TANAH DATAR — Kebakaran hebat melanda Jorong Nagari, Nagari Sumpur, Batipuh Selatan, Minggu (26/5) dinihari. Lima rumah gadang warisan kebesaran masa lalu Minangkabau punah seketika. Kerugian ditaksir mencapai Rp2 miliar.
“Ada lima rumah gadang yang habis dimakan api, ditambah satu kedai. Rumah gadang itu merupakan bukti kejayaan masa lalu Minangkabau di Jorong Nagari. Kondisinya masih asli,” ujar Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja (Sosnaker) Tanah Datar, Sri Lestari, kepada Singgalang di tempat kejadian peristiwa (TKP). Dikatakan, kawasan Jorong Nagari yang memiliki puluhan rumah gadang warisan masa lalu, sejak beberapa waktu lalu direncakanan akan dijadikan studio alam oleh Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang dan telah dikunjungi sejumlah tokoh seni budaya di Indonesia. Dengan puluhan rumah gadang itu, katanya, suasana di Jorong Nagari benar-benar mencerminkan suasana Minangkabau tempo dulu. Rumah gadang yang hangus terbakar itu, menurut Sri terdiri dari milik Johan tanpa penghuni, Tini Laidin yang dihuninya bersama Darmawan, Nopi, Upiak, Rika dan Meya. Rumah gadang lainnya adalah milik dan dihuni Roswenidar dan Rina, Yasnida, Nurbeti, Muklis yang dihuni bersama Nurbaiti dan Yasnida, milik Ernawati, dan sebuah warung milik Tini yang dihuni Rawita, Erniswadra, Pipi (masih sekolah di SMP), dan Indah (murid kelas V SD). Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar, Altri Suandi, menjelaskan, setelah mendapat laporan terjadinya peristiwa kebakaran, pihaknya langsung menerjunkan tiga unit armada pemadam kebakaran ke lokasi. Sejumlah armada pemadam bantuan dari Padang Panjang dan Kabupaten Solok pun turut membantu menjinakkan si jago merah yang mengamuk. Salah seorang pewaris rumah gadang di Jorong Nagari yang kini menjadi anggota DPRD Padang Panjang, Kamrita, mengatakan, rumah gadang yang terbakar telah berusia ratusan tahun. Karena kondisi kayu dan atap yang sudah tua dimakan usia itu pulalah, diduga menjadi penyebab api begitu cepat membesar dan memamah bangunan-bangunan yang ada di sekitarnya. Api berhasil dijinakkan sekitar satu jam kemudian. Sebab-sebab pasti kebakaran dan kerugian yang diderita, hingga kemarin masih dalam tahap penelitian oleh aparat terkait. Bupati M. Shadiq Pasadigoe, segera menuju lokasi kejadian ketika mendapat laporan peristiwa itu. Bupati berharap, kepada segenap warganya yang tekena musibah agar bisa tabah dalam menghadapi cobaan dari Yang Maha Kuasa. “Saya berharap para korban bisa tabah. Kepada SKPD terkait di lingkungan pemkab Tanah Datar agar berkoordinasi dengan baik dalam penanganan bencana ini,” tegasnya. Studio alam Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, Prof. Mahdi Bahar kepada Singgalang dalam beberapa kesempatan menyatakan, pihaknya berminat menjadikan Jorong Nagari sebagai studio alam. Atas niat itu pulalah, beberapa bulan lalu pihaknya mengajak Dewan Kurator ISI melakukan kunjungan ke sana, termasuk di antaranya Meutia Hatta, Basril Djabar, Fadli Zon, Taufiq Ismail dan sejumlah tokoh lainnya. “Rumah gadang ini merupakan warisan budaya yang tak terhingga nilainya. Semua termaktub di sana, mulai dari sosiologis sampai kepada arsitektur, seni ukir, konstruksi, teknik sipil, dan sebagainya. Apa yang ditemukan di sini, menjadi sangat berharga bila dikelola dan dipelihara dengban serius,” ucapnya. Di Jorong Nagari pernah ada sekitar 250-an rumah gadang. Didirikan sekitar abad 16 dan 17. Kondisinya pada umumnya memang sudah amat memprihatinkan. Yang tersisa hanya sekitar 50-an. Berada di Jorong nagari, terasa berada di Minangkabau zaman dahulu kala. (211) Harian Singgalang | Tanggal 27 May 2013 http://hariansinggalang.co.id/kebakaran-hebat-landa-sumpur/ -- * * *Wassalam * *Nofend St. Mudo 36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola * -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
