Terima kasih bung Taufiq. Kita tunggu penjelasan lebih lanjut dari tiga 
penerima ' permen Lippo ' ini, yaitu LKAAM Sumbar, Majelis taklim ( Namanya tak 
jelas ) dan FK Unand.

Wassalam,
SB. 

Sent from my iPad

On Jun 2, 2013, at 1:26 AM, [email protected] wrote:

> 
> 
> Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Sumbar dan PW Ai­syiah Sumbar TOLAK 
> RS SILOAM
> 
> Sabtu, 01 Juni 2013
> AISYIAH KEMBALIKAN BANTUAN LIPPO GROUP
> 
> PADANG,HALUAN — Pe­nolakan terhadap pendirian Rumah Sakit (RS) Siloam milik 
> Lippo Group di Padang semakin deras. Setelah be­berapa Ormas Islam menolak 
> proyek itu dan berikutnya dibarengi pula dengan surat terbuka tokoh Sumbar 
> Moch­tar Naim yang juga menolak mentah-mentah RS Siloam, berikutnya giliran 
> Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Sumbar dan PW Ai­syiah Sumbar yang 
> mela­kukan hal sama.
> 
> Pimpinan Wilayah Ai­syiah (PWA) Sumbar bahkan mengembalikan lagi bantuan Rp50 
> juta dari Group Lippo yang diberikan kepada Ai­syiah pada Peletakan Batu 
> Pertama RS Siloam, Jumat (10/5) lalu di kasawan Jl Sudirman Padang. Alasan 
> pengembalian, selain awalnya pihak Aisyiah tidak tahu bahwa bantuan tersebut 
> dari Lippo Group, bantuan itu juga telah menimbulkan polemik dan keraguan di 
> masyarakat yang pada akhirnya menjadikan status bantuan itu bersifat subhat.
> 
> Ketua Dewan Syuro DDII Sum­bar H Masfar Rasjid dan Ketua DDII Sumbar Ahmad 
> Kosasih dalam relisnya yang dikirimkan secara resmi ke redaksi Haluan 
> menyatakan dengan tegas menolak pendirian RS Siloam di Ranah Minang. 
> Penolakan itu berdasarkan musyawarah pengurus DDII Sumbar yang dihadiri 
> Majelis Syura, Majelis Pakar dan seluruh Pengurus Dewan Da’wah Sumbar, Minggu 
> (26/5) lalu.
> 
> Alasan penolakan adalah; per­tama, James T. Riyadi adalah tokoh misionaris 
> Kristen Internasional yang telah melanglang buana dalam kegiatan misionaris, 
> seperti beru­saha membangun 100.000 sekolah misionaris Kristen, membangun 
> gereja terbesar dan termegah di Asia Tenggara yang terletak di Jakarta. 
> Termasuk juga seorang yang menjadi donatur dari Calon Presiden AS, Bill 
> Clinton.
> 
> Kedua, kata “siloam” memiliki dua pengertian yaitu “utusan” dan nama sebuah 
> kolam yang diyakini oleh umat Nashraniy sebagai sumber air suci dan pernah 
> dipakai Nabi Isa as untuk pengobatan. Penggunaan nama ini mengingatkan kita 
> supaya waspada terhadap upaya-upaya terselubung di balik pendirian Rumah 
> sakit tersebut.
> 
> Ketiga, mengingatkan umat Islam Minangkabau akan “luka lama” yaitu kasus 
> Rumah Sakit Baptis Emanuel di Bukittinggi yang telah ditolak di Bukittinggi 
> sekitar tahun 1980-an dan dipindahkan ke Lampung. Namun peristiwa terse­but 
> telah menyebabkan 9 orang Mahasiswa Islam di Bukittinggi dipenjarakan.
> 
> Keempat, RS Siloam merupakan salah satu bukti kapitalisasi di bidang 
> kesehatan. Sebagaimana diketahui, kesehatan menyangkut hajat hidup orang 
> banyak. Urusan kesehatan tidak diperbolehkan diserahkan kepada mekanisme 
> pasar dan swasta. Harus meng­hindari terjadinya pengobatan menjadi barang 
> mewah dan hanya kalangan atas saja yang berhak mendapatkan pengobatan yang 
> layak. Hal ini menjadi celah bagi upaya pemurtadan umat Islam. Orang miskin 
> yang beragama Islam, dikhawatirkan pengobatan gratis di rumah sakit Kristen 
> dengan syarat berpindah agama.
> 
> Kelima, dengan latar belakang pemilik Lippo Group dan penamaan Rumah Sakit 
> dengan nama “Siloam “dan track record Pemilik Lippo Group yang kental dengan 
> agenda-agenda kristenisasi maka menjadi kekhawatiran dapat menodai filosofi 
> di ranah minang, yaitu : Adaik Basandi Syara’ , Syara’ basandi Kitabullah.
> 
> Berikutnya DDII Sumbar men­desak; pertama Pemko Padang segera mencabut izin 
> pendirian Rumah Sakit Siloam. Kedua, menga­jak seluruh elemen masyarakat 
> menolak segala bentuk Proyek Lippo Group di ranah minang, untuk menjaga anak 
> kemenakan kita dari bahaya kristenisasi.
> 
> PW Aisyiah Sumbar Juga Menolak
> 
> Ketua (PW) Ketua Aisyiyah Sumatera Barat Meiliarni Rusdi, mengembalikan 
> pemberian Lippo Group untuk panti asuhan Aisyiyah sebesar Rp50 juta. Hal ini 
> dikare­nakan, bantuan yang diterima terse­but bersifat meragukan (syubhat).
> 
> Diakatakan Meiliarni, di orga­nisasi Aisyiyah yang berada diba­wah nauangan 
> Muhammadiyah ini, sesuatu bantuan yang bersifat syubhat, sebaiknya tidak 
> diterima. Disebut syubhat, karena pemberian bantuan disertai ada kepentingan 
> di belakanganya.
> 
> Dalam aturan di organisasi ini, bantuan tidak boleh mengikat. Artinya, ketika 
> bantuan diberikan, memang sepenuhnya digunakan untuk kepentingan bantuan.
> 
> Terkait diberikannya bantuan bagi panti asuhan, menurut Mei­liarni, pada 
> awalnya, pihaknya sama sekali tidak mengetahui siapa yang memberi bantuan.
> 
> “Pada waktu itu, walikota yang mengatakan kami mendapat ban­tuan. Karena 
> walikota mengatakan, jadi turuti saja dulu, tanpa ada rasa kecurigaan 
> sedikitpun,” jelas­nya, Jumat (3
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>  1. E-mail besar dari 200KB;
>  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
>  3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
> Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
> 
> 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke