Ciek lai Donald,
Beda di nagari barat: investasi jo jarang ado baun agamo di dalamnyo. Mungkin 
dalam kasus LIPPO ko indak mungkin ado asok kalau ndak ado api. Satau ambo 
kaik-kaik'an ka agamo ko indak pernah tadanga doh jo investasi konglomerat2 
Cino nan lain, mulai dari Om Lim dulu sampai ka nan lain2. Baa mako tibo di JT 
Riyadi ko babaun angik bana soal misi penginjilan ko? Tantu inyo (JT Riyadi) ko 
sendiri nan bisa manjalehan. BAA KOK KITO UNDANG BALIAU KO DALAM DIALOG PUBLIK 
DI PADANG? Bia tau sam tau awak rang Minang nan basamo.
 
Salam,
Suryadi
 
 

________________________________
 Dari: Donard Games <[email protected]>
Kepada: [email protected] 
Dikirim: Senin, 3 Juni 2013 6:21
Judul: [R@ntau-Net] investasi di negeri ABS-SBK
  


Sidang Palanta yth,

Terkait investasi Lippo di Padang, ambo labiah mancaliak dari sisi proses sajo 
yg mungkin urang ndak terlalu fokus ka situ. apo sabananyo konsep pamimpin awak 
ttg investasi di Sumbar dikaitkan jo ABS-SBK? Itu pertanyaan kuncinyo karena 
investasi ko kan 'rancak, asalkan..."

Berikut ambo sertakan tulisan pendek ambo ka palanta ko, 2 minggu lalu vertsi 
agak panjangnyo lah ambo kirim ka koran lokal, tp mungkin ndak dimuek karena 
mungkin dianggap masih mantah, judulnyo INVESTASI DI NEGERI ABS-SBK

salam
Donard



            ........Di sini kita menukik ke permasalahan
investasi di Sumatera Barat-suatu negeri berbasis ABS-SBK. Pilihan mana yang
akan kita ambil?  Penulis hendak memberikan ilustrasi penerapan sederhana salah 
satu
praktik demokrasi di negara Barat. Di tempat tinggal penulis saat ini, di 
Nedlands, Western
Australia, tahun lalu terjadi perdebatan seputar rencana pembangunan pusat
perbelanjaan baru. Investor mengajukan rencana tersebut ke pemerintah daerah
setempat, dan itu kemudian diumumkan pemerintah ke warga secara rinci perihal
implementasi dan dampak rencana tersebut. Diadakanlah beberapa kali pertemuan
bersama (public meeting) yang
melibatkan segenap pihak yang terlibat dan berkemungkina terkena dampak
investasi. 
Ratusan
warga datang pada public meeting tersebut dan mayoritas dari mereka menolak 
investasi tersebut. Alasannya
beragam, diantaranya kekhawatiran mereka investasi ini akan mengusik ketenangan
mereka, akan mengakibatkan kemacetan, serta akan menghilangkan bangunan lama
yang menurut warga mencirikan nilai-nilai lokal. Satu alasan lain yang cukup
menarik adalah mereka takut pusat perbelanjaan raksasa Woolworth akan mematikan
supermarket lokal IGA. Intinya, di sana ada proses, ada dialog, ada hak bersuara
bahkan sebelum investasi diizinkan. 
             
  
Investasi Lippo 
Banyak
pihak terperangah dengan investasi Lippo karena mereka merasa tidak diajak
bicara tentang itu sebelumnya. Tidak lama kemudian, penolakan menjadi
mengerucut pada isu agama (kristenisasi) yang diwakili oleh kehadiran Rumah
Sakit Siloam. Suara-suara individu
maupun organisasi massa terus nyaring terdengar. Salah satu pesan yang hendak
mereka kirimkan bahwa mereka tidak rela bahwa di negeri ABS-SBK, masalah
investasi disempitkan hanya menjadi masalah ekonomi atau untung-rugi semata.
Karena jika hanya demikian, umumnya ekonom akan cenderung menganggap investasi
ini akan positif dan penting dalam menggerakkan perekonomian Sumatera Barat
sebagaimana ini akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap masa depan
Sumatera Barat. 
Penulis
secara umum hanya ingin mengingatkan dua poin penting di sini.
Pertama, apakah negeri ABS-SBK seharusnya meniru gaya demokrasi di negara
seperti Australia sebagaimana disampaikan di awal tulisan ini. Jika iya,
mengapa tidak dilakukan? Jika tidak, apa pilihan lainnya? Apakah cukup dengan
menyampaikan bahwa investasi Lippo ini bagus bagi Sumatera Barat? Tanpa
transparansi, orang kemudian bisa bertanya-tanya ada apa di balik rencana
investasi ini, dan apa maksud dan peran para pengambil kebijakan dalam
investasi ini. Jika maksud dari persetujuan investasi ini hanya untuk
kepentingan citra politik semata, tentu kita menjadi gundah. Pengalaman
sebelumnya menunjukkan bahwa maksud dan implementasi yang tidak sinkron
mengakibatkan masalah besar di kemudian hari. 
Poin
kedua yang hendak penulis tekankan adalah perihal peran Tungku Tigo Sajarangan.
Dimana peran mereka dalam investasi di Sumatera Barat? Apakah mereka cukup
hanya menjadi juru stempel belaka? Jika tidak, peran Tungku Tigo Sajarangan
mungkin bisa menjadi faktor pembeda dalam hal investasi di ranah Minangkabau. 
 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke