Setuju, pak Nofrin. Saya juga terpana dengan tema dan acara tersebut. Sent from my iPad
On 14 Mei 2013, at 07:43, "Nofrins Napilus" <[email protected]> wrote: > Assww. > > Luar biasa td malam diskusi dan ulasan thd buku puisi berjudul MANUSIA > GEROBAK karya Elza Peldi Taher di TVRI Nasional dg moderator Soegeng Sarjadi, > DR. Ichsanuddin Noorsy dan Budiarto Shambazy dr KOMPAS. > > Ambo belum baca tp melihat kutipan yg dibacakan, merinding dengarnya. Adik > ambo sampai bilang: "Mungkin gua gak bakal sanggup baca buku puisi tsb, takut > nangis ntar...!". Ichsanuddin sampai berapi-api mengulasnya terutama > dikaitkan dg Pasal 34 UUD 45 yg selalu salah diterjemahkan dr dulu oleh > Pemerintah dan oleh hampir semua lapisan masyarakat. Sampai ada istilah > Jaminan Sosial utk rakyat miskin, dll. Mnrt Ichsan, baru Jokowi satu2nya yg > melakukan jaminan kesehatan utk rakyat miskin tanpa harus iyuran atau tanpa > melalui proses harus menjadi anggota asuransi. Sehingga Soegeng pun agak > sedikit "bersemangat" utk menghimbau dan mencetak JUTAAN buku ini dan > dijadikan oleh-oleh utk para Petinggi, Politisi dan Pemeduli, dll. Agar > kepekaan nurani mereka tetap berkembang dan mengingatkan bahwa orang miskin > bukan sampah di negeri ini...! Mereka dijamin oleh UUD 45 Pasal 34...! Tp > sayangnya mnrt Soegeng, isu ini jarang skl dibahas dan jarang jadi isu > sensitif... > > Aah...ternyata anak asli kampung yg dulu masih sama-sama main bola dari > "jeruk bali" alias bola limau di bekas sawah-sawah yg sudah kering stlh panen > padi itu, kini telah melambung dan punya kepekaan melebihi generasinya. Itu > terjadi stlh hidup dan "berjuang", melihat dan berkembang di Kota > Metropolitan yg "gila" berkejaran dg waktu dan materi tak berbatas yg kadang > nurani pun sudah hampir terlupakan...! > > On top of it, kalau bisa hidup dan berkembang di daerah kita sendiri, kenapa > harus merantau dan ikut-ikutan pula memacetkan Jakarta yg msh sibuk diskusi > terus ttg MRT ini. Industri Pariwisata, Industri Pendidikan dan Agraria adl > sektor-sektor yg harus segera kita boosting. Agar anak kemenakan tidak semua > harus merantau seperti kita-kita ini. Kalau negeri miskin, jangan harap kita > bisa menjaga Adat, Budaya dan Alam kita dg baik. Dan jangan pula disalahkan > kalau akhirnya banyak terjadi distorsi disana-sini krn kita masih miskin dan > masih berjuang utk "kampuang tangah" alias paruik masih kosong. > > Semoga buku karya Edi, sapaan akrab kami anak-anak kampung utk Elza Peldi, > bisa menggugah lebih jauh dan lebih membukakan pintu hati kita semua, > walaupun mungkin dulu tujuan awalnya hanya krn tersentuh dan sensitif melihat > kondisi lingkungan yg berkembang di sekitarnya. Setidaknya sedikit akan > membantu mengasah kepekaan kita thd orang-orang yg ada di sekitar kita dg > cara dan keterbatasan kita masing-masing. Insya allah... Skln buat > mengingatkan ke diri sendiri nih...:) > > Sukses buat Edi, ditunggu karya-karya besar berikutnya. Dan juga diikuti oleh > anak-anaknya yg jg udh keliatan bakat menulisnya krn dibina terus oleh > Bapaknya yg luar biasa ini. Ranah Minang memang tempat lahirnya > penulis-penulis dan pemikir besar. Sumbangsih tak ternilai utk Indonesia...! > > Sekian dulu ulasan ambo. Alah panjang ko mah. Masak gagah lo tulisan ulasan > dr pado nan di ulas beko ha..ha... Talabiah takurang, mhn maaf sblmnya. Klo > ado nan kurang pas, tolong dikoreksi. Terima kasih dan selamat beraktifitas. > Sukses utk kita semua. Amin... > > Wass, > Nofrins > > "A Portrait is a Landscape of Emotion" - Powered by > http://nofrins.west-sumatra.com > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti > subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup > Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
