Tanggal 04 June 2013 SOLOK – Kekhawatiran warga dan Pemerintah Kabupaten Solok terhadap isu pergantian nama Tour de Singkarak (TdS) terjawab sudah. Nama iven itu tak akan diganti. TdS yang telah berlangsung lima kali, menurut Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar di Singkarak, Senin (3/6), tidak mungkin diganti namanya karena sejarah cukup tinggi dengan Danau Singkarak. <http://hariansinggalang.co.id/wp-content/uploads/2013/06/TdS-Stage-3.jpg>
TDS 2013 Stage 3 “Sama seperti nama saya. Masa nama saya diganti jadi Jon Sapta. Orang tua saya akan marah, “ kata Sapta. Dia menghargai historis TdS karena telah memiliki nilai jual di dunia internasional. Diakuinya, memang banyak wacana untuk menukar nama Tour de Singkarak, bahkan daerah lain menginginkan iven balap sepeda itu dipindahkan. Tetapi, itu tidak mungkin, karena Tour de Singkarak telah memiliki nama. TdS, tetap Tour de Singkarak. “Kita menjual nama iven ini sesuai dengan keindahan alam yang dimilikinya,” kata Sapta Nirwandar. Disebutkan, alasan penyelenggaraan TdS juga relevan dengan nuansa pariwisata danau yang indah. Panorama alam yang dimiliki Solok dan Sumatra Barat, kata dia, menunjang pelaksanaan TdS itu sendiri. Sapta setuju dengan usulan Bupati Syamsu Rahim, jika Riau ingin melanjutkan iven balap sepeda tersebut ke daerahnya. “Silahkan saja asal namanya tetap Tour de Singkarak, “ ucap Syamsu Rahim. Bupati Solok menekankan, tiap tahun etape TdS terus bertambah. Itu menunjukkan dukungan daerah di Sumbar cukup tinggi. “Sebelumnya TdS diselenggarakan tujuh kabupaten dan kota. Sekarang sudah menjadi 17. Ini kemajuan besar,” kata Syamsu Rahim. Syamsu Rahim juga menagih pelaksanaan TdS di Kabupaten Solok semakin diperluas. Paling tidak untuk pelaksanaan pembukaan dan penyerahan hadiah pada finish satu etape, Solok diberi porsi yang lebih dominan. “Kalau syaratnya harus menyediakan hotel berbintang, Kabupaten Solok memang belum bisa. Tetapi setidaknya, dari aspek pariwista, kita akan menyediakan penginapan yang representatif dengan memakai rumah-rumah penduduk,” kata Syamsu Rahim seraya memastikan, jalur TdS juga bisa diarahkan ke nagari Sulit Air yang menyimpan banyak potensi budaya dan kepariwisataan. Berat Stage II dengan rute Payakumbuh-Singkarak dianggap berat oleh peserta TdS. Kemarin, dua pebalab asal Australia dari tim Budget Forklifts (BFL), Jacob Kauffmann dan Karl Evans merajai etape yang mereka sebut sangat menantang. “Ini stage yang sangat keras, tetapi besok (hari ini-red) jauh lebih keras. Kita akan mempersiapkan diri,” kata Jacob Kauffmann dalam sesi tanya jawab dengan wartawan. Sementara raja jalanan dari Iran, Hossen Askari yang sehari sebelumnya menjuarai stage Bukitinggi-Pasaman, mengaku melepas etape karena hari ini merupakan jalur terpanjang dan sangat berat. “Kita akan berjuang,” sebut pebalab dari Iran tersebut yang memastikan etape III antara Padang Panjang, Kelok 44 dan Batusangkar merupakan etape terberat dari rangkaian TdS tahun ini. Denyut ekonomi terhenti Tour de Singkarak benar-benar dinantikan masyarakat di Agam. Di Pasar Baso Agam denyut ekonomi nyaris berhenti, dua jam menjelang pembalap melewati pasar Baso, aktifitas sudah berhenti sementara. Pedagang, pembeli bahkan kuli angkut telah berjejer disepanjang jalan. Menurut Caih, salah seorang pedagang di Baso, tingkat belanja masyarakat seperti biasa, namun mereka lebih pagi datang ke Pasar Baso. Sedangkan Murni, salah seorang pembeli mengaku tidak masalah kalau harus menunggu angkutan agak lama. Aktifitas ekonomi di Pasar Batu Sangkar juga terhenti sejenak. Hampir sepanjang jalan yang melewati pasar dipenuhi masyarakat. Lorong-lorong pasar terlihat sepi, karena baik pedagang dan calon pembeli berkumpul ditepi jalan. Zaqi, salah seorang pedagang kue mengaku jualannya laris manis, karena pengunjung TdS memborong kue nya untuk penganjal perut. Antusias masyarakat di Batu Sangkar terlihat lebih meriah daripada di Payakumbuh. Siswa dari SD hingga SMP berjejer ditepi jalan mengibarkan bendera merah putih dan bendera dari negara lain. Rela macet demi Indonesia Meski aktifitas jalan diblokir aparat, masyarakat terlihat enjoy karena mereka rela aktifitas terganggu demi melihat pembalap international melintas didaerah mereka. Sepanjang jalur etape II, beberapa perempatan jalan diblokir petugas sejak pukul 09.00 WIB. Menurut Alhadi pengguna jalan di Bukittinggi-Payakumbuh, dia tidak mempermasalahkan jalan yang diblokir, karena dia senang ada hiburan untuk masyarakat sekitar. “Apalah arti macet selama 2 jam dibanding dengan kepuasan masyarakat akan hiburan dan promosi wilayah kita” kata Alhadi. Salah seorang sopir angkutan mengaku mereka rela tidak bisa beroperasi selama beberapa jam. Namun kalau bisa, sopir angkutan massal minta panitia memberikan informasi dan melibatkan mereka dalam mempromosikan TdS. “Kalau bisa satu minggu menjelang TdS, sopir angkutan diberi baju TdS dan digunakan saat narik, kan masyarakat banyak tahu” katanya. (503/601) http://hariansinggalang.co.id/nama-tour-de-singkarak-tak-diganti/ -- * * *Wassalam * *Nofend St. Mudo 36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola * -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
