Dari alinea terakhir situs tu: As for the Riadys, Indonesians wouldn't be surprised if it was a quest for world domination that they were really undertaking. The Lippo logo is everywhere in the troubled Asian powerhouse, with its interests in banks, factories and shops, hospitals and housing developments.
"In Jakarta," wrote the Washington Post, "locals joke that Lippo stands for Lama-Lama Indonesia Pun Punya Oe, meaning: In the long run, even Indonesia will be mine." -- Nyit Sungut --- In [email protected], Akmal Nasery Basral wrote: > > Mungkin ada yang masih ingat kejadian menghebohkan di akhir 90-an/awal > 2000-an ini? > > http://www.investigatemagazine.com/march00pres.htm > > Wassalam, > > ANB > Cibubur > > > Pada Minggu, 12 Mei 2013, Afdal menulis: > > > Assalamualaik wr,wb > > > > Sangenek dari ambo " kok paik jan capek diludahkan, kok manih jan capek > > di lulua sajo" > > > > Silakan di pajaleh dek mamak nan cadiak pandai di palantako!!! > > > > Wassalam > > > > Afdal > > Arlington -VA > > > > > > > > Sent from my iPhone > > "Nan lahir mancari teman, di nan bathin mencari tuhan" > > > > > > On May 12, 2013, at 9:15 AM, nismahrumzy@... wrote: > > > > > Betul Evy kita tak harus paranoid. Yang harus kita kerjakan memperkuat > > kubu Islam. Jadi seperti menyalakan lilin jangan lilin kita lebih redup dan > > mudah dipadamkan. Tak perlu kita memadamkan lilin orang lain itu. Jangan > > kita biarkan program Kristenisasi itu bekembang dan hidup dinegeri kita. > > Janganlah kita menganggap semua yang datang itu merusak kebudayaan dan > > keyakinan kita. Kasihan orang2 Sumbar selama ini memilih berobat ke Jakarta > > atau Malaysia atau menunggu mati saja karena pelayanan pembedahan jantung > > belum ada di Sumbar. Kalau kita ke RS Harapan Kita sebagian besar pasiennya > > dan dokter2nya dari Sumbar. Coba dibayangkan kalau ada RS yang bertaraf > > internasional kita menolak jadi kapan kita bisa maju?. Baru2 ini bundo > > dengar mahasiswa UNRI demo ke perusahaan Chevron. Jadi keberadaan modal > > asing ditolak sedangkan modal dalam negari tidak selamanya bagus. Mungkin > > sebelum berdiri kita membuat agreement meberikan kesempatan putra(i)2 > > Sumbar untuk bekerja dan mendapatkan equal treatment. > > > Sebab kalau kita tunggu2 juga pengusaha Muslim membuat proyek raksasa > > ini kita mananti laki pai maliang antah pabilo kabaliaknyo. > > > Mohon maaf kalau kita tak sependapat. > > > Wassalam Bundo > > > > > > @Hayatun Nismah Rumzy# > > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
