Prof. Herman, walau tak seluruhnya bisa saya fahami, namun terima kasih atas 
pecerahan ini. Subhanallah.  

Wassalam, 
SB. 

Sent from my iPad

On May 27, 2013, at 10:39 PM, Herman Moechtar <[email protected]> wrote:

> 
> GEODINAMIKA, aspek penting dalam memahami Kebencanaan Geologi
> 
> Tektonik
> 
> Secara umum, fenomena tektonik yang mempengaruhi proses pengendapan sudah 
> menjadi bahan kajian dan telaahan di masa lalu, terutama aktivitas tektonik 
> global yang mempunyai kurun waktu panjang. Tektonik global berdampak besar 
> pada perubahan permukaan bumi secara menyeluruh. Tektonik global yang 
> dimaksud antara lain gerakan lempeng kulit bumi, yaitu blok bumi yang kaku 
> (rigid block) dan lapisan selubung bagian atas (upper mantle). Ulah dari 
> tektonik global inilah yang menyebabkan permukaan bumi dari waktu ke waktu 
> mengalami perubahan secara menyeluruh. Perubahan yang dimaksud terkait sudah 
> barang tentu memiliki skala waktu tertentu, dan dimasa lalu aspek struktur 
> geologi dan petrologi terkait kejadian tersebut sering disebut sebagai 
> analisa geodinamika. 
> 
> Yang tidak kalah pentingnya sehubungan fenomena tektonik adalah implikasinya 
> terhadap timbulnya gerak vertikal dan lateral. Gerakan itu bersumber dari 
> gaya mampatan (compression), tarikan (tension), dan penggerusan (shearing) 
> yang mengubah permukaan alas atau dasar suatu cekungan (base level). Secara 
> regional, proses dan peristiwa itu menghasilkan lipatan dan sesar (patahan), 
> yang biasanya diikuti dengan bentukan sejenis yang sifatnya lokal. Sesar 
> aktif Sumatera di Indonesia Barat dan Sesar Palu-Koro di Indonesia Timur yang 
> kita ketahui sekarang memiliki makna sebagai tektonik regional. Sudah barang 
> tentu antara tektonik regional dan tektonik global saling berkaitan satu sama 
> lainnya, namun kejelasan dari skala waktu aktivitas tersebut tidaklah mudah 
> untuk dikalkulasi dan masih siperdebatkan. Ini berarti bahwa masalah 
> priodisiti suatu kejadian fenomena bumi masih terus berkembang.
> 
> Turun-naiknya dasar cekungan memberi kepekaan terhadap kelangsungan proses 
> sedimentasi sistem sungai, sehingga alur-alur sungai akan mengalami 
> pergeseran (shifting) dan saling potong-memotong (stacking), termasuk 
> lingkungan lainnya seperti pantai, rawa, danau dan sebagainya. Ringkasnya, 
> turun-naiknya alas cekungan akibat tektonik akan memberikan dampak tidak 
> menerusnya perkembangan suatu fasies di cekungan, dan perubahan fasies inilah 
> yang sangat penting di dalam menganalisa suatu efek tektonik terhadap proses 
> sedimentasi yang sedang berlangsung di suatu cekungan.
> 
> Fluktuasi Muka Laut
> 
> Dilain pihak, perubahan muka laut secara global (eustatic sea-level changes) 
> merupakan suatu daur perulangan dari berubahnya muka laut, selain merupakan 
> suatu rangkaian siklus pengendapan. Berubahnya volume air di samudera yang 
> menyebabkan naik atau turunnya muka laut dapat bersifat global, regional 
> ataupun lokal. Perubahan global dari turun-naiknya muka laut tersebut 
> disebabkan oleh mencairnya lapisan es (glacio eustatic changes), dan proses 
> tektonik global (tectono eustatic changes). Sedangkan perubahan muka laut 
> secara regional kemungkinan berhubungan dengan tektonik regional, sebaliknya 
> perubahan muka laut lokal dapat disebabkan oleh tektonik dan proses 
> sedimentasi yang sifatnya setempat atau mungkin ada tektonik yang sifatnya 
> lokal ?.
> 
> Mekanisme, skala waktu, dan kecepatan perubahan muka laut dipengaruhi oleh 
> berbagai faktor, antara lain: (1) perubahan panas/temperatur (oceanic steric/ 
> termohalitevolume changes), (2) pertambahan dan mencairnya es (glacial and 
> wastage), (3) suplai air yang berasal dari kontinen (liquid water on land), 
> dan (4) deformasi kerakbumi (crustal deformation).
> 
> Ordo turun-naiknya muka laut dapat dibedakan menjadi 5 ordo, yaitu:
> 1. Ordo 1 (200-400 juta tahun), yang kejadiannya berkaitan dengan pembentukan 
> super kontinen 
> 2. Ordo 2 (10-100 juta tahun), yang pembentukannya berhubungan dengan 
> perubahan punggungan samudera karena kecepatan pemekaran yang menghasilkan 4 
> kontinen besar, atau identik dengan kelompok dari ordo 3 turun-naiknya muka 
> laut
> 3. Ordo 3 (1-10 juta tahun), adalah fluktuasi muka laut yang identik dengan 
> konsep sikuen stratigrafi berdasarkan metode Exxon
> 4. Ordo 4 (200.000-500.000 tahun), yang terkait dengan perubahan iklim
> 5. Ordo 5 (10.000-200.000 tahun), yang berhubungan dan mengikuti sirkulasi 
> iklim
> 
> Kejadian fluktuasi muka laut akibat pencairan es secara menyeluruh telah 
> dibuktikan melalui analisis sedimen Kuarter. Analisis tersebut menunjukkan 
> adanya perubahan rasio isotop oksigen dari foraminifera planktonik dan 
> bentonik yang terkandung pada sedimen laut. Sebaliknya, Ordo 4 dan Ordo 5 
> merupakan perubahan global dari muka laut yang kejadiannya mengikuti siklus 
> Milankovitch.
> 
> Perubahan Iklim
> 
> Awal tahun 1990 tepatnya 1993, telah disepakati bahwa sirkulasi iklim selama 
> puluhan ribu hingga jutaan tahun telah didefinisikan sebagai suatu ragam 
> sebaran tenaga matahari (solar energy) yang mempengaruhi perubahan iklim dan 
> sirkulasi samudera. Secara klasik, runtunan siklus atau perulangan proses 
> pembentukan batuan sedimen telah didokumentasikan dan diakui berhubungan 
> dengan tenaga tata surya. 
> 
> Mekanisme pembentukan fasies aluvial sungai sangat peka terhadap perubahan 
> iklim. Bukan saja terhadap fasies aluvial akan tetapi mencakup pada sebagian 
> besar fasies yang membentuk batuan sedimen. Hal ini dikarenakan terbentuknya 
> fasies batuan sedimen adalah berasal dari proses sedimentasi yang memiliki 
> energi aliran, sedangan energi aliran tergantung pada besar kecilnya jumlah 
> volume air. Jumlah volume air sudah barang tentu memiliki hubungan dengan 
> tingkat kelembaban yang nota bene bergantung pada perubahan iklim. 
> 
> Siklus Milankovitch didasari oleh parameter dari kelainan bumi ketika 
> mengitari matahari, yang disebabkan oleh gaya gravitasi tata surya lainnya 
> terhadap bumi. Peristiwa itu memicu terjadinya variasi kitaran bumi terhadap 
> matahari, yaitu: (1) kelainan bumi mengitari matahari/ 95.000 tahun 
> (eccentricity), (2) perubahan kemiringan sumbu bumi sewaktu mengitari 
> matahari/40.000 tahun (obliquity), dan (3) berubahnya kemiringan sumbu bumi 
> sewaktu mengitari matahari/21.000 tahun (precession). Secara teoritis, 
> sirkulasi kelembaban relatif akan mengikuti posisi dan kedudukan garis 
> lintang. Oleh karenanya, Siklus Milankovitch berawal dari iklim optimum 
> menuju minimum dan kembali ke optimum. 
> 
> Lalu bagaimana ?, sebetulnya tidaklah sulit untuk memahami fenomena alam 
> terkait Bencana, dan hakekatnya kejadian atau peristiwa tersebut bukan tidak 
> dapat diramalkan akan tetapi manusia belum memiliki kemampuan melakukannya. 
> Hal yang penting untuk diketahui sebagai langkah awal yaitu, pada hakekatnya 
> bencana itu saling terkait satu sama lainnya dan memiliki sekala waktu. 
> Indonesia surga untuk melakukan penelitian tersebut. Karena wilayah Kita 
> merupakan surga pempelajaran perubahan iklim sebagai wilayah tropis, memiliki 
> tektonik dan berubahnya muka laut yang rumit ditambah dengan kegiatan erupsi 
> gunungapi. Kesemuanya tidak bisa dipilah karena saling berkontaminasi. 
> Selamat mengkorelasikannya. Wassalam.
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
> Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>  
>  

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke