Laksana gelindingan bola salju, upaya pe­nolakan terhadap pen­dirian Rumah
Sakit (RS) Siloam di Jl Khatib Sulaiman Kota Padang oleh Lippo Group terus
membesar. Bila awal­nya hanya beberapa Ormas Islam saja yang menolak, kini
jumlah itu terus bertambah, bahkan penolakan di ‘akar rumput’ pun terus
membesar. Penjelasan owner Lippo Group James T Riyadi tentang tak akan ada
upaya kristenisasi di RS Siloam  pun tak mem­buat Ormas Islam surut.

Sebanyak 16 Ormas Islam yang diwakili oleh pimpinan masing-ma­sing Ormas
Islam terkait dan sejumlah cendikiawan muslim Sumatera Barat (Sumbar)
meng­gelar rapat koordinasi terkait penolakan terhadap RS Siloam bersama
dengan Majelis Ulama Islam (MUI) Sumbar bertempat di Sekretariat MUI
Sumbar, Masjid Nurul  Iman Padang. Rapat digelar, Senin (3/6) lalu.

16 Ormas Islam itu me­nyam­pai­kan pernyataan penolakan mereka secara
tertulis dan lisan. Para cendikiawan muslim Sumbar yang hadir juga
menyampaikan penolakan mereka atas rencana pendirian RS Siloam di Ranah
Minang. Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Ketua MUI Sumbar Prof Dr H
Syamsul Bahri Khatib.

Ormas Islam yang hadir rapat dan menyatakan penolakan mereka adalah PW
Muhammadiyah Sum­bar, Dewan Dakwah Islamiyah (DDI),  Hizbur Tahrir
Indonesia (HTI), Majelis Mujahidin, Nahdatul Ulama (NU), Aisyah, dan ormas
islam lainnya. Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar serta
ormas Paga Nagari dan sejumlah cendikiawan muslim Sumbar juga hadir.

Ketua MUI Sumbar Syamsul Bahri Khatib ketika dihubungi kemarin membenarkan
tentang adanya rapat dengan pengurus 16 Ormas Islam dan sejumlah
cendi­kiawan muslim Sumbar yang membahas tentang penolakan terhadap
pendirian RS Siloam di Kota Padang. Menurut Syamsul Bahri Khatib, sesuai
dengan peran­nya, MUI Sumbar menampung aspirasi berbagai Ormas Islam dan
selanjutnya membuat dalam satu surat dan menyampaikannya kepa­da pemerintah.
“Saat ini, seluruh surat peno­lakan pembangunan rumah sakit Siloam itu,
masih kami inventarisir. Setelah itu, nantinya seluruh surat penolakan itu,
akan kami buat dalam satu arsip, dan setelah itu, baru disampaikan kepada
pemerin­tah,” sebut Syamsul Bahri Khatib, Kamis (6/6).

Ketua Dewan Syuro Dewan Dakwah  Islam Indonesia (DDII) Sumbar Masfar Rasyid
mengatakan, meskipun owner Lippo Group James T Riady,  telah menyatakan
secara terbuka tidak ada kristenisasi dalam pembangunan RS Siloam. Namun,
kata-kata James Riady tersebut, tidak akan mempengaruhi upaya penolakan
masyarakat Sumbar terhadap pendirian RS Siloam tersebut. Menurut  Masfar
Rasyid, kata-kata James Riady tersebut, hanya bualan semata, untuk
memuluskan niat misio­narisnya di Sumbar.
“Apapun yang dikatakan James Riady tidak akan mengubah niat masyarakat
Sumbar untuk menen­tang pembangunan RS Siloam di Padang. Karena, dalam
surat Al Baqarah ayat 120 Allah sudah jelas mengatakan, orang-orang Yahudi
dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengi­kuti agama
mereka. Jadi, itu sudah jelas mengatakan, dan James T Riady tidak usah
berkilah lagi. Lagi pula masyarakat Sumbar bukanlah msyarakat yang mudah
untuk dibohongi,” ujarnya, kemarin.

Menurut Masfar, semestinya dengan adanya penolakan lisan maupun tulisan
dari berbagai ormas Islam, dan kalangan masyarakat lainnya. Maka ia
berharap, peme­rintah segera membuka mata, dan mencabut izin yang telah
diberikan oleh pemerintah tersebut. Sehingga, masyarakat Sumbar bisa
terlepas dari belenggu kristenasisasi yang akan dilakukan oleh tokoh
misio­naris James T Riady.

Pada bagian lain Ketua DPRD Kota Padang Zulherman meminta Pemko Padang
meninjau ulang rencana pembangunan RS Siloam. Apalagi belakangan ini cukup
banyak penolakan masyarakat, khususnya Umat Islam terhadap pembangunan RS
Siloam yang diduga membawa misi misionaris.
“Kami harap, walikota meninjau kembali izin pembangunan RS Siloam.
Persoalannya terlihat sema­kin keruh. Karena itu dalam waktu dekat kita
juga akan me­mang­gil pihak RS Siloam, Walikota Padang, tokoh masya­rakat,
ninik mamak dan alim ulama,” kata Zulherman.

Menurut Zulherman DPRD Kota Padang segera akan berkoordinasi dengan lintas
komisi yaitu, Komisi I dan III untuk pemanggilan ini. Rencananya DPRD Kota
Padang akan melayangkan surat pemang­gilan ke Pemko Padang.

Zul mengingatkan, semestinya setiap investor yang akan berin­vestasi di
Kota Padang hendaknya mempelajari dulu status daerah dan kultur social
masyarakatnya. Dia sangat menyesalkan munculnya polemik tentang RS Siloam
di tengah masyarakat.

DPRD Padang juga kecewa dengan Pemko Padang yang tidak mengkoordinasikan
rencana inves­tasi Lippo Group di Kota Padang dengan DPRD Kota Padang. Jika
diajak berkoordinasi, tentu saja DPRD Padang bisa memberikan masukan atau
mengingatkan Pem­ko Padang lebih awal tentang berbagai hal, termasuk
tentang akan munculnya penolakan masyarakat.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Padang, Erison mengatakan,
targetnya dalam minggu ini pihak-pihak terkait sudah dipanggil untuk
menjelaskan persoalan tersebut. (h/wis/ade)

Harian Umum Haluan | Jumat, 07 Juni 2013 02:36
http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=23957:ormas-islam-tetap-tolak-rs-siloam-&catid=1:haluan-padang&Itemid=70

-- 
*
*
*Wassalam

*
*Nofend St. Mudo
36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola
*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke