Assww.

Luar biasa td malam diskusi dan ulasan thd buku puisi berjudul MANUSIA GEROBAK 
karya Elza Peldi Taher di TVRI Nasional dg moderator Soegeng Sarjadi, DR. 
Ichsanuddin Noorsy dan Budiarto Shambazy dr KOMPAS. 

Ambo belum baca tp melihat kutipan yg dibacakan, merinding dengarnya. Adik ambo 
sampai bilang: "Mungkin gua gak bakal sanggup baca buku puisi tsb, takut nangis 
ntar...!". Ichsanuddin sampai berapi-api mengulasnya terutama dikaitkan dg 
Pasal 34 UUD 45 yg selalu salah diterjemahkan dr dulu oleh Pemerintah dan oleh 
hampir semua lapisan masyarakat. Sampai ada istilah Jaminan Sosial utk rakyat 
miskin, dll. Mnrt Ichsan, baru Jokowi satu2nya yg melakukan jaminan kesehatan 
utk rakyat miskin tanpa harus iyuran atau tanpa melalui proses harus menjadi 
anggota asuransi. Sehingga Soegeng pun agak sedikit "bersemangat" utk 
menghimbau dan mencetak JUTAAN buku ini dan dijadikan oleh-oleh utk para 
Petinggi, Politisi dan Pemeduli, dll. Agar kepekaan nurani mereka tetap 
berkembang dan mengingatkan bahwa orang miskin bukan sampah di negeri ini...! 
Mereka dijamin oleh UUD 45 Pasal 34...! Tp sayangnya mnrt Soegeng, isu ini 
jarang skl dibahas dan jarang jadi isu sensitif...

Aah...ternyata anak asli kampung yg dulu masih sama-sama main bola dari "jeruk 
bali" alias bola limau di bekas sawah-sawah yg sudah kering stlh panen padi 
itu, kini telah melambung dan punya kepekaan melebihi generasinya. Itu terjadi 
stlh hidup dan "berjuang", melihat dan berkembang di Kota Metropolitan yg 
"gila" berkejaran dg waktu dan materi tak berbatas yg kadang nurani pun sudah 
hampir terlupakan...! 

On top of it, kalau bisa hidup dan berkembang di daerah kita sendiri, kenapa 
harus merantau dan ikut-ikutan pula memacetkan Jakarta yg msh sibuk diskusi 
terus ttg MRT ini. Industri Pariwisata, Industri Pendidikan dan Agraria adl 
sektor-sektor yg harus segera kita boosting. Agar anak kemenakan tidak semua 
harus merantau seperti kita-kita ini. Kalau negeri miskin, jangan harap kita 
bisa menjaga Adat, Budaya dan Alam kita dg baik. Dan jangan pula disalahkan 
kalau akhirnya banyak terjadi distorsi disana-sini krn kita masih miskin dan 
masih berjuang utk "kampuang tangah" alias paruik masih kosong. 

Semoga buku karya Edi, sapaan akrab kami anak-anak kampung utk Elza Peldi, bisa 
menggugah lebih jauh dan lebih membukakan pintu hati kita semua, walaupun 
mungkin dulu tujuan awalnya hanya krn tersentuh dan sensitif melihat kondisi 
lingkungan yg berkembang di sekitarnya. Setidaknya sedikit akan membantu 
mengasah kepekaan kita thd orang-orang yg ada di sekitar kita dg cara dan 
keterbatasan kita masing-masing. Insya allah... Skln buat mengingatkan ke diri 
sendiri nih...:)

Sukses buat Edi, ditunggu karya-karya besar berikutnya. Dan juga diikuti oleh 
anak-anaknya yg jg udh keliatan bakat menulisnya krn dibina terus oleh Bapaknya 
yg luar biasa ini. Ranah Minang memang tempat lahirnya penulis-penulis dan 
pemikir besar. Sumbangsih tak ternilai utk Indonesia...! 

Sekian dulu ulasan ambo. Alah panjang ko mah. Masak gagah lo tulisan ulasan dr 
pado nan di ulas beko ha..ha... Talabiah takurang, mhn maaf sblmnya. Klo ado 
nan kurang pas, tolong dikoreksi. Terima kasih dan selamat beraktifitas. Sukses 
utk kita semua. Amin...

Wass,
Nofrins

"A Portrait is a Landscape of Emotion" -  Powered by 
http://nofrins.west-sumatra.com

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke