Rabu, 12 Juni 2013 01:50

Prestasi sangat menggembirakan diperoleh Pemprov Sumbar dalam pengelolaan
keuangan tahun 2012 berupa opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Prestasi
ini membuktikan sumber daya pemerintahan sudah semakin baik.

PADANG, HALUAN — Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Pemerintah Provinsi
Sumatera Barat memperoleh opini WTP untuk pengelolaan ke­uangan selama
tahun 2012.

Pada tahun 2010, Pemprov Sumbar justru meraih predikat Disclaimer. Dan
tahun 2012 meraih Opini Wajar dengan Pengecualian (WDP). Di Sumbar sendiri,
sudah ada lima kabu­paten/kota yang meraih predikat WTP.

Auditor Utama Keuangan Negara V BPK RI, Heru Kreshna Reza didampingi Kepala
BPK RI Sumbar, Betty Ratna Nuraeny mengatakan Alasan diberikannya WTP,
karena ada beberapa pe­ningkatan yang dilakukan oleh Sumbar. Yaitu adanya
pe­ning­katan nilai aset lain-lain yang signifikan pada tahun 2012, dari
Rp24 miliar menjadi Rp1,24 triliun.

Peningkatan ini terjadi, karena Pemprov Sumbar telah melakukan
inventarisasi dana penilaian ulang atas aset tetapnya. Kemudian, sesuai
dengan rencana aksi pe­nyelesaian pengelolaan aset lain-lain  ini, Gubernur
Sumbar Irwan Prayitno sudah menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan
permasalahan aset yang dikla­rifikasikan sebagai aset tidak tetap.

Aset tidak tetap itu seperti, aset yang tidak bermanfaat, aset dalam
penelusuran dan aset yang diman­faatkan pihak lain direk­lasifi­kasikan ke
aset lain. Dengan predikat yang diraih Sumbar saat ini, BPK pun memberikan
beberapa rekomendasi yang harus disele­saikan dalam waktu 60 hari ke depan.

BPK menemukan beberapa kelemahan selama pemeriksaan, ujar Heru.  Yaitu
kelemahan sistem pengendalalian intern dan kepa­tuhan terhadap peraturan
perun­dang-undangan, penataan aset tidak bermanfaat belum dilakukan secara
tertib, dan pencatatan aset yang belum memadai, dana bergulir berpotensi
tidak tertagih dan beberapa masalah administrasi.

“Untuk dana bergulir, ini meru­pakan warisan yang diberikan pendahulunya
kepada gubernur saat ini. Jadi memang butuh waktu untuk menyelesaikannya,”
ujar Heru saat menyampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI atas Laporan
Keuangan Pemerintah Provinsi Sumbar tahun 2012.

Untuk menginventarisir aset ini, Gubernur Sumbar Irwan Paryitno
menyebutkan, saat ini masih tersisa sedikit lagi aset yang perlu didata
ulang. Belum sempurnnya inventarisir ini, karena waktu yang tersedia tidak
mencukupi lagi.

“Padahal aset yang harus didata dimulai dari tahun 1960-an, 1980-an dan
berada di daerah yang jauh. Kapan selesainya, semuanya tergan­tung waktu
yang tersedia. Kita siap untuk menyelesaikan permasalah aset ini,” ujar
Irwan.

Kemudian, terkait dana bergulir yang masih menjadi masalah, gubernur
mengatakan ini berupa bantuan sosial yang diberikan kepada rakyat miskin.
Namun tidak bisa dikembalikan. Jumlahnya pun mencapai miliaran.

“Kami sudah berencana menja­dikannya hibah. Namun sayangnya belum ada
payung hukumnya,” terang Irwan.

Ketua DPRD Sumbar Yultekhnil juga mempertanyakan, makna resiko sosial yang
terdapat dalam Permendagri No.32 yang mengatur tentang hibah dan bansos.
Karena hal ini merupakan salah satu penyebab terjadinya masalah pada dana
bergulir di Pemprov Sumbar.

“Resiko sosial yang dimaksud itu seperti apa. Jadi ketidak­pahaman tentang
resiko sosial ini menjadi penghalang kami. Kita berharap ke depannya,
jangan sampai ada multi tafsir terkait resiko sosial ini,” katanya.

Menurutnya, masyarakat pun menganggap bahwa yang diberikan oleh pemerintah
merupakan hibah dan tidak digulirkan. Inilah salah satu yang menjadi
kendala, sehing­ga dana tidak bisa dikembalikan lagi.

Ucapan Selamat Mengalir

Mantan Sekdaprov Sumbar, Rusdi Lubis yang dihubungi terpisah memberikan
ucapan selamat kepa­da Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Pemerintah
Provinsi Sumbar terhadap prestasi yang sudah diraih saat ini.

“Kita sudah berhasil mening­katkan prestasi dari predikat Disclaimer
menjadi WDP. Dan kini kita raih WTP. Ini kabar gembira. Sekarang hal sulit
yang akan kita lalui adalah mempertahankan prestasi ini. Ini ujian
beratnya. Karena selama ini banyak yang tidak bertahan dengan prestasi
ini,” ucapnya.

Rusdi pun menyarankan, agar penguasaan terhadap aturan penge­lolaan
keuangan lebih diperkuat lagi bagi para pengelolanya. Kemu­dian, dalam
pengelolaan keuangan lakukanlah seefisien mungkin dan bermanfaat.

“Opini yang diberikan oleh BPK ini kan hanya realisasi yang tertuang di
atas kertas. Ke depannya kita juga sudah harus melihat apakah uang yang
dibelanjakan itu berman­faat dan tepat sasaran,” harapnya.

Sementara, praktisi sekaligus akademisi Universitas Andalas, Dr. H. Yuskar,
SE, MA. Ak menyatakan, apa yang sudah didapat Pemprov Sumbar saat ini
merupakan hal yang harus dipertahankan ke depan. Terkait opini ini,
menu­rutnya, Pemerintah Provinsi Sumbar harus mempertahankan apa yang sudah
ada dan menjalankan rekomendasi yang disarankan. Yuskar pun menilai dengan
opini WTP yang diraih ini, membuktikan sumber daya pe­merintahan sudah
semakin baik. Begitu juga dengan pengawasan yang tidak lagi ditemu­kan
banyak ke­bocoran, dan sudah taat aturan.

“Kemudian, apa yang sudah dianggarkan sudah berdasarkan panduan  atau sudah
berdasarkan sistem pengendalian internal yang merupakan pedoman pelaksanaan
operasional,” ucapnya. (h/eni)

*
*

*
http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=24065:pemprov-sumbar-raih-wtp&catid=1:haluan-padang&Itemid=70
*

-- 
*
*
*Wassalam

*
*Nofend St. Mudo
36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola
*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke