Assalamualaikum wr.wb Alhamdullila, mudah2an segalo upayo dilakukan dek seluruh masyarakat di ranah handaknyo mambuahkan hasil. Lippo bukanlah satu2nyo Infestor yang bisa mananamkan modalnyo di sumbar, Ambo yakin Allha akan maagiah jalan lain asa lai kito tetap bersyukur dan bausaho taruih. tantang sepak terjang Lippo iko iyo sangaik aluih bana. dan alah berkali kali ambo posting baa caraonyo untuak mambuek warga muslim di pasuliknyo dalam manjalankan ibadahnyo antaro lain; 1. untuak kalangan manager, inyo adokan meeting pas di wakatu jam syalat jumat. 2. wukatu perayaan natal, nan batugeh inyo suruah karyawan muslim nan jadi santa clausnyo tagak dan mambagikan give kabakeh anak2. 3.posisi karajo untuak muslim hanyo untuak bagian bawah sajo (cleaning service, / labor job) 4. kok level manager, walaupun posisi samo dan malahan pendidikan tinggi jan di harap akan dapek gaji samo bilo agamo indak kristen dan cino (diskriminanasi) 5. perayaan liburan non muslim di rayakan dengan meriah, dan islam hanya sedikit sajo.
Data diateh adolah Valid, dan iko kejadian selamo 5 karajo di LIPPO karawci, tangerang sakitu sajo dulu sekedar tambahan dari ambo sepak terjang lippo iko, nanti di tambah baliak Wassalam afdal 48 Arlington VA 2013/6/6 <[email protected]> > ** > > Allahu Akbar. Alhamdulillah. > > > Ibnu Kamang > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * "Nofend St. Mudo" <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Fri, 7 Jun 2013 09:18:07 +0700 > *To: *RantauNet2 Milis<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *[R@ntau-Net] RAPAT BERSAMA MUI SUMBAR: Ormas Islam Tetap Tolak > Rs Siloam > > Laksana gelindingan bola salju, upaya penolakan terhadap pendirian Rumah > Sakit (RS) Siloam di Jl Khatib Sulaiman Kota Padang oleh Lippo Group terus > membesar. Bila awalnya hanya beberapa Ormas Islam saja yang menolak, kini > jumlah itu terus bertambah, bahkan penolakan di ‘akar rumput’ pun terus > membesar. Penjelasan owner Lippo Group James T Riyadi tentang tak akan ada > upaya kristenisasi di RS Siloam pun tak membuat Ormas Islam surut. > > Sebanyak 16 Ormas Islam yang diwakili oleh pimpinan masing-masing Ormas > Islam terkait dan sejumlah cendikiawan muslim Sumatera Barat (Sumbar) > menggelar rapat koordinasi terkait penolakan terhadap RS Siloam bersama > dengan Majelis Ulama Islam (MUI) Sumbar bertempat di Sekretariat MUI > Sumbar, Masjid Nurul Iman Padang. Rapat digelar, Senin (3/6) lalu. > > 16 Ormas Islam itu menyampaikan pernyataan penolakan mereka secara > tertulis dan lisan. Para cendikiawan muslim Sumbar yang hadir juga > menyampaikan penolakan mereka atas rencana pendirian RS Siloam di Ranah > Minang. Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Ketua MUI Sumbar Prof Dr H > Syamsul Bahri Khatib. > > Ormas Islam yang hadir rapat dan menyatakan penolakan mereka adalah PW > Muhammadiyah Sumbar, Dewan Dakwah Islamiyah (DDI), Hizbur Tahrir > Indonesia (HTI), Majelis Mujahidin, Nahdatul Ulama (NU), Aisyah, dan ormas > islam lainnya. Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar serta > ormas Paga Nagari dan sejumlah cendikiawan muslim Sumbar juga hadir. > > Ketua MUI Sumbar Syamsul Bahri Khatib ketika dihubungi kemarin membenarkan > tentang adanya rapat dengan pengurus 16 Ormas Islam dan sejumlah > cendikiawan muslim Sumbar yang membahas tentang penolakan terhadap > pendirian RS Siloam di Kota Padang. Menurut Syamsul Bahri Khatib, sesuai > dengan perannya, MUI Sumbar menampung aspirasi berbagai Ormas Islam dan > selanjutnya membuat dalam satu surat dan menyampaikannya kepada pemerintah. > “Saat ini, seluruh surat penolakan pembangunan rumah sakit Siloam itu, > masih kami inventarisir. Setelah itu, nantinya seluruh surat penolakan itu, > akan kami buat dalam satu arsip, dan setelah itu, baru disampaikan kepada > pemerintah,” sebut Syamsul Bahri Khatib, Kamis (6/6). > > Ketua Dewan Syuro Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Sumbar Masfar > Rasyid mengatakan, meskipun owner Lippo Group James T Riady, telah > menyatakan secara terbuka tidak ada kristenisasi dalam pembangunan RS > Siloam. Namun, kata-kata James Riady tersebut, tidak akan mempengaruhi > upaya penolakan masyarakat Sumbar terhadap pendirian RS Siloam tersebut. > Menurut Masfar Rasyid, kata-kata James Riady tersebut, hanya bualan > semata, untuk memuluskan niat misionarisnya di Sumbar. > “Apapun yang dikatakan James Riady tidak akan mengubah niat masyarakat > Sumbar untuk menentang pembangunan RS Siloam di Padang. Karena, dalam > surat Al Baqarah ayat 120 Allah sudah jelas mengatakan, orang-orang Yahudi > dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama > mereka. Jadi, itu sudah jelas mengatakan, dan James T Riady tidak usah > berkilah lagi. Lagi pula masyarakat Sumbar bukanlah msyarakat yang mudah > untuk dibohongi,” ujarnya, kemarin. > > Menurut Masfar, semestinya dengan adanya penolakan lisan maupun tulisan > dari berbagai ormas Islam, dan kalangan masyarakat lainnya. Maka ia > berharap, pemerintah segera membuka mata, dan mencabut izin yang telah > diberikan oleh pemerintah tersebut. Sehingga, masyarakat Sumbar bisa > terlepas dari belenggu kristenasisasi yang akan dilakukan oleh tokoh > misionaris James T Riady. > > Pada bagian lain Ketua DPRD Kota Padang Zulherman meminta Pemko Padang > meninjau ulang rencana pembangunan RS Siloam. Apalagi belakangan ini cukup > banyak penolakan masyarakat, khususnya Umat Islam terhadap pembangunan RS > Siloam yang diduga membawa misi misionaris. > “Kami harap, walikota meninjau kembali izin pembangunan RS Siloam. > Persoalannya terlihat semakin keruh. Karena itu dalam waktu dekat kita > juga akan memanggil pihak RS Siloam, Walikota Padang, tokoh masyarakat, > ninik mamak dan alim ulama,” kata Zulherman. > > Menurut Zulherman DPRD Kota Padang segera akan berkoordinasi dengan lintas > komisi yaitu, Komisi I dan III untuk pemanggilan ini. Rencananya DPRD Kota > Padang akan melayangkan surat pemanggilan ke Pemko Padang. > > Zul mengingatkan, semestinya setiap investor yang akan berinvestasi di > Kota Padang hendaknya mempelajari dulu status daerah dan kultur social > masyarakatnya. Dia sangat menyesalkan munculnya polemik tentang RS Siloam > di tengah masyarakat. > > DPRD Padang juga kecewa dengan Pemko Padang yang tidak mengkoordinasikan > rencana investasi Lippo Group di Kota Padang dengan DPRD Kota Padang. Jika > diajak berkoordinasi, tentu saja DPRD Padang bisa memberikan masukan atau > mengingatkan Pemko Padang lebih awal tentang berbagai hal, termasuk > tentang akan munculnya penolakan masyarakat. > > Sementara itu Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Padang, Erison mengatakan, > targetnya dalam minggu ini pihak-pihak terkait sudah dipanggil untuk > menjelaskan persoalan tersebut. (h/wis/ade) > > Harian Umum Haluan | Jumat, 07 Juni 2013 02:36 > > http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=23957:ormas-islam-tetap-tolak-rs-siloam-&catid=1:haluan-padang&Itemid=70 > > -- > * > * > *Wassalam > > * > *Nofend St. Mudo > 36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan > Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola > * > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
