Pak Syafrienal Syarien,

Ambo raso nan di bandiangkan tu balain tampek duduok nyo mah. 

Antaro projek nan berdampak pemurtadan jo berdampak maksiat ndak samo doh, 
tantu balain pulo tingkat "kancang" penolakannyo.

KaDuo2nyo berdampak negatif, tapi nan ma nan labiah babahayo dari segi track 
recordnyo???

Untuak bakomentar labiah panjang, yo sagan ambo sebab, ketidak mampuan untuak 
tajun lansuang jo sanak2 nan ka mahadok-i sacaro lansuang di Ranah, tapi sacaro 
aqidahnyo, ambo diantaro nan ndak setuju...walau berkedok inverstor, tapi misi 
nyo tetap Kristenisasi, tapi biaso nyo Yahudi pun tumpang sakaki..

Wallahu Ta'ala A'lam,

WaSsalam, 

Ryan 46 Ipoh

My BlackBerry's juiced by DiGi. How about yours?
http://m.digilive.my/bbplans

-----Original Message-----
From: Syafrinal Syarien <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 19 May 2013 23:10:26 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: SV: [R@ntau-Net] RS Siloam di Padang Perlu Ditinjau Ulang

Itulah anehnya...
Orang membangun rumah sakit ditolak mentah-mentah.
Tapi orang membangun panti pijat, bar, cafe, warung remang-remang dan tempat 
yang memfasilitasi maksiat lainnya, tidak sekencang itu penolakannya.

Wassalam;
Sy Syarien


________________________________
 From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Monday, May 20, 2013 1:04 PM
Subject: SV: [R@ntau-Net] RS Siloam di Padang Perlu Ditinjau Ulang
 


Berikan mereka membangun jika perlu kita ikut sahamnya 49%.siapa berminat demi 
kemanusiaan. Wassalam


Sent from Samsung Mobile 

-------- Original message --------
Subject: [R@ntau-Net] RS Siloam di Padang Perlu Ditinjau Ulang 
From: "Nofend St. Mudo"  
To: [email protected] 
CC: 




Senin, 20 May 2013 02:44 
PADANG, HALUAN — Setelah be­berapa ketua dan pengurus ormas Islam di Sumatera 
Barat menolak kehadiran atau pembangunan Rumah Sakit (RS) Siloam milik Lippo 
Group di Kota Padang, berikutnya giliran Direktur RS Aisyiyah Padang Dr H 
Handril Busudin SpS MHA yang meminta kepada pe­merintah daerah untuk meninjau 
kembali pemberian izin pembangunan RS Siloam di Kota Padang.
Hal tersebut disampaikan Handril Busudin saat menggelar kegiatan Bakti Sosial 
di Jalan Perjuangan III Tanjung Berok Kelurahan Kurao Pagang, Keca­matan 
Nanggalo, Padang, Minggu (19/5). Alasan peninjauan ulang menurut Hendril ada 
beberapa hal yang sangat subtantif, di antaranya soal jumlah RS di Kota Padang 
yang sudah lebih dari cukup, persoalan kultur budaya dan agama.
Menurut Handril Busudin se­jati­­nya rencana kehadiran RS Siloam di Kota Padang 
juga mesti mendapat perhatian serius oleh perangkat adat dan alim ulama di 
Padang dan Sumatera Barat pada umumnya. Karena RS Siloam di Padang akan berefek 
sangat besar terhadap eksistensi Minang­kabau yang berfalsafah adat basan­di 
syara’ syara’ basandi kitabullah. “Jangan hanya kehendak politik dan investasi 
besar dapat meng­goyah­kan kehidupan bermasyarakat Minangkabau yang berbudaya 
tinggi,” katanya.
Dikatakan berdasarkan data yang terhimpun, penduduk Kota Padang yang hanya 
berjumlah sekitar  800 ribu jiwa dengan  jumlah rumah sakit pemerintah dan 
swasta sebanyak 25 buah dan memiliki tempat tidur sekitar 1.500 unit, tidak 
lagi sebanding.
Saat ini beberapa rumah sakit di Kota Padang ini, tingkat hunian­nya sangat 
rendah sekitar 50-60 persen. Diperparah lagi dengan beberapa rumah sakit swasta 
tingkat huniannya di bawah 50 persen.
“Untuk rumah sakit yang ada, sudah sangat kompetitif. Apalagi dengan datangnya 
rumah sakit Siloam. Yang merupakan rumah sakit besar di Indonesia, tentunya 
akan melum­puhkan rumah sakit lokal secara perlahan-lahan,” katanya.
Selain itu, dia juga turut prihatin dan mencemaskan  tentang kekha­watiran 
banyak pihak di daerah ini soal kehadiran RS Siloam di Ranah Minang memiliki 
misi khusus yang bertentangan dengan kultur budaya dan agama yang  dianut 
masyarakat Minangkabau. Apalagi hal itu menimbulkan keresahan Umat Islam di 
daerah ini.
Sementara itu pada Sabtu (18/5) sejumlah tokoh yang tergabung dalam Forum Ormas 
Sumatera Barat juga menolak pembangunan RS Siloam di Padang.  Karena diyakini 
akan merusak nilai adat dan agama masyarakat Minang­kabau yang mayoritas Islam. 
Hal Ini terungkap dalam hasil Rapat LKAAM Sumbar bersama 21 Ormas Sumatra 
Barat, pada Sabtu (18/5) lalu di kantor LKAAM Sumbar.
Menurut Ketua Forum Walina­gari Sumatera Barat, Asraferi Sabri menilai 
pembangunan RS Siloam akan berdampak terhadap kulture Sumbar yang menjunjung 
tinggi nilai ABS SBK, “Kita orang minang ini mayoritas islam, jika nantinya 
kita biarkan kaum nasrani masuk ke daerah yang menjunjung nilai adat dan agama 
ini, takutnya akan menodai, orang minang,”katanya kepada Wartawan.
Sementara itu Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minang­kabau (LKAAM) Sumbar M 
Sayuti Dt Rajo Pangulu juga mengatakan LKAAM Sumbar bersama dengan Ormas 
lainnya di Sumbar menolak pembangunan RS Siloam di Kota Padang. Dia juga 
membantah LKAAM Sumbar mendapat ban­tuan dana Rp50 juta dari Lippo Group, 
karena hingga saat ini dia selaku ketua tidak pernah diberi tahu apalagi 
menerima bantuan Rp50 juta dari LIppo Group.
Ormas Islam yang sebelumnya juga menyatakan penolakan terse­but yakni, Majelis 
Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau (MTKAAM) Sumbar, Paga Nagari Sumbar, 
Tetua Adat, Hizbul Tahrir Indonesia (HTI) Sumbar, Libas Sumbar dan lainnya. 
Mereka yang hadir dalam konferensi  pers itu antara lain Ketua Majelis Tinggi 
MTKAAM Sumbar Irfianda Abidin, Ketua Paga Nagari Sumbar Ibnu Aqil D Ghani, 
Tetua Adat Azwir Dt Rajo Malano, Fauzi dari HTI Sumbar, Ketua Libas Sumbar 
Khairul Amri dan lainnya.
Sekda Kota Padang H Syafril Basir SH menilai tuduhan dan kecurigaan Ormas Islam 
terhadap adanya agenda misionaris di balik mega proyek RS Silom yang 
terin­tegrasi dengan hotel, mal dan sekolah tidaklah benar.
Syafril Basir mengatakan Lippo Group sudah banyak mem­bangun rumah sakit di 
berbagai penjuru di Indonesia dan bisa dicek keab­sahannya. “Jika setelah 
beroperasi terlihat ada kegiatan yang melen­ceng, kita akan segera cabut 
izin­nya,” kata Syafril. (h/cw-lex/cw-eni)

http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=23546:rs-siloam-di-padang-perlu-ditinjau-ulang&catid=1:haluan-padang&Itemid=70
 
-- 

Wassalam


Nofend St. Mudo
36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend | YM: rankmarola 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
  

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke