apa iya orang Minang penuh paradoks dalam berpikir dan bersikap? Katanya,
ini tempat industri otak, orang-orang kritis, dsb. kenapa mengkhawatirkan
sesuatu tanda dasar yang kuat?

Andrinof



2013/6/14 sjamsir_sjarif <[email protected]>

> Iko ado berita Haluan, dicopas tanpa izin sekedar untuak dibaco Rang Lapau
> untuak kepentingan umum.
>
> Salam,
> -- MakNgah
> sjamsir Sjarif
>
> Pemko Padang Pertahankan Investasi Lippo        PDF             Cetak
>       Surel
> Jumat, 14 Juni 2013 02:35
>
> PADANG, HALUAN — Pemko Padang melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol
> Kota Padang Suardi SH MH menanggapi sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI)
> Sumatera Barat (Sumbar) yang menolak empat investasi Lippo Karawaci Group
> (LKG) di Kota Padang sebagaimana surat yang dilayangkan MUI Sumbar kepada
> Pemko Padang dan DPRD Kota Padang.
>
> Sikap MUI Sumbar yang khawatir terhadap misi kristenisasi di balik
> investasi LKG di Jalan Khatib Sulaiman Padang yang terdiri dari Rumah Sakit
> (RS) Siloam, sekolah, mal dan hotel sebagaimana yang disampaikan Komisi
> Fatwa MUI Sumbar Gusrizal Gazahar di Haluan, Kamis (13/6)   menurut Suardi
> adalah dinamika cara pikir orang Minang yang kritis, dialektis, dan
> visioner untuk mencegah lebih dini berbagai kemungkinan yang bakal timbul
> akibat pembangunan.
>
> Suardi menilai, itu suatu yang wajar saja, dan Pemko Padang juga
> menanggapi dengan wajar dan profesional. "Soal rencana investasi Lippo yang
> ditang­gapi kontra oleh sebagian di antara kita, kita tanggapi profe­sional
> saja, objektif, dan dengan dada lapang," kata Suardi, kepada Haluan di
> kantornya, Kamis (13/6).
>
> Menurut Suardi, pihaknya telah berkali-kali dan takkan pernah bosan
> mensosialisasikan, bahwa investasi Lippo, bagi Lippo murni urusan bisnis
> dan bagi Pemko Padang murni urusan pertanggungjawaban kepada warga Kota
> Padang, untuk men­ciptakan lapangan kerja bagi mereka yang menganggur.
>
> "Urusan pekerjaan ini, terma­suk urusan yang paling asasi dan tugas
> pemerintah yang paling hakiki itu adalah bagaimana rakyat bekerja, untuk
> kehidupannya yang lebih layak bagi keluarganya," ujarnya.
>
> Dikatakan, lebih kurang akan terserap 3.000 tenaga kerja dengan
> berinvestasinya Lippo Group di Kota Padang. "Bukankah itu yang kita cari
> selama ini? Dan itu telah ada jalan keluarnya," katanya. Kabag Humas dan
> Protokol ini lebih jauh juga mengatakan, sebenarnya adanya kekhwatiran dari
> MUI Sumbar, sudah ada penegasan langsung dari pemilik Lippo, James Riadi,
> be­berapa waktu lalu.
>
> "Dijamin tidak ada kristenisasi, 95 persen paling kurang tenaga kerjanya
> akan diambil dari putra putri Minangkabau. Pegang kata-kata saya ini,"
> sebut Suardi mengu­las ucapan James Riadi.
>
> Soal adanya misi Lippo akan mengubah sendi-sendi kehidupan adat dan agama
> orang Minang­kabau, dari diskusi fokus yang diadakan pihaknya, Ia
> mengung­kapkan, bahwa tidak serapuh itu cara orang Minang memakai adat dan
> agamanya. Ratusan tahun juga orang Minang ini pernah di  bawah pengaruh
> bangsa lain yang juga tidak beragama Islam.
>
> Tapi orang Minang tak berubah adat dan agamanya. Katanya lagi, Pemko
> Padang juga punya tim khusus untuk mengkaji berbagai dampak sosial dan
> kultural sebuah kebijakan. Semua kebijakan yang diambil juga di atas
> landasan yang jelas dan rasional. "Sama dengan yang lainnya yang mengatakan
> membela agama. Kita di Pemko Padang 99 persen juga beragama Islam dan
> sangat mencintai Islam," katanya.
>
> Semua orang dan juga MUI,  menyaksikan sendiri, kami percaya benar,
> mungkin Pemko Padang salah satu pemda yang paling fokus membina kejayaan
> Islam untuk masa sekarang dan masa yang akan datang.
>
> Miliaran rupiah dana (APBD) kita peruntukkan memperkuat akhlak dan akidah
> umat Islam di Kota ini. "Jadi kalau masih ada pihak yang meragukan komitmen
> Pemko Padang untuk memagari iman dan akidah masyarakat, itu sesuatu yang
> terbawa emosional belaka dan tak melihat dengan kaca mata yang jernih,
> objektif dan itu juga semacam bentuk tidak pro kepada penciptaan lapangan
> kerja," tegasnya lagi. (h/rel)
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
>   1. Email besar dari 200KB;
>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke