GEODINAMIKA, aspek penting dalam memahami Kebencanaan Geologi
 
 Tektonik
 

 Secara umum, fenomena tektonik yang mempengaruhi proses pengendapan 
sudah menjadi bahan kajian dan telaahan di masa lalu, terutama aktivitas
 tektonik global yang mempunyai kurun waktu panjang. Tektonik global 
berdampak besar pada perubahan permukaan bumi secara menyeluruh. 
Tektonik global yang dimaksud antara lain gerakan lempeng kulit bumi, 
yaitu blok bumi yang kaku (rigid block) dan lapisan selubung bagian atas
 (upper mantle). Ulah dari tektonik global inilah yang menyebabkan 
permukaan bumi dari waktu ke waktu mengalami perubahan secara 
menyeluruh. Perubahan yang dimaksud terkait sudah barang tentu memiliki 
skala waktu tertentu, dan dimasa lalu aspek struktur geologi dan 
petrologi terkait kejadian tersebut sering disebut sebagai analisa 
geodinamika. 
 
 Yang tidak kalah pentingnya sehubungan fenomena 
tektonik adalah implikasinya terhadap timbulnya gerak vertikal dan 
lateral. Gerakan itu bersumber dari gaya mampatan (compression), tarikan
 (tension), dan penggerusan (shearing) yang mengubah permukaan alas atau
 dasar suatu cekungan (base level). Secara regional, proses dan 
peristiwa itu menghasilkan lipatan dan sesar (patahan), yang biasanya 
diikuti dengan bentukan sejenis yang sifatnya lokal. Sesar aktif 
Sumatera di Indonesia Barat dan Sesar Palu-Koro di Indonesia Timur yang 
kita ketahui sekarang memiliki makna sebagai tektonik regional. Sudah 
barang tentu antara tektonik regional dan tektonik global saling 
berkaitan satu sama lainnya, namun kejelasan dari skala waktu aktivitas 
tersebut tidaklah mudah untuk dikalkulasi dan masih siperdebatkan. Ini 
berarti bahwa masalah priodisiti suatu kejadian fenomena bumi masih 
terus berkembang.
  
 Turun-naiknya dasar cekungan memberi 
kepekaan terhadap kelangsungan proses sedimentasi sistem sungai, 
sehingga alur-alur sungai akan mengalami pergeseran (shifting) dan 
saling potong-memotong (stacking), termasuk lingkungan lainnya seperti 
pantai, rawa, danau dan sebagainya.  Ringkasnya, turun-naiknya alas 
cekungan akibat tektonik akan memberikan dampak tidak menerusnya 
perkembangan suatu fasies di cekungan, dan perubahan fasies inilah yang 
sangat penting di dalam menganalisa suatu efek tektonik terhadap proses 
sedimentasi yang sedang berlangsung di suatu cekungan.
 
 Fluktuasi Muka Laut
 

 Dilain pihak, perubahan muka laut secara global (eustatic sea-level 
changes) merupakan suatu daur perulangan dari berubahnya muka laut, 
selain merupakan suatu rangkaian siklus pengendapan. Berubahnya volume 
air di samudera yang menyebabkan naik atau turunnya muka laut dapat 
bersifat global, regional ataupun lokal. Perubahan global dari 
turun-naiknya muka laut tersebut disebabkan oleh mencairnya lapisan es 
(glacio eustatic changes), dan proses tektonik global (tectono eustatic 
changes). Sedangkan perubahan muka laut secara regional kemungkinan 
berhubungan dengan tektonik regional, sebaliknya perubahan muka laut 
lokal dapat disebabkan oleh tektonik dan proses sedimentasi yang 
sifatnya setempat atau mungkin ada tektonik yang sifatnya lokal ?.
 

 Mekanisme, skala waktu, dan kecepatan perubahan muka laut dipengaruhi 
oleh berbagai faktor, antara lain: (1) perubahan panas/temperatur 
(oceanic steric/ termohalitevolume changes), (2) pertambahan dan 
mencairnya es (glacial and wastage), (3) suplai air yang berasal dari 
kontinen (liquid water on land), dan (4) deformasi kerakbumi (crustal 
deformation).
 
 Ordo turun-naiknya muka laut dapat dibedakan menjadi 5 ordo, yaitu:
 1. Ordo 1 (200-400 juta tahun), yang kejadiannya berkaitan dengan pembentukan 
super kontinen 

 2. Ordo 2 (10-100 juta tahun), yang pembentukannya berhubungan dengan 
perubahan punggungan samudera karena kecepatan pemekaran yang 
menghasilkan 4 kontinen besar, atau identik dengan kelompok dari ordo 3 
turun-naiknya muka laut
 3. Ordo 3 (1-10 juta tahun), adalah fluktuasi muka laut yang identik dengan 
konsep sikuen stratigrafi berdasarkan metode Exxon
 4. Ordo 4 (200.000-500.000 tahun), yang terkait dengan perubahan iklim
 5. Ordo 5 (10.000-200.000 tahun), yang berhubungan dan mengikuti sirkulasi 
iklim
 

 Kejadian fluktuasi muka laut akibat pencairan es secara menyeluruh 
telah dibuktikan melalui analisis sedimen Kuarter. Analisis tersebut 
menunjukkan adanya perubahan rasio isotop oksigen dari foraminifera 
planktonik dan bentonik yang terkandung pada sedimen laut. Sebaliknya, 
Ordo 4 dan Ordo 5 merupakan perubahan global dari muka laut yang 
kejadiannya mengikuti siklus Milankovitch.
 
 Perubahan Iklim
 

 Awal tahun 1990 tepatnya 1993, telah disepakati bahwa sirkulasi iklim 
selama puluhan ribu hingga jutaan tahun telah didefinisikan sebagai 
suatu ragam sebaran tenaga matahari (solar energy) yang mempengaruhi 
perubahan iklim dan sirkulasi samudera. Secara klasik, runtunan siklus 
atau perulangan proses pembentukan batuan sedimen telah didokumentasikan
 dan diakui berhubungan dengan  tenaga tata surya. 
 
 Mekanisme 
pembentukan fasies aluvial sungai sangat peka terhadap perubahan iklim. 
Bukan saja terhadap fasies aluvial akan tetapi mencakup pada sebagian 
besar fasies yang membentuk batuan sedimen. Hal ini dikarenakan 
terbentuknya fasies batuan sedimen adalah berasal dari proses 
sedimentasi yang memiliki energi aliran, sedangan energi aliran 
tergantung pada besar kecilnya jumlah volume air. Jumlah volume air 
sudah barang tentu memiliki hubungan dengan tingkat kelembaban yang nota
 bene bergantung pada perubahan iklim. 
 
 Siklus Milankovitch 
didasari oleh parameter dari kelainan bumi ketika mengitari matahari, 
yang disebabkan oleh gaya gravitasi tata surya lainnya terhadap bumi. 
Peristiwa itu memicu terjadinya variasi kitaran bumi terhadap matahari, 
yaitu: (1) kelainan bumi mengitari matahari/ 95.000 tahun 
(eccentricity), (2) perubahan kemiringan sumbu bumi sewaktu mengitari 
matahari/40.000 tahun (obliquity), dan (3) berubahnya kemiringan sumbu 
bumi sewaktu mengitari matahari/21.000 tahun (precession). Secara 
teoritis, sirkulasi kelembaban relatif akan mengikuti posisi dan 
kedudukan garis lintang. Oleh karenanya, Siklus Milankovitch berawal 
dari iklim optimum menuju minimum dan kembali ke optimum. 
 
 Lalu
 bagaimana ?, sebetulnya tidaklah sulit untuk memahami fenomena alam 
terkait Bencana, dan hakekatnya kejadian atau peristiwa tersebut bukan 
tidak dapat diramalkan akan tetapi manusia belum memiliki kemampuan 
melakukannya. Hal yang penting untuk diketahui sebagai langkah awal 
yaitu, pada hakekatnya bencana itu saling terkait satu sama lainnya dan 
memiliki sekala waktu. Indonesia surga untuk melakukan penelitian 
tersebut. Karena wilayah Kita merupakan surga pempelajaran perubahan 
iklim sebagai wilayah tropis, memiliki tektonik dan berubahnya muka laut
 yang rumit ditambah dengan kegiatan erupsi gunungapi. Kesemuanya tidak 
bisa dipilah karena saling berkontaminasi. Selamat mengkorelasikannya. 
Wassalam.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke