Ajo Sur..

Di tangah kota Kuala Lumpur ado satu tampek namonyo 'kampung kerinci'..di 
negeri bahagian Perak, ado kabupaten(Daerah bahaso siko nyo)..Daerah Batang 
Padang..ndak jauah dari situ ado lo Kampung Batu Hampar.

Kok di Negeri sembilan ten, jan di sobuik lai, memang sambuah namo kampuang nan 
di ambiak lansuang dari kampuang asal niniak moyang nyo, seperti pikumboh, 
sarilomak, mungka, tanah datar, dll

Sakitu Dulu, 
Wassalam,

Ryan 46 Ipoh
My BlackBerry's juiced by DiGi. How about yours?
http://m.digilive.my/bbplans

-----Original Message-----
From: Lies Suryadi <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 23 May 2013 05:52:00 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Bls: [R@ntau-Net] Salam untuk Pak MN dan Pak Saaf dari Prof Usman Pelly

Ma nan adaptatif? Perantau Minang atau Perantau Batak?
 MENGAPA TIDAK ADA ‘KAMPUNG MINANG’? : Catatan tambahan untuk artikel Mathias 
Pandoe
Published By niadilova under Kajian Umum     

Menarik membaca artikel Mathias Pandoe, “Minangkabau Boulevart” (sic) yang 
dimuat Padang Ekspres (Jumat, 24 Oktober 2008). Artikel itu mendiskusikan 
mengapa perantau Minangkabau di banyak daerah di luar Sumatera Barat, termasuk 
luar negeri, tidak hidup dalam sebuah enclave seperti beberapa etnis lainnya?

Kalau di banyak kota ditemukan Kampung Cina, Kampung Keling, Kampung Nias, 
Kampung Bali, Kampung Bugis, dan Kampung Ambon, misalnya, mengapa tidak ada 
Kampung Minang? Mathias menjelaskan bahwa hal itu disebabkan “orang Minang 
merantau tidak mengelompok di satu kawasan, tapi menyebar dengan jarak agak 
jauh satu sama lain”. Tetapi mengapa sifat seperti itu muncul pada orang Minang?
 
Yang menarik sebenarnya penjelasan historis penulis mengenai hal ini yang, 
sayangnya, hanya disinggung sedikit saja dalam artikel itu. Tulisan ini ingin 
menokok-tambah sedikit penjelasan historis Mathias yang sepintas lalu itu. 
Analisis dan interpretasi saya didasarkan atas refleksi terhadap sumber-sumber 
pertama sejarah yang telah saya baca.
 
Seperti dikatakan dalam artikel Mathias Pandoe, Kampung Ambon, Kampung Cina, 
dan banyak kampung yang lain itu sudah terbentuk di kota-kota pantai di 
Nusantara jauh pada zaman lampau. Ada indikasi bahwa beberapa kampung seperti 
itu sudah muncul sebelum orang Eropa datang ke Nusantara. Tapi kebanyakan 
kampung seperti itu terbentuk setelah Orang Eropa, khususnya Belanda, mulai 
bercokol di Nusantara.
 
Konsolidasi penjajahan Belanda di Kepulauan Nusantara melalui serikat dagang 
VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie) sejak awal abad ke-17 telah ikut 
mempengaruhi struktur demografi kependudukan wilayah kepulauan ini. Banyak 
kelompok etnis melakukan penghijarahan dari daerah asalnya ke daerah lain, 
khususnya ke kota-kota pelabuhan. Migrasi itu ada yang dilakukan karena 
terpaksa (biasanya hal ini terkait dengan tugas militer dan perbudakan) dan ada 
yang dilakukan secara sukarela (biasanya karena motif ekonomi).
 
Selanjutnya: http://niadilova.blogdetik.com/index.php/archives/6
 
Salam,
Suryadi 

________________________________
 Dari: Dr. Saafroedin Bahar. <[email protected]>
Kepada: Rantau Net Rantau Net <[email protected]> 
Dikirim: Rabu, 22 Mei 2013 16:19
Judul: Re: [R@ntau-Net] Salam untuk Pak MN dan Pak Saaf dari Prof Usman Pelly
  

Bung Akmal, babarapo tahun nan lalu ado rencana ambo utk maadokan studi banding 
ttg urang Batak jo urang awak, tamasuak tantang pangaruah perbedaan sistem 
kekerabatan, patrilineal jo matrilineal. Alah ambo buek Term of Reference-nyo, 
tapi indak sempat ambo karajokan. Kok bung Akmal baminat, ambo cari dulu file 
ambo, bisa ambo kirimkan sekedar dokumentasi.
Wassalam,
SB.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke