Tapi kalau 'gadang kapayang' alo tu hubungannyo jo urang lk2 nn sanang bakain 
sarung seha ri-hari? Apo kini masih ado?
   JB,DtRJ,lk,74thn,kini di Bonjer,Jakbar.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: Akmal Nasery Basral <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 11 May 2013 20:57:42 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: Mabuk kepayang ... Re: Politik Dagang Sapi .. Re: [R@ntau-Net]
 Pasar Ternak

Betul Buya JB, "mabuk kepayang" sudah menjadi khasanah kosa kata nasional
untuk menggambarkan perasaan jatuh cinta. Dan itu frasa itu dinisbatkan
dari kondisi seseorang yang habis makan buah kepayang, menjadi "mabuk",
sehingga cara berpikirnya tidak logis dan rasional, seperti kebanyakan
orang yang sedang jatuh cinta.

Wassalam,

ANB
Cibubur



Pada 11 Mei 2013 16.13, Zubir Amin <[email protected]> menulis:

> **
> 'Mabuk kepayang' di Piaman dikiaskan kpd anak Bujang nn tagilo-gilo kpd
> seorang gadis remaja n sebaliknya, walaupun si gadis n si Bujang tu ndak
> mambaleh perasaan satu sama linnya.
> Kalau malam tabayang-bayang,kok siang manjadi buah bibia .Sansailah badan
> si Bujang jo si Upiak.
> JB,DtRJ,74th,Bonjer,Jakbar.
> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
> ------------------------------
> *From: * Akmal Nasery Basral <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Fri, 10 May 2013 20:33:00 +0700
> *To: *[email protected]<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Mabuk kepayang ... Re: Politik Dagang Sapi .. Re: [R@ntau-Net]
> Pasar Ternak
>
> Uni Evy, memang ada yang mengaitkan kata majemuk "mabuk kepayang" dengan
> wilayah Kepahyang/Kapahiyangan di Kab. Rejang Lebong, Bengkulu, seperti uni
> jelaskan. Tapi sesungguhnya itu kurang tepat. Banyak wilayah di Indonesia
> yang jalannya berliku-liku dan lebih berat dari Kapahiyangan, yang membuat
> orang mabuk (darat) ketika melewatinya.
>
> Istilah "mabuk kepayang" sesungguhnya berkaitan dengan kondisi seseorang
> sehabis makan biji kepayang (Pangium edule) yang mengandung asam sianida
> dalam konsentrasi tinggi, bahkan kerap digunakan sebagai racun mata panah.
>
> http://id.wikipedia.org/wiki/Kepayang
>
> Wassalam,
>
> ANB
> Cibubur
>
> Pada Jumat, 10 Mei 2013, Evy Nizhamul menulis:
>
>> Oh begitu  ya Akmal,
>>
>> Iyo pulo yo, kalau garah Uni jadi stigma ndak elok bagi tradisi barosok
>> ko.
>> Jujur,  Uni iyo  ndak tau asal muasal politik dagang sapi ko. Yang tidak
>> lain adalah politik tawar menawar. Uni kiro iyo pulo harus basalaman
>> dibaliak biliak untuk menggulirkan calon jadi.
>>
>> Samo pulo asal muasal istilah mabuak kapayang. Dari pengalaman traveling
>> ke Bengkulu. Disana ada wilayah yang namanya " KAPAHIYANGAN". Jalannyo
>> berliku-liku ada tanjakan dan turunan yang membuat penumpang mobil jadi
>> mabuak.
>> Kato Uni : " Oo.. iko nan dinamokan mabuak kapayang tuh yo ? ". Iyo
>> sabana mabuak awak di bueknyo.
>>
>> Btw.., Meskipun politi dagang sapi dalam konteks landsekap demokrasi
>> parlementer. Manga pulo tali sapi itu nan jadi simbolnyo ". Padahal nan
>> dibawo adalah seorang kandidat nan lah dijamin kapasitas dan
>> kapabilitasnyo. Bayangkan kalau model tali sapi ko, yang diirik (ditarik)
>> adolah cingurnyo. Uni ndak tau apo istilah cingur do. Yang menggambarkan
>> sapi ko mudah diatur tuannyo.
>>
>> He..he..,ini sekedar tambahan dari Uni.
>>
>>
>> Wassalam,
>>
>> 3vy Nizhamul
>> (Kawasan Puspiptek, Kota Tangerang Selatan)
>>
>>
>>
>>   ------------------------------
>>  *Dari:* Akmal Nasery Basral <[email protected]>
>> *Kepada:* "[email protected]" <[email protected]>
>> *Dikirim:* Jumat, 10 Mei 2013 10:53
>> *Judul:* Politik Dagang Sapi .. Re: [R@ntau-Net] Pasar Ternak
>>
>> Onde Uni Evy, agar tradisi barosok indak dianggap sebagai 'asbabul wurud'
>> bagi term 'politik dagang sapi' dan menjadi stigma berkepanjangan, ada
>> baiknya disampaikan versi lain yang lebih bisa diverifikasi, misalnya dari
>> tulisan Dr. Alwi Shihab (mantan Menlu dan Menko Kesra), yang melacak bahwa
>> awal digunakannya istilah ini dalam lansekap politik Indonesia adalah pada
>> era Demokrasi Parlementer (1950-1959).
>>
>> Menjelang setiap pembentukan kabinet, terjadi tawar menawar yang hiruk
>> antar pelbagai parpol yang menyodorkan "tali sapi" (nama kandidat tertentu
>> untuk menjadi menteri tertentu), namun tak membawa "sapi" (calon ybs).
>> Dalam proses "dagang sapi" ini, parpol tak hanya menyanjung setinggi langit
>> "tali sapi" yang mereka bawa, namun juga sambil merendahkan "tali sapi"
>> yang dibawa kelompok/partai lain.
>>
>> Saat itu tidak ada (minimal belum terindikasi) ada 'money politic'
>> (apalagi ditautkan dengan tradisi barosok) yang bermain dalam proses jadi
>> tidaknya seorang calon menempati jabatan menteri. Semua tergantung keahlian
>> 'pedagang sapi' dalam mempromosikan 'tali sapi' masing-masing, sehingga
>> proses pembentukan kabinet bisa berlangsung lama tersebab menjadi ajang
>> tarik-ulur berbagai kelompok. Selama periode 1950-1959 ini terjadi
>> pergantian kabinet sebanyak 17 kali, sehingga umur rata-rata kabinet hanya
>> ... 8 bulan!
>>
>> Politik dagang sapi dalam pembentukan kabinet ini, konon, begitu
>> menjengkelkan Soekarno, sehingga akhirnya saat membentuk kabinet Juanda,
>> Bung Karno membentuk sendiri kabinet tanpa campur tangan parpol.
>>
>> Wassalam,
>>
>> ANB
>> Cibubur
>>
>>
>> Pada Jumat, 10 Mei 2013, menulis:
>>
>> **
>> Andiko,
>>
>> Dek samakin lamo dunia takambang, lambek laun kudian Tradisi Barosok ko
>> lah tabang kalua Ranah. Lah di pagunoan urang untuak bapolitik. Istilah Iko
>> lah lakek jadi namonyo " politik dagang sapi ".
>>
>> Makelar antar makelar pun jadi objek penyidikan KaPeKa. He..he :D
>>
>> Baa gak ati ?
>>
>> Salam,
>>
>> Bu Evy
>> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
>> ------------------------------
>> *From: * Andiko <[email protected]>
>> *Sender: * [email protected]
>> *Date: *Thu, 9 May 2013 19:35:28 -0700 (PDT)
>> *To: *<[email protected]>
>> *ReplyTo: * [email protected]
>> *Subject: *[R@ntau-Net] Re: Pasar Ternak
>>
>> Barosok corao jua balinyo mak ngah, di bawah sedikit artikelnyo
>>
>> Tradisi Barosok yang Bikin Penasaran
>> REP | 05 November 2011 | 01:55 Dibaca: 157    Komentar: 17    Nihil
>> Hari raya kurban akan segera datang. Hawa-hawa nya sudah tercium dari
>> sekarang. Hhhmmm … dimana-mana terendus aroma yang cukup kuat, apalagi
>> kalau bukan aroma tubuh dan kotoran si emmooh dan si embek yang membuat
>> perut jadi turun naik.
>>
>> Tiba-tiba saja pedagang hewan kurban mendadak muncul dimana-mana. Di
>> pinggir-pinggir jalanan  ibukota pedagang hewan kurban menjamur bak
>> cendawan di musim hujan ( lhaaa … emang sekarang lagi musim hujan kan ..
>> hehe..).  Terlihat para calon pembeli mondar mandir untuk melihat-lihat
>> hewan yang sesuai dengan keinginan mereka, diselingi tawar menawar harga
>> dengan penjual secara terang-terangan. Para penjual pun berlomba menawarkan
>> harga yang bersaing agar para pembeli berkenan membeli hewan ternak mereka.
>>
>> Lain di ibukota, lain juga di kampung halaman saya, di Sumatera Barat
>> sana. Saya ingat dulu sewaktu saya masih SD, saya pernah di ajak oleh salah
>> seorang Om (kakak laki-laki ibu saya)  saya ke sebuah pasar ternak di
>> daerah Payakumbuh. Om kala itu hendak membeli seekor sapi untuk di
>> kurbankan pada hari raya Idul Adha. Saya yang pertama kali di bawa ke pasar
>> ternak tersebut begitu heran, kenapa orang-orang saling bersalaman di balik
>> baju, sarung atau pun saputangan. Dan ternyata om saya juga melakukan hal
>> yang serupa dengan salah seorang pedagang. Dalam perjalanan pulang saya pun
>> menanyakan perihal yang membuat saya terheran sewaktu berada di pasar
>> ternak tadi. Om menjelaskan bahwa itu di sebut dengan istilah ” barosok “.
>>
>> Barosok sudah menjadi tradisi jual beli di pasar ternak secara turun
>> temurun di Sumatera Barat konon sejak zaman raja-raja Minangkabau dulu. Di
>> sebut Barosok karena tawar menawar terjadi dengan cara berpegangan (lebih
>> tepatnya berjabat) tangan di balik kain atau baju.  Barosok dalam bahasa
>> Minang berarti dipegang dengan tangan. Tradisi ini cukup
>>
>>   --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>> - DILARANG:
>> 1. E-mail besar dari 200KB;
>> 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. One Liner.
>> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
>> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
>> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>>
>>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke