Mamak mm*** NAH. Mendagri Gamawan F sandang membuek Undang-Undang Pemilihan Gubernur tanpa Pilkada, tapi langsung ditunjuak DPRD. Pendapek Mendagri Pro dan Kontrak. Mendagri menunjukkan data-data kuantitatif yg menyatakan bahwa Pilkada lebih banyak ekses Negatif dibandingkan ekses Positif.
Ekses Negatif salah satu contohnya. ALA BANYAK NAN MASUAK KANDANG SITUMBIN Ambo mendukung Mendagri. Salam Sent from my iPad On 11 Mei 2013, at 11:41, Muchwardi Muchtar <[email protected]> wrote: > He he he hehehe > Anekdot Demokrasi > > Ada seorang anak SD diberikan PR oleh gurunya dengan soal “APA ARTI > DEMOKRASI?”. > Sesampainya di rumah anak tersebut bertanya kepada ayahnya. > “Ayah, aku diberikan PR oleh guru Apa Arti Demokrasi? > “Supaya mudah kamu pahami, ibaratkan Ayahmu ini sebagai Pemodal atau > Pengusaha, Ibumu sebagai Pemerintah, Pembantu kita sebagai Pekerja, Kamu > sebagai Rakyat, dan adikmu sebagai Generasi Masa Depan. Setelah itu mari kita > lihat kehidupan sehari-hari kita. > > Kemudian, anak tsb mencoba memahami jawaban ayahnya. > > Keesokan harinya ketika anak tersebut pulang ke rumah dari sekolah, dia > melihat rumah dlm keadaan tidak ada orang tapi ada suara tangisan. Dia mncoba > melihat ke kamar adiknya, dilihat adiknya yang sedang menangis karena > popoknya sudah penuh dengan kotorannya, lalu dia pergi ke kamar orang tuanya, > dilihatnya Ibunya yang sedang tertidur lelap. Lalu dia pergi ke kamar > pembantunya, dilihatnya ayahnya dikamar tersebut sedang berada di atas tubuh > pembantunya. > > Singkat cerita, pada malam harinya ia menemui ayahnya. > Anak: “Ayah, Aku mengerti sekarang Apa Arti Demokrasi. > Ayah : “Bagus, coba jelaskan pada ayah” > Anak: “Menurut aku seperti yang ayah ibaratkan, demokrasi adalah ketika > Pemodal menindih dan menindas pekerjanya, Pemerintah tertidur lelap, rakyat > hanya bisa menonton, dan Generasi Masa Depan dalam keadaan penuh kekotoran. > (dari : ceritalucu.org) > > > He he he hehehe... > Salamaik week end, Sanak. > mm*** > > > > Pada 11 Mei 2013 09.03, Reflusmen Ramli <[email protected]> menulis: > “Pilkada” > > Ibu, Bapak, Mamak, Uda, Uni dunsanak di Palanta NAH. > > Partamo-tamo Ambo mohon maaf karena indak ado hubungan jo ba Minang-Minang. > Sakadar corat-coret pengalaman jadi anggota KPPS. > > Minggu 16 Desember 2012, Ambo salah surang anggota KPPS di TPS dakek rumah > dalam rangka pemilihan Walikota Bekasi. Pangalaman partamo sejak ada Pemilu > (zaman Orde baru) maupun Pilkada (zaman Reformasi). > > Tulisan selanjutnya khusus yang terjadi di TPS dimano Ambo jadi anggota KPPS. > > Pemilih yang menggunakan hak pilihnya sekitar 150 orang atau 43 persen dari > daftar pemilih. > Satu keluarga yang rumahnyo di muko TPS, indak ikut memilih. Keluar rumah > kasodonyo. > “ Mas., yuk ikut memilih” Kecek kawan anggota KPPS. > > “Tidak Pak, Saya tidak ada yang kenal”. Sambil menutup pintu pagar terus naik > mobil. > > Salah surang pemilih yang datang ke TPS mengecek ka Ambo saat duduk menunggu > Kertas suara. > > ”Pak, saya datang, tapi tidak akan mencoblos. Takut berdosa kalau yang saya > pilih nanti masuk penjara” . Walikota lama masuk penjara khan ! Baitu > kecekmyo. > > Setelah kertas suara dietong, ado sekitar 10 persen kertas suara yang rusak > karena : Satu, dicoblos kasodonyo, Dua, indak ado yang dicoblos dan Tiga, > dicoblos labiah dari satu. > Kertas suara nan rusak ini, mungkin berasal dari kawan yang takut berdosa > tadi. > > > Pilkada dilaksanakan sejak jam 07.00 sampai dengan jam 13.00, selama 6 jam > atau 360 menit melayani 150 pemilih. Cukup membosankan karena sangat banyak > wakatu luang. > > ”Kalau diliat dari luas wilayah pemilihan sekitar 10.000 M2, mungkin lebih > cepat palaksanaan Pilkada ini jika dilakukan dengan cara petugas KPPS dan > saksi mendatangani pemilih dari rumah ke rumah. Jika rumah terkunci, berarti > tidak ikuik mamilih ” Kecek Ambo kepado kawan-kawan. > > Betul Pak. Setuju. Nanti Pilkada Gubernur Jawa Barat kita laksanakan usul > Bapak ha ha ha. > Ide yang aneh, kecek kawan nan lainnyo. > > > Kareno banyak wakatu luang, banyak ota hilir mudiak baik sesamo anggota KPPS > maupun dengan saksi dan pengawas Pilkada. > Beberapo hal yang di bahas menyangkut minimnya jumlah pemilih yang > menggunakan haknya. Warga yang tidak menerima surat panggilan dan warga yang > sudah meninggal beberapa tahun, tapi dapat panggilan. > > Salah seorang nyeletuk. > ”Wajar Pak, di sana sini terdapat kekurangan. Kita baru belajar berdemokrasi” > > ”Setuju”. Coba kita hitung. Demokrasi dimulai sejak tahun 1998, jadi baru 14 > tahun. Empat belas tahun belajar sama dengan mahasiswa tingkat dua. Belum > Sarjana. (SD 6 tahun + SMP 3 tahun + SMA 3 + 2 tahun kuliah). > > ”Demokrasi baru disebut pandai kalau sudah mendapat titel S.3. Masih perlu > wakatu 10 (sepuluh) tahun lagi”. Teman nan lain nggak mau kalah. > > OOOOO.....begitu hitungannya ya ! > > > Salam > > Reflus. > > > Sent from my iPad > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti > subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup > Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti > subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup > Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
