Angku Sy Syarien sarato Dunsanak di palanta n.a.h. kalau mambaco tafsir Qur'an dari HB. Yassin yang berjudul "Bacaan mulia" tentang kalimat "wa - al fitnatu" yang tertulis di al Baqoroh ayat 191 (di catatan kaki) adalah sbb.
fitnah = menimbulkan kekacauan misalnya mengusir sahabat dari kampung halaman, merampas harta bendanya. Bukan pengertian yang lazim digunakan dalam bahasa Indonesia (menjelekkan/menodai nama orang). Mungkin penggunaan kata "fitnah" oleh Nasution ( http://nagari.or.id/?moda=menang/ ) sudah tepat, contohnya sbb: ........Fitnah, fitnah berkali kali, ....fitnah lebih jahat dari pembunuhan, ....lebih jahat dari pembunuhan, .....kita semua difitnah, dan saudara saudara telah dibunuh, .....kita diperlakukan demikian, ....tapi jangan kita, .....jangan kita dendam hati, iman .............. kami semua yakin, .....bahwa yang benar akan tetap menang, .....dan yang tidak benar akan tetap hancur...... (Kutipan dari ucapan/pidato Jenderal A.H. Nasution tg. 5 Oktober 1965 saat pemakaman korban kekejaman G30S/PKI. Disampaikan dengan penuh emosi; beliau tak mampu menahan perasaan menyaksikan korban keganasan G30S/PKI) Sangat biasa, sering terjadi Berbunuh-bunuhan dalam revolusi Saling menghujat, mencaci-maki Orangpun tewas banyak yang mati salam Abraham Ilyas Pada 17 Juni 2013 00.00, Dedi Suryadi <[email protected]> menulis: > Pak Syafrinal n.a.h, dan dunsanak sapalanta.. > > Mohon maaf sabalumnyo, karano komentar nan ambo agiah agak kurang sajalan > jo artikel apak, tapi mungkin masih sabaun juo.... > Dek mambaco judul "Fitnah", dan mambaco apo nan apak sampaikan diateh, > ambo takana pulo jo kegusaran kawan ambo nan urang Bandung.... > > Urang Bandung ko kan kebanyakan ndak pandai manyabuik huruf "F" dek inyo > pasti tasabuik "P" juo. Contohnyo Fifi manjadi Pipi. Tivi manjadi tipi. > Makonyo, wakatu kami garah-garahkan, naik darahnyo.... > Sambia berang nyo manyabuik: > > " Siapa bilang orang Bandung tak bisa bilang F, itu PITNAH...!!! " > katonyo.... > Hahahaha....sabana tasambua galak ambo dek nyo.... > > > *Salam dan Terima Kasih,* > *Dedi Suryadi* > > > > _____________________________________________________________________________ > ***** Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang > Berani Bertindak Dan ***** > ******Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil > Konsekuensi (Jawaharlal Nehru**)* ***** > > ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ > "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for > The Others" (Hadith by Bukhari) > > --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- > ****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu... > ".....***** > "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..." > > > Pada 16 Juni 2013 14.32, Syafrinal Syarien <[email protected]> menulis: > > Di acara infotainment di TV, sering kali para artis mengumbar kata >> 'fitnah' untuk membantah semua kabar bohong tentang dirinya. Ujungnya >> selalu disertai kalimat bahwa "fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan". >> Sepertinya sudah menjadi kesepakatan bahwa kata 'fitnah' berarti 'kabar >> bohong' alias 'dusta' alias 'gosip. >> >> Ungkapan "fitnah lebih kejam dari pembunuhan" termuat dalam Al-Quran >> surat Al-Baqarah ayat 217: >> Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: >> "Berperang pada bulan itu adalah dosa besar. Tetapi menghalangi (manusia) >> dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi orang masuk) >> Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar >> (dosanya) di sisi Allah. Sedangkan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. >> Mereka tidak berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari >> agamamu (kepada kekafiran), jika mereka sanggup. Barang siapa yang murtad >> di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka >> itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni >> neraka, mereka kekal di dalamnya. >> >> QS 2:217 itu kiranya sama sekali tidak ada kaitan dengan gosip atau kabar >> bohong. Di tafsir Al-Quran versi bahasa Inggris, kata 'fitnah' ditafsirkan >> bermacam-macam: >> - MM. Pickthall: fitnah = persecution = penganiayaan >> - Yusuf Ali: fitnah = tumult = keributan >> - Abul Daryabi: fitnah = temptation = godaan >> Sementara tafsir Al-Quran dalam bahasa Indonesia kebanyakan tetap >> menggunakan kata 'fitnah' tanpa memuat padanan kata tsb dalam bahasa >> Indonesia. Tapi dalam tafsir bahasa Inggris tsb tidak ada yang >> mengasosiasikan kata 'fitnah' sama dengan 'gosip' atau 'kabar bohong'. >> >> Sekarang pertanyaannya, bagaimana prosesnya sehingga kata 'fitnah' tadi >> di Indonesia maknanya jadi "mengecil" menjadi hanya sekedar 'kabar bohong' >> atau 'gosip'? >> >> Wassalaam; >> Sy Syarien/43/Karawaci, Tgr >> >> >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari >> Grup Google. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. >> >> >> > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
