Sidang Palanta yth,
Terkait investasi Lippo di Padang, ambo labiah mancaliak dari sisi proses
sajo yg mungkin urang ndak terlalu fokus ka situ. apo sabananyo konsep
pamimpin awak ttg investasi di Sumbar dikaitkan jo ABS-SBK? Itu pertanyaan
kuncinyo karena investasi ko kan 'rancak, asalkan..."
Berikut ambo sertakan tulisan pendek ambo ka palanta ko, 2 minggu lalu
vertsi agak panjangnyo lah ambo kirim ka koran lokal, tp mungkin ndak
dimuek karena mungkin dianggap masih mantah, judulnyo INVESTASI DI NEGERI
ABS-SBK
salam
Donard
........Di sini kita menukik ke permasalahan investasi di
Sumatera Barat-suatu negeri berbasis ABS-SBK. Pilihan mana yang akan kita
ambil? Penulis hendak memberikan ilustrasi penerapan sederhana salah satu
praktik demokrasi di negara Barat. Di tempat tinggal penulis saat ini, di
Nedlands, Western Australia, tahun lalu terjadi perdebatan seputar rencana
pembangunan pusat perbelanjaan baru. Investor mengajukan rencana tersebut
ke pemerintah daerah setempat, dan itu kemudian diumumkan pemerintah ke
warga secara rinci perihal implementasi dan dampak rencana tersebut.
Diadakanlah beberapa kali pertemuan bersama (*public meeting*) yang
melibatkan segenap pihak yang terlibat dan berkemungkina terkena dampak
investasi.
Ratusan warga datang pada *public meeting* tersebut dan mayoritas dari
mereka menolak investasi tersebut. Alasannya beragam, diantaranya
kekhawatiran mereka investasi ini akan mengusik ketenangan mereka, akan
mengakibatkan kemacetan, serta akan menghilangkan bangunan lama yang
menurut warga mencirikan nilai-nilai lokal. Satu alasan lain yang cukup
menarik adalah mereka takut pusat perbelanjaan raksasa Woolworth akan
mematikan supermarket lokal IGA. Intinya, di sana ada proses, ada dialog,
ada hak bersuara bahkan sebelum investasi diizinkan.
*Investasi Lippo*
Banyak pihak terperangah dengan investasi Lippo karena mereka merasa tidak
diajak bicara tentang itu sebelumnya. Tidak lama kemudian, penolakan
menjadi mengerucut pada isu agama (kristenisasi) yang diwakili oleh
kehadiran Rumah Sakit Siloam. Suara-suara individu maupun organisasi massa
terus nyaring terdengar. Salah satu pesan yang hendak mereka kirimkan bahwa
mereka tidak rela bahwa di negeri ABS-SBK, masalah investasi disempitkan
hanya menjadi masalah ekonomi atau untung-rugi semata. Karena jika hanya
demikian, umumnya ekonom akan cenderung menganggap investasi ini akan
positif dan penting dalam menggerakkan perekonomian Sumatera Barat
sebagaimana ini akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap masa depan
Sumatera Barat.
Penulis secara umum hanya ingin mengingatkan dua poin penting di sini.
Pertama, apakah negeri ABS-SBK seharusnya meniru gaya demokrasi di negara
seperti Australia sebagaimana disampaikan di awal tulisan ini. Jika iya,
mengapa tidak dilakukan? Jika tidak, apa pilihan lainnya? Apakah cukup
dengan menyampaikan bahwa investasi Lippo ini bagus bagi Sumatera Barat?
Tanpa transparansi, orang kemudian bisa bertanya-tanya ada apa di balik
rencana investasi ini, dan apa maksud dan peran para pengambil kebijakan
dalam investasi ini. Jika maksud dari persetujuan investasi ini hanya untuk
kepentingan citra politik semata, tentu kita menjadi gundah. Pengalaman
sebelumnya menunjukkan bahwa maksud dan implementasi yang tidak sinkron
mengakibatkan masalah besar di kemudian hari.
Poin kedua yang hendak penulis tekankan adalah perihal peran Tungku Tigo
Sajarangan. Dimana peran mereka dalam investasi di Sumatera Barat? Apakah
mereka cukup hanya menjadi juru stempel belaka? Jika tidak, peran Tungku
Tigo Sajarangan mungkin bisa menjadi faktor pembeda dalam hal investasi di
ranah Minangkabau.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.