10-13 Agustus
2004.
Dalam sebuah brosur yang dicetak "untuk kalangan sendiri", tertulis
tiga kegiatan besar yang akan dilaksanakan.
Tanggal 11-13 Agustus 2004 digelar seminar kepemimpinan. Beberapa
pembicaranya adalah publik figur, salah satunya Theo F Toemion (tokoh PDI
Perjuangan yang kini menjabat Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal atau
BKPM).
Pada tanggal 10 Agustus 2004 diselenggarakan Extravagant Worship.
Sebuah acara hiburan yang menampilkan 40-an artis top dan grup musik
ternama, seperti Harvey Malaiholo, Ria Warna, Joseph S Djafar, Christopher
Abimanyu, Viona Paays, Bobby One Way, Lea Simandjuntak, dan Trinity
Singer.
Tak kalah hebohnya adalah pesta Youth Explosion pada 12 Agustus 2004
pukul 19.00. Acara ini melibatkan 1.200 anak muda, bertempat di Lippo
Karawaci. Juga menampilkan artis-artis top beragama Nasrani yang biasa
tampil di MTV. "Itu semua dipersembahkan kepada Yesus! Berpakaianlah
dengan keren dan gaul! Ajak temanmu, datang lebih awal, dan jangan
lewatkan Party at the Dome 2: Youth Explosion!!!"
Usai menggarap Jakarta, rombongan bertolak ke Semarang dan Surabaya
(13-14 Agustus 2004). Nama acara di dua kota ini cukup menyeramkan:
Crusade (Perang Salib).
Terakhir, mereka kembali mengguncang Jakarta dengan konser untuk
menggaet kalangan muda. Esoknya, tanggal 16 Agustus, misi mereka berakhir
dengan penutupan. Tidak dijelaskan kapan mereka kembali ke AS.
Dalam seruan kepada komunitasnya, mereka mengumbar target akan
menawarkan kesegaran baru pada dunia: "Kita ingin mentransformasikan
paradigma baru bagaimana kita melihat manusia, dan cara manusia melihat
Tuhan!" Di setiap tempat, mereka akan mengguncang warga sekitar dengan doa
bersama 100-130 ribu jemaat.
Namanya saja proyek besar, tentu harus di-back up oleh dana dan
orang besar pula. Orang besar itu adalah James T Riady, konglomerat yang
kini jadi komandan Lippo Group . Apa saja yang dilakukannya? Simak saja
tulisan ini sampai tuntas.
Tidak banyak orang yang tahu tentang rencana-rencana besar itu.
Ustadz Mansyur Sahid, seorang aktivis dakwah di Kupang (NTT) misalnya,
mengaku tak tahu ada rencana itu.
Buya Mas'oed Abidin, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII)
Sumatera Barat, juga mengatakan hal senada. "Oleh karena itu, mari kita
bersama-sama menghadapi kristenisasi, secara cerdas. Kita juga memerlukan
semacam pusat informasi kristenisasi, agar kegiatan-kegiatan semacam itu
bisa kita monitor," kata penulis buku Islam dalam Pelukan Muhtadin
Mentawai ini.* (Ahmad Damanik, Dedi Junaedi/Hidayatullah)
Koalisi James Riady-Pat Robertson
Berkoalisi dengan Pat Robertson, pimpinan Koalisi Kristen dan
jaringan televisi misionaris terbesar di dunia proyek besar James T Riady
akan membuat TV misionaris yang segera mengudara di Indonesia
Proyek Mega-Kristenisasi James T Riady tentu bukan sebuah pekerjaan
main-main. Perlu didukung dana dan jaringan yang luar biasa. Urusan dana,
tak jadi kendala. Keluarga Riady adalah pengendali bisnis raksasa yang
bergerak di bidang perbankan, TV kabel, telepon selular, online shopping,
jasa teknologi informasi, perkantoran, dan sederetan bidang lainnya. Konon
total asetnya mencapai USD 12 milyar.
CahayaTV —atau apapun namanya— bakal tampil menjadi andalan proyek
misionaris dengan target ratusan juta warga berbahasa Indonesia dan
Melayu. Ini akan bersinergi dengan proyek-proyek James T Riady sebelumnya,
seperti pembangunan sekolah-sekolah Kristen di daerah miskin dan
terpencil. Melalui Harvest International Curriculum (HIC), mereka sedang
menyiapkan 200 ribu pastor dan pekerja misionaris yang siap bergerilya
memurtadkan jutaan Muslim Indonesia.
Namun dana besar saja tidak cukup. Perlu digerakkan oleh `mesin'
yang taktis dan berjaringan luas. Karena itulah James T Riady menggandeng
World Harvest Global (WHG) dan American Institute for Maghrib Studies
(AIMS) untuk menyukseskan proyeknya.
WHG adalah pusat misionaris dunia yang bermarkas di California, AS.
Berdiri tahun 1989 sebagai bagian dari program Koalisi Kristen yang
dirintis evangelis terkenal, Pat Robertson. Cabangnya sudah bertebaran di
banyak negara antara lain Jepang, Malaysia, Indonesia Jerman, dan Belanda.
Di Indonesia, markas WHG ada di Lippo Karawaci. Motor penggeraknya
adalah sang boss Lippo Group, James T Riady. Tetapi namanya agak berbeda,
yaitu World Harvest Center (WHC). Aktivitas sehari-harinya dikomandani
oleh pendeta Dr Jimmy Oentoro.
Sedangkan AIMS adalah lembaga studi pemikiran dan kebudayaan Yahudi
di AS. Institusi ini merupakan mitra utama Christian Coalition (Koalisi
Kristen).
Hadirnya WHC di Indonesia tak lepas dari eratnya persahabatan
spiritual antara James T Riady dan pendeta Pat Robertson. Konon mereka
mulai saling kenal tatkala keduanya terlibat dalam "misi khusus" tim
sukses Presiden AS. Mula-mula era George Bush Sr, kemudian Bill Clinton,
dan akhirnya George W Bush. Selain aktif sebagai tele-evangelis di
Christian Broadcasting Network (CBN) dan Christian Coalition, Pat
Robertson memang menjadi tim inti kampanye kepresidenan keluarga George
Bush.
Keluarga Riady pernah bikin heboh karena terlibat skandal keuangan
dalam kampanye presiden Bill Clinton (1992). Saat itu, Pat Robertson
tampil sebagai saksi meringankan keluarga Riady. Pada program "The 700
Club" di CBN, dia berkata, "James Riady dan ayahnya (Mokhtar Riady, red)
adalah teman karib saya. Keduanya telah lahir kembali dalam Kristen. James
telah menyatakan keinginannya menjadi pastor dan misionaris. Orang Asia
perlu diberi kesempatan berpartisipasi sebagai pegawai Tuhan."
Keterlibatan James dalam misi Kristen diakui sebagai bagian dari
pertaubatannya. James juga menyebut Pat Robertson sebagai orang yang telah
menyadarkannya kembali ke `jalan terang'. "Dialah guru spiritual saya,"
ucap putra mahkota raja bisnis Lippo Group, Mochtar Riady ini.
Tampaknya hubungan Pat Robertson dengan keluarga Riady memang sangat
dekat. Tahun 2002, dalam menyukseskan Proyek Misi 2002, Pat Robertson
datang ke WHC di Lippo Karawaci Tangerang.
Persahabatan kedua `gembala' itu juga merambah dunia bisnis serta
berbagai proyek dan agenda misi Kristen global. Keduanya melihat Indonesia
bisa menjadi salah satu pusat misi Kristen yang prospektif. Maka,
berdirilah WHC di kawasan bisnis Lippo beserta sejumlah sarana
penunjangnya. Ada lembaga pendidikan, seminari, rumah sakit, rumah
produksi (production house), dan lembaga misi berkedok sosial lainnya.
Televisi Misionaris
Sejak tahun 1998, James dan Pat secara khusus berkongsi
mengembangkan International Family Entertainment (IFE) dengan investasi
USD 10 juta. IFE bersama Lippo Group dan Malayan United Industries Bhd
kemudian membeli 80% saham Chinese Entertainment Broadcast Ltd yang
mengelola jasa layanan TV satelit 24 jam. Stasiun TV misionaris itu punya
target menyergap 1,25 milyar audiens berbahasa Mandarin dan Melayu di
kawasan Asia Pasifik.
Saat ini, keduanya sedang merancang sebuah televisi misionaris di
Indonesia. Namanya belum pasti. Kabarnya, CahayaTV, Gospel Overseas TV,
atau HarvestTV. Kru televisi itu kini tengah belajar dan magang di CBN,
jaringan televisi misonaris terbesar di AS (mungkin juga dunia) yang
didirikan oleh Pat Robertson.
CahayaTV —atau apapun namanya— bakal tampil menjadi andalan proyek
misionaris dengan target ratusan juta warga berbahasa Indonesia dan
Melayu. Ini akan bersinergi dengan proyek-proyek James T Riady sebelumnya,
seperti pembangunan sekolah-sekolah Kristen di daerah miskin dan
terpencil. Melalui Harvest International Curriculum (HIC), mereka sedang
menyiapkan 200 ribu pastor dan pekerja misionaris yang siap bergerilya
memurtadkan jutaan Muslim Indonesia.
Tentang tekad James Riady untuk tampil all-out dalam gerakan
kristenisasi, pernah dipaparkannya dalam wawancara dengan majalah Fortune
pada 23 Juli 2001. James akan berkonsentrasi mengembangkan sekolahnya yang
mewah di kawasan bisnis Lippo, serta proyek besar industri media. Dia juga
akan membuka 1.000 sekolah Kristen di desa-desa miskin di seluruh
Indonesia. James juga memaparkan bagaimana dia bersama Pat Robertson
terobsesi untuk membuka jaringan Kristen di Indonesia dengan WHC sebagai
markas utamanya.* (Hidayatullah, edisi bulan Agustus 2004)
Abu Deedat Syihab, Kristolog: "Kita Harus Berkompetisi"
Kristenisasi makin gencar. Komentar Anda?
Negeri Barat memiliki misi yang disebut neo-imperialisme secara
sembunyi-sembunyi. Mereka punya misi triple G, yaitu gold, gospel, dan
glory. Tetapi sekarang hanya melakukan gospel (agama) saja. Seperti pernah
diberitakan Majalah Time dan dikutip Harian Republika, Barat telah
mengirim 27 ribu Evangelis ke Indonesia. Mereka menyebarkan agama dengan
kedok bisnis, lembaga donor, dan konsultasi. Di Indonesia, kelompok yang
masuk dalam kategori ini adalah Lippo Group pimpinan James T Riady, dan
jaringan bisnis Ciputra.
Apa saja bentuk gerakan mereka?
Berupa bantuan kemanusiaan, pendidikan, dan dana amal. Juga membuat
proyek media seperti Radio Pelita Kasih dan Televisi CBN (Cahaya Bagi
Negeri) yang membangun kerjasama dengan stasiun televisi yang sudah ada.
Program atau proyek ini berpusat di Lippo Cikarang di bawah naungan Gospel
Overseas (GO). Bidang kesehatan juga digarap, salah satunya mendirikan RS
Siloam Gleneagles di kawasan Lippo yang sering menyediakan pelayanan doa
bagi pasien, termasuk pasien yang beragama Islam.
Kenapa markas mereka di kawasan pinggiran, bukan di ibukota Jakarta
misalnya?
Menurut pengakuan aktivis mereka yang sudah masuk Islam, mereka
menggunakan metode rinyuh atau rayap. Maksudnya, menyerupai gerakan rayap
yang selalu melahap kayu dari pinggirnya, baru ke tengah. Seperti pepatah
makan bubur panas, mulai dari pinggir lalu ke tengah, lama-lama `kan habis
juga.
Apa yang harus dilakukan kaum Muslimin?
Ini adalah warning (peringatan) bagi ummat Islam. Kristenisasi
bukanlah sebuah isu melainkan realitas yang harus dihadapi. Ummat Islam
harus waspada dan hati-hati. Yang lebih penting, umat Islam harus siap
berkompetisi dengan kaum Kristiani. Jangan malah bersikap reaksioner.
Berkompetisi bagaimana?
Kalau kita ingin menghadang musuh, maka kita harus tahu strategi
musuh. Mereka menguasai media massa, baik cetak atau elektronik, maka
ummat Islam harus bisa menguasai jalur yang sama. Tentunya ini butuh
dukungan semua pihak. Marilah semua elemen ummat ini berkerjasama, bukan
cuma sama-sama kerja.
Kita berharap para aghniya (orang kaya) mau bersama-sama membetengi
ummat dari pemurtadan. Bila secara formal mereka tak bisa menjadi da'i,
cukuplah bila mereka membantu dana. Kita juga harus menggiatkan pembinaan
untuk memperkuat aqidah ummat. Dalam waktu yang sama, kita juga harus
melakukan perlawanan. Jika selama ini para penginjil sudah berani
mendatangi rumah-rumah orang Muslim, maka sekarang kitalah yang mendatangi
mereka.* (Ahmad Dani, Ahmad Damanik/Hidayatullah)
LIPPO Kota Ternama Penuh Rahasia
Beberapa lokasi di kawasan bisnis Lippo ditengarai jadi markas
kristenisasi. Apa indikasinya?
Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, citra Kota Tangerang (Banten)
sebagai kota pinggiran berubah drastis. Bukan lagi sekadar kota tempat
menampung limbah pabrik atau masyarakat yang mencari nafkah di Jakarta,
Tangerang kini layak mendapat sebutan sentra bisnis baru.
Tangerang berubah terutama sejak tahun 1992, saat Lippo Karawaci
membangun kawasan bisnis di sekitar pintu masuk kota, tepatnya berada di
pinggir jalan tol Jakarta-Merak, atau di pintu keluar tol Tangerang.
Siapapun yang melewati jalan tol, pasti bisa melihat kawasan ini
dengan jelas, gedung-gedung menjulang tinggi, megah, dan mewah. Di kawasan
Tangerang, tak ada gedung-gedung bertingkat tinggi kecuali di kawasan ini.
Tak heran, masyarakat Tangerang cukup bangga dengan keberadaan Lippo
Karawaci.
Kawasan bisnis Lippo bagaikan magnet. Orang-orang dari luar
Tangerang, seperti Serang, bahkan Jakarta, berbondong-bondong ke sini.
Promosi Lippo Karawaci memang sangat gencar, baik di media cetak maupun
elektronik, sehingga mempesona banyak pihak.
Wajar saja, sebab semua fasilitas kesenangan dunia ada di sini.
Mulai dari perumahan, hotel, pasar swalayan, tempat hiburan, sekolah,
sampai rumah sakit. Juga terdapat gedung-gedung perkantoran, salah satunya
menara menjulang bertuliskan Lippo Bank. Semua fasilitas bertaraf
internasional.
Ada rumah sakit yang sangat mewah di sini, namanya International
Siloam Gleneagles. Juga sekolah prestisius mulai dari tingkat kelompok
bermain sampai perguruan tinggi. Sekolah-sekolah itu bernama Sekolah Dian
Harapan (SDH), Sekolah Pelita Harapan (SPH), dan Universitas Pelita
Harapan (UPH).
Kalau mau belanja, tersedia Mall Lippo Karawaci. Luasnya dua kali
lapangan sepak bola. Semua kebutuhan rumah tangga, sandang, dan pangan,
tersedia di pertokoan ini.
Pada bulan Mei 1998, ketika kerusuhan melanda Jakarta dan beberapa
kota besar di Indonesia, Lippo Karawaci tak luput dari serangan massa.
Beberapa lokasi terbakar. Hebat, beberapa saat kemudian, langsung berdiri
Markas Komando Resort Militer (Koramil) di dekatnya. Aman.
Tepat di samping markas, ada landasan helikopter. Menurut keterangan
salah seorang anggota satuan pengaman (satpam) penjaga landasan, hampir
setiap hari James terbang dengan helinya. "Tujuan bos, kalau tidak pulang
ke rumah, biasanya ke Cikarang," kata satpam yang tak bersedia disebut
identitasnya itu.
Cikarang yang dimaksud adalah kawasan yang serupa dengan sentra
bisnis Lippo Karawaci. Letaknya di kawasan Bekasi (Jawa Barat). Namanya
Lippo Cikarang.
Ternyata ada misi lain yang tak disadari banyak orang, di balik
megahnya imperium bisnis Lippo di Tangerang dan Bekasi. Hal itu dikatakan
Abu Deedat Syihab, kristolog dari Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan
(Fakta). Abu Deedat menyebutnya sebagai misi neo-imperialisme (lihat
wawancara dengan Abu Deedat). Lebih spesifiknya, ada misi besar agama
Kristen yang diusung di baliknya. Komandannya siapa lagi kalau bukan James
T Riady.
Sinyalemen Abu Deedat tampaknya bukan isapan jempol. Kota yang
namanya dikenal dimana-mana itu memang menyimpan sejuta rahasia.
Universitas Pelita Harapan (UPH)
Lembaga ini didirikan tahun 1993 melalui Yayasan Universitas Pelita
Harapan. Mulai beroperasi pada bulan Mei 1994. Jumlah mahasiswa awalnya
250 orang.
Kampus ini mengalami perkembangan pesat. Menurut penjelasan dalam
brosurnya, saat ini jumlah mahasiswa UPH ada 5.000-an orang. Fasilitas
kuliahnya juga terus meningkat. Universitas yang menyatakan diri sebagai
Digital Campus ini dipimpin seorang rektor bernama Johannes Oentoro, PhD.
Situasi perkuliahan tak banyak berbeda dengan kampus lainnya. Hanya
saja, bila diperhatikan secara seksama, jumlah mahasiswa keturunan
Tionghoa jauh lebih banyak dibanding pribumi.
Mahasiswa yang beragama Islam ada juga di kampus ini. Beberapa di
antaranya lulusan dari SMU Taruna Nusantara Magelang, sebuah sekolah
unggulan yang pendidikannya ala militer. Mereka sempat membentuk
Kerohanian Islam (Rohis) sendiri. Tetapi kegiatannya tak berjalan dengan
baik.
Sebuah harakah pernah mencoba masuk ke UPH. Sayang, sekarang tak
menggeliat lagi. Penyebabnya, aktivis yang menggerakkannya sudah banyak
yang lulus, atau drop out tak kuat membayar biaya kuliah yang setinggi
langit.
Menurut Abdul Ghoni, seorang aktivis harakah yang pernah berjuang
mensyiarkan Islam di Lippo Karawaci, saat ini masih banyak mahasiswa
Muslim di UPH. Mereka bisa tetap kuliah karena mendapat fasilitas
beasiswa. "Bila beasiswa diputus, kuliah pun berhenti," kata Ghoni.
Kesan bahwa kampus ini membawa misi Kristen langsung terasa di pintu
masuk. Ada sebuah tulisan mencolok berbunyi, "If You Told To My Teaching,
You Are Really My Diciplines, Then You Will Know The Truth And The Truth
Will Set You Free. (Johannes 8: 31-32)."
Di lantai tiga gedung UPH, terdapat Harvest International
Theological Seminary (HITS) atau Sekolah Tinggi Teologi Internasional
Harvest. Ini adalah sebuah lembaga yang berada di bawah naungan World
Harvest Center (WHC).
Seperti tertulis dalam brosurnya, HITS mempunyai misi: Preparing a
skillful, Godly character and have high dedication for impacting community
and churches in 21st century. Artinya: mempersiapkan sumber daya manusia
siap guna, berkarakter ketuhanan, dan punya dedikasi tinggi untuk
mempengaruhi masyarakat dan gereja di abad ke-21.
World Harvest Center (WHC)
Lokasinya di ujung perumahan Lippo Karawaci, berbatasan dengan
kampung Binong, Legok Tangerang. Gedung berlantai 5 ini sangat mudah
dikenali sebagai tempat para `gembala'. Ada lonceng besar yang terletak di
atas menara, yang arsitekturnya menyerupai gereja. Aktivitas di gedung ini
dikomandani oleh seorang pendeta bernama DR Jimmy Oentoro.
WHC memiliki beberapa sub-organisasi, yakni HITS, Harvest Community
Development (HCD), Fokus Pada Keluarga (FPK), Harvest Media Center (HCM),
dan Harvest Praise Ministry (HPM). Semua berkantor di kompleks gedung ini.
Sementara kantor WHC sendiri berada di sebelah kanan bangunan, persis
bersebelahan dengan Toko Buku Harvest. Di sini pula HCD bermarkas.
HCD adalah lembaga sosial kemasyarakatan yang mengemban misi
meningkatkan taraf hidup masyarakat. Salah satu programnya bernama
Education Program (Program Pendidikan), yang bercita-cita mengadopsi satu
milyar anak Indonesia untuk menyelamatkan bangsa. Bentuknya bisa berupa
pemberian bantuan biaya pendidikan kepada anak-anak kurang mampu,
pengajaran nilai-nilai positif, moral, dan meningkatkan kualitas diri
melalui program kesehatan yang bernutrisi.
Salah satu program yang telah digulirkan adalah Prosip (Program
Siswa Peduli). Pada tahun ajaran 1997/1998 program ini memberikan bantuan
beasiswa kepada 33 murid dan 16 guru dari Sekolah Yayasan Sri Urni yang
berdiri sejak 1975. Sekolah ini berada di Muara Baru, Cilincing (Jakarta
Utara).
Saat itu, sekolah Sri Urni nyaris gulung tikar. Pemiliknya bernama
Bawan, berasal dari Tana Toraja (Sulawesi Selatan). Pada saat mendapat
guyuran beasiswa dari Prosip, sekolah ini memiliki murid 453 orang.
Anehnya, 50 persen muridnya bukanlah anak-anak Kristen, melainkan beragama
Islam.
Sebagaimana lembaga pendidikan Kristen pada umumnya, sekolah Sri
Urni banyak menyelenggarakan acara ritual keagamaan. Namanya Kelompok
Tumbuh Bersama (KTB), yaitu persekutuan khusus murid-murid tiap hari
Jumat, dan kebaktian umum setiap hari Minggu.
Program lainnya adalah Health Program (Program Kesehatan).
Kegiatannya berupa penyediaan obat-obatan, tenaga medis, air bersih, dan
lain-lain, untuk masyarakat di pedesaan.
Ada lagi program penyediaan makanan bergizi kepada rakyat miskin dan
masyarakat daerah konflik. Yang ini diberi nama Feeding Program (Program
Pemberian Makanan).
Keempat, Job Creation Program (Program Penciptaan Lapangan Kerja),
yaitu mengembangkan jiwa kewirausahaan melalui penumbuhan semangat
entrepreneurship dan penyelenggaraan pelatihan tenaga kerja.
WHC beralamat di Jl Gunung Rinjani No 6 Taman Himalaya, Lippo
Karawaci, 15811. Satu kompleks dengan Sekolah Dian Harapan. Sekolah ini
diperuntukkan bagi masyarakat kelas menengah. Sasaran utamanya adalah
kampung atau komunitas yang berada di sekitar Lippo Karawaci.
Sekolah Dian Harapan terdiri atas SD hingga SMU. Fasilitas
belajarnya lengkap, berstandar internasional. Tak jauh berbeda dengan
Sekolah Pelita Harapan, dalam tingkatan yang sama, namun khusus bagi
masyarakat kelas atas alias kaya raya.
Institute Haga Indonesia (IHI)
Menurut penyelidikan tim dari Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan
(Fakta), Institute Haga Indonesia (IHI) merupakan tempat pengkaderan para
pemimpin gereja tingkat Asia Pasifik. Institusi ini mendapat dukungan dari
Group Lippo dan berada di kawasan Lippo Cikarang.
Tidak mudah memastikan keberadaan IHI. Satpam atau pegawai di Lippo
Cikarang kalau ditanya tentang lembaga itu, jawabannya hampir senada,
"Pernah mendengarnya, hanya saja lupa di mana tempatnya."
Seorang satpam di Gedung Menara Pasifik, sempat berpikir sejenak
ketika ditanya perihal IHI. Dia lantas menunjuk sebuah lokasi di Lippo
atas, dekat Perumahan Beverly. Begitu Hidayatullah mendatangi tempat yang
dimaksud, satpam yang lain menunjuk sebuah gedung bernama Cahaya Bagi
Negeri (CBN). Satpam itu memberi nasihat, "Di sana itu tempat
kristenisasi. Kalau Anda nggak mau dibaptis, mendingan jangan ke sana."
Gedung CBN itu, letaknya agak tersembunyi. Tidak ada angkutan umum
yang masuk ke lokasi itu. Bangunan itu terlindung oleh pagar menjulang
tinggi. Lokasi pun terletak jauh dari keramaian. Terkesan penuh rahasia.
Lagi-lagi, kalau orang itu ditanya, benarkah itu IHI? Jawabannya
sama, "Kayaknya saya pernah mendengar (nama gedung) itu. Tapi lupa
lokasinya di mana ya?" Apakah mereka jujur dengan jawabannya, atau
menyembunyikan sesuatu? Wallahu a'lam.* (Ahmad Dani, Ramdhan, Ichsan
Kamil, Ahmad Damanik/Hidayatullah)
Seorang Ibu dan Sebuah Masjid
"Putri saya sudah lulus kuliah," seorang ibu warga Cibatu, Cikarang,
dekat kawasan Lippo, berkisah.
Untuk kuliah putrinya, ibu tersebut ternyata tak perlu repot-repot
mengeluarkan banyak biaya. Seorang pemuda keturunan Cina bersedia
menanggung semuanya. Hanya saja, ibu itu terpaksa `menjual' aqidah sang
putri. Tadinya ia seorang Muslimah, sekarang menjadi penganut Katolik
karena mengikuti suaminya.
Ketika si ibu ditanya tentang agamanya, dengan tanpa ragu menjawab,
"Saya seorang Muslimah."
Kasus di atas hanyalah salah satu cara kristenisasi. Dan tampaknya
proyek itu cukup berhasil. Buktinya, begitu susah mencari masjid di
kawasan Lippo Cikarang.
Ada satu buah, namanya Masjid At-Taqwa. Itupun tak begitu tampak
karena terhalangi kompleks kantor Badan Pertanahan Negara (BPN).
Menurut seorang takmir Masjid At-Taqwa, masjid ini satu-satunya yang
terdapat di Lippo Cikarang. Bahkan kabarnya status masjid itu
dipermasalahkan oleh pihak Lippo. "Di sini sulit sekali mendapat izin
mendirikan masjid," katanya.
Para takmir pernah menanyakan kepada pihak Lippo, kenapa selalu
mempermasalahkan urusan pembangunan masjid. Pihak Lippo mengatakan, tanah
yang dipakai untuk masjid itu adalah hibah yang diperuntukkan bagi
perkantoran, bukan untuk masjid.* (Ahmad Dani, Ramdhan Muhaimin, Ahmad
Damanik/Hidayatullah)
http://tausyah.wordpress.com/2010/06/18/membongkar-megaproyek-kristenisasi-james-riady/
Salam dan Terima Kasih,
Dedi Suryadi
_____________________________________________________________________________
***** Sukses Seringkali Datang Pada Mereka
Yang Berani Bertindak Dan *****
*****Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil
Konsekuensi (Jawaharlal Nehru) *****
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial
for The Others" (Hadith by Bukhari)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan
Mengasihimu...".....*****
"Love What On Earth, Then What On Sky Will Love
You ..."
Pada 10 Mei 2013 16.25, Nofend St. Mudo <nofend@...> menulis:
Iko ambo raso bukan Sosial/bantuan sanak..
Tapi iko murni Bisnis/Investasi.. samo dakek tampek tingga ambo,
ko Lippo Cikarang, nan disitu ado sekolah, perumahan, RS dll. Nan tingga
di perumahannyo iyo tatap mayoritas muslim..
Namun mereka juo menyiapkan lahan untuak sekolah kristen (kalau
ado perumahan) baitu juo Musajik dan Sekolah Islam (Al Azhar) disiko.
seperti tambahan berita dibawah tentang rumah sakiknyo..
========
LIPPO GROUP, Segera Hadir RS Siloam di Padang
Pascagempa 2009, minat investor untuk membenamkan investasinya di
Padang kian tinggi. Bahkan, Lippo Group ingin menanamkan modalnya senilai
Rp1,2 triliun untuk pembangunan rumah sakit berskala internasional.
Bukan itu saja, perusahaan yang merintis usaha dengan mendirikan
Lippo Bank (kini bergabung dengan CIMB Niaga) ini mengintegrasikannya
dengan sektor pendidikan dan pusat perdagangan moderen untuk kelas
menengah yang tumbuh pesat di Padang.
Walikota Padang Fauzi Bahar, mengatakan, masuknya Lippo Group ke
Padang merupakan salah satu bentuk kepercayaan investor pada kota ini.
Dengan adanya pembangunan rumah sakit berskala international, masyakarat
bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih memadai.
Selain itu, juga dapat menciptakan dampak berganda terhadap
pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat pada umumnya.
Di Padang, bisnis jasa kesehatan termasuk salah satu bidang usaha
yang memiliki prospek sangat bagus. Hal itu tercermin dari banyaknya
masyarakat Sumbar yang berobat ke luar negeri seperti Malaysia dan
Singapura setiap tahunnya. Paling tidak Rp10 miliar setiap bulan uang dari
Sumbar mengalir ke Malaka dan Singapura, hanya untuk berobat. Setidaknya
1.200 orang setiap bulan terbang ke negeri jiran itu dari Padang via
Jakarta atau Batam, juga untuk berobat. "Apalagi nantinya bangunan yang
dibangun Lippo ini juga akan dilengkapi dengan landasan helikopter," kata
Wako pada wartawan di VIP Room BIM ketika menyambut kedatangan CEO Lippo
Group, James T. Riady, Padang Pariaman, Kamis (9/5).
Kedatangan James T. Riady adalah untuk meresmikan peletakkan batu
pertama pendirian Rumah Sakit Siloam, Jalan Khatib Sulaeman, Padang.
Datang bersama Ketua DPD-RI, Irman Gusman, Ketua LKAAM Sumbar, M. Sayuti,
Kepala BNPB, Syamsul Ma'arif, mantan gubernur Sumbar, Azwar Anas. Selain
itu juga dihadiri istri pengusaha Hasyim Ning, Ratna Maida Hasyim Ning,
Ismail Ning dan President Lippo Group, Theo L. Sambuaga.
Masuknya Lippo Group, lanjut Wako bukan saja sekadar meningkatkan
perekonomian daerah dan masyarakat sekitar. Lebih dari itu, dapat
memulihkan rasa percaya diri kota bingkuang ini sebagai salah satu kota
besar yang diperhitungkan dalam kancah perekonomian dan pembangunan
nasional. "Ini merupakan bukti, gempa 2007 dan 2009 bukan alasan untuk
takut berinvestasi di Padang dan Sumbar pada umumnya," tutur Wako.
Pada kesempatan itu, Ketua DPD-RI, Irman Gusman, menyampaikan,
kesehatan merupakan hal yang seringkali menjadi pokok persoalan di
sejumlah daerah. Dengan adanya pembangunan rumah sakit berskala
internasional di Padang, persoalan medis yang selama ini menjadi kendala
sudah bisa teratasi. Bahkan, sekitar 12 juta jiwa penduduk yang ada di
empa provinsi sekitar Sumbar tidak perlu lagi berobat ke luar negeri.
"Jelas nantinya rumah sakit ini dapat menjadi tempat rujukan bagi
provinsi tentangga. Pendirian rumah sakit yang berskala internasional ini
juga merupakan salah satu peristiwa bersejarah bagi dunia kesehatan di
daerah ini," terang Irman.
Sementara Itu, President Lippo Group, Theo L. Sambuaga,
menyebutkan, kehadiran Lippo Group di Padang merupakan undangan dari
walikota. Menurutnya, pembangunan sebuah bangsa harus dimulai dari
pembangunan sektor kesehatan dan pendidikan. Rumah Sakit Siloam Cabang
Padang ini memiliki kualitas yang sama dengan seluruh cabang yang ada,
sehingga memberikan rasa nyaman pada pasien.
Canggihnya lagi, dalam proses perawatan, pasien dapat terhubung
langsung dengan dokter ahlinya, sehingga dapat mengoptimalkan perawatan.
Rumah sakit Siloam Pada bukan saja melayani para kalangan ekonomi menengah
ke atas, tapi juga memberikan ruang bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Berdasarkan ketentuan yang berlaku, setiap rumah sakit harus menyediakan
ruang sekitar 25 persen bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Namun, di setiap rumah sakit yang dimiliki Lippo Group, mampu
menyediakan lebih dari yang ditetapkan pemerintah. "Sebab, kami juga ikut
memikirkan kesehatan masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Hal itu juga
telah kami buktikan di setiap cabang rumah sakit kami yang ada di seluruh
Indonesia," terangnya.
Adapun Gubernur Irwan Prayitno menyambut baik pembangunan ruamh
sakit bertaraf internasional yang terintegrasi dengan sektor pendidikan
dan perdagangan ini. Menurutnya, setiap investasi yang masuk ke daerah ini
harus didukung secara optimal. Sebab, tak hanya memberikan dampak pada
pembangunan daerah, tapi juga bagi masyarakat secara umum.
Bahkan, Pemprov Sumbar terus melakukan perbaikan regulasi, guna
mendukung masuknya investasi ke Ranah Minang. Salah satu regulasi yang
baru saja dibuat adalah Surat Edaran Gubernur tentang pembebasan lahan.
"Tak hanya itu, kami juga terus menciptakan keamanan dan kepastian hukum
di daerah ini," tutupnya. (Teddy Setiawan dan Wahyu)
Harian Singgalang | Tanggal 10 May 2013
Pada 10 Mei 2013 09.25, Dedi Suryadi <dsuryadi.77@...> menulis:
Alhamdulillah..
Sbg urang rantau, tantu kito maraso sanang dgn berita mode ko...
Ado bantuan percepatan pembangunan di kampuang kito...
Namun waspada tetap harus ado, kalau ndak ingin disabuik
baburuak sangko...
Mudah-an iko murni sosial dan indak diikuti dek tujuan
terselubung dibidang agamo...
Bukankah minang adolah salah satu target kristenisasi utamo...?
Jangan sampai akidah tagadai dek karano hadiah...
Bapak-bapak di Pemko/pemprov, mudah-mudahan tetap jeli untuak
hal iko......
jangan sampai sarupo mode bantuan gampo nan lalu, nan manuruik
bbrp berita, disusupi penyebaran injil dan pembaptisan rang kampuang...
Salam dan Terima Kasih,
Dedi Suryadi
Wassalam
Nofend St. Mudo
36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend | YM: rankmarola
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.