Ado nan lupo da MM manambahkan,
UU Migas dan pembentukan BP Migas dizaman sia pulo tu dan kini sia pulo nan mangecekkan UU Migas tu indak pro rakyat.
Sia pulo nan malarang Pertamina mangelola lapangan Cepu dan maagiahkan ka Exxon.
Ado pulo lapangan Tangguh jo gas no nan sangaik gadang di Irian.
Nan manjua BUMN awal2 2000an apo lah lupo pulo.
Sagitu sen dulu ma ngana2 kan untuak da MM tambahkan karajo urang2 nan kini mangaku anti neolib, pro rakyat dll tu


Wassalam
Tan Ameh (54+)

Sent from my BlackBerry 10 smartphone.

From: Muchwardi Muchtar
Sent: Thursday, June 20, 2013 10:51 PM
Subject: Re: [R@ntau-Net] OOT : Surat terbuka Rieke: Kita wakil rakyat atau

penipu rakyat?

Aha ha....
Sanakmbo Dedi mampakatokan kurenah Parpol di nagari ko?
Aha ha..... Partai Si Oneng pro "wong cilik'?
Kecek sia?
Kecek wanyo, kale?

Aha ha....,
Masih ado juo urang di nagari ko nan picayo ka panyakik Parpol sarupo nan didendangkan Bob Tutupoli (1968)? ....memang lidah tak bertulang.....tak terbatas kata-kata.......tinggi gunung seribu janji...., lain di muluik lain di hati.....

Aha ha...
Tolong sampaikan "luko kami sampai hari kiamaik"  urang (Shipping) Pertamina Juli 2004 dek sari bake Si Oneng nantun, Sanak Dedi. Katokan ka inyo, bahaso partainyo sampai hati ---mamakak-an talingo--- manjua duo tanker raksasa (VLCC 260.000 DWT) nan alah salasai dibuek di galangan Hyundai Korea Selatan.

Padohal DirUt kami kutiko tu Baihaki Hakim (salah satu putra terbaik Minangkabau asa Sijunjuang) alah marancang dan maliek dari sagalo suduik, bahaso mampunyoi tanker raksasa buek nagari ko adolah SANGAIK MAUNTUANGKAN BANA.
Kini ko, satiok hari nagari Dedi (dan nagari ambo juo tantunyo), musti manyewo VLCC saharago Rp 400.000.000,- sahari (USD 40.000/day). Kalau awak punyo sandiri VLCC, salamo 25 tahun ka muko (2004 - 2029) Republik Indonesia indak paralu lai menyeo kapa tanker raksasa (ka Si Yahudi kanciang....===>mm) untuak mambaok minyak dari Arab ka Kilang minyak di Cilacap.

Cubo Dedi etoang, bara kepeang awak (devisa negara RI) diisok dek konpirasi "kartel tanker  dunia" satiok hari untuak manyewo kapa-kapa nan tadinyo awak alah buek, tapi...., satalah dijua ka Si Bule, kini awak sewo baliak jo harago bak katonyo..!!!!

Sayang.... bangso Sanak Dedi (tantu bangso ambo pulo) sangaik capek lupo. Rato-rato awak, apo lai kalau paruik alah kanyang, lupo kasadonyo...!!!.

Soal BBM, manaikan BBM ---kutiko Parpol Si Oneng bakuaso cuma 3,5 tahun dek sari--- lai sato pulo wae manaiakan BBM 2 X. Ambo ulang : duo kali......... !!!!

Jadi...., karano Sanak Dedi baru kamancibo manjadi aktivis sejati (?) akhie-akhia ko, ambo bapasan, ijan talalu mampadewakan anggota Dewan n.t.h nan bakantua di Senayang tu, apo lai maangkek talua bahaso Parpol Si Oneng partai rayaik badarai.
Kecek sia?

Untuak panungkek kaji, cibolah sigi puterek turun naiaknyo BBM di nagari Dedi (dan nagari ambo juo tantunyo) samanjak nagari hamparan zamrud di khatulistiwa ko mamasuaki orde baru doeloe, sarupo di bawah ko :

Kenaikan Harga BBM Sejak 1980

TahunHarga Premium Harga SolarMasa Pemerintahan
1980Rp 150 Rp 52,5 Soeharto
1991 Rp 550Rp 300 Soeharto
1993 Rp 700Rp 380 Soeharto
1998 Rp 1.200Rp 600 Soeharto
2000 Rp 1.150Rp 600 Gus Dur
2001 Rp 1.450 Rp 900 Gus Dur
2002 Rp 1.550Rp 1.150 Megawati
2003 Rp 1.810Rp 1.890 Megawati
Maret 2005 Rp 2.400Rp 2.100 SBY
Oktober 2005 Rp 4.500Rp 4.300 SBY
2008 Rp 6.000Rp 5.500 SBY
2009-2012 Rp 4.500Rp 4.500 SBY
Sumber : Kementerian ESDM

Nah, senganko dulu "harimau ompoang pertamina" maingek maso lalunyo yo, Ded. He he he....
Salam........................................,
mm***
(Staf Litbang & RenUs Pkp Pertamina 2001-2006)
Sekjen SPFKPPA Pertamina 2005-2011
Kabidkom FSPPB Pertamina 2008-2011


Pada 20 Juni 2013 20.35, Dedi Suryadi <[email protected]> menulis:
salah satu pejuang buruh yang sangat konsisten!
Reike 'Oneng" Dyah Pitaloka.

selalu ajha " PRO RAKYAT KECIL!! "

silahkan menyimak...


Malam sebelum persetujuan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di
sidang paripurna DPR hari ini, politikus Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan (PDIP), Rieke Diah Pitaloka , menuliskan surat terbuka
untuk para koleganya di Senayan.

Dalam surat elektronik yang diterima merdeka.com, Senin (17/6), Rieke
tampak mencoba menyadarkan para rekan-rekannya, utamanya yang berbeda
partai, tentang fungsi mereka sebagai wakil rakyat kalau tetap
mendukung kenaikan harga BBM.

"Saya punya daerah pemilihan, saudara-saudara anggota Dewan yang lain
pun punya daerah pemilihan. Silakan cek apakah rakyat memang setuju
BBM naik? Silakan cek apakah dengan kenaikan BBM dan BLT yang
disalurkan para pemilih kita hidupnya jadi sejahtera?" kata Rieke.

Di akhir suratnya, Rieke mempersilakan para anggota DPR merenung
tentang apa yang akan diputuskannya dalam sidang paripurna APBN-P 2013
hari ini.

"Selamat merenung, merenungkan dan putuskan apakah besok KITA akan
memposisikan diri sebagai WAKIL RAKYAT atau PENIPU RAKYAT!" tegas
Rieke.

Berikut isi lengkap surat terbuka Rieke:

SURAT TERBUKA KEPADA DPR RI

Kepada: YANG TERHORMAT Teman-teman politisi DPR RI

Ada apa dengan kita? Apa yang membuat bersikukuh menyepakati
pencabutan subsidi BBM dan mengalihkannya ke BALSEM (Bantuan Langsung
Semaput). Apakah kita lupa bahwa kita anggota DEWAN PERWAKILAN RAKYAT?
KITA DIPILIH RAKYAT.

Bukankah kita sama-sama disumpah dengan gunakan kitab suci kita
masing-masing, atas nama Tuhan untuk dengarkan suara rakyat dan
memperjuangkannya. Kita ada di ruangan yang sama, kita dilantik
sama-sama dalam upacara kenegaraan ucapkan sumpah jabatan kita.
Upacara yang disaksikan Rakyat di seluruh Tanah Air, yang dibiayai
oleh uang mereka pula. Sudahkah kita dengarkan suara rakyat?

Saya punya daerah pemilihan, saudara-saudara anggota Dewan yang lain
pun punya daerah pemilihan. Silakan cek apakah rakyat memang setuju
BBM naik? Silakan cek apakah dengan kenaikan BBM dan BLT yang
disalurkan para pemilih kita hidupnya jadi sejahtera? Dengan BLT
apakah kesehatan, pendidikan dan ekonomi RAKYAT Yang JADIKAN KITA
WAKIL RAKYAT hidupnya jadi lebih terjamin?

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang terhormat, tanggal 11 Juni 2013
BPK menyampaikan laporan keuangan di Sidang Paripurna. Saya ada di
sana. Apakah kalian hadir? Kita sama-sama mendengar alangkah hebatnya
indikasi "perampokan uang rakyat" tahun 2012. Termasuk ratusan triliun
keuntungan dari sektor hulu yang entah ke mana mengalirnya karena
digunakan tanpa melalui mekanisme pembahasan APBN.

Kita sama-sama mendengar "raibnya" puluhan Triliun bansos, tak jelas
pertanggungjawabannya. Tidakkah ada keinginan kita yang punya tugas
"budgeting" untuk bongkar tuntas laporan tersebut. Tidakkah kita
tergelitik untuk mempertanyakan kenapa bisa terjadi Dewan Perwakilan
Rakyat TIDAK TAHU sekitar 38 Triliun UANG RAKYAT DIBAYARKAN UNTUK
KEANGGOTAAN INDONESIA di IMF?

Perlukah keanggotaan itu untuk rakyat. Dengan uang sebanyak itu berapa
beasiswa bagi siswa miskin bisa disalurkan. Berapa sekolah bisa
diperbaiki. Dengan uang sebanyak itu 240 juta rakyat bisa jadi
penerima Jamkesmas.

Ada apa dengan kita? Silakan tanya diri kita masing-masing betulkah
keuangan negara bermasalah gara-gara subsidi BBM? Pernahkah kita
bertanya, berapa uang rakyat per hari, per minggu, per bulan, per
tahun yang terkumpul dari membeli BBM di SPBU-SPBU?

Mengapa seolah-olah rakyat hanya jadi beban. Opini yang terus
dikembangkan seolah-olah rakyat gerogoti APBN untuk hal-hal yang tidak
perlu. Bukankah sebagai wakil rakyat kita juga tahu: RAKYAT BELI BBM,
TAK ADA BBM GRATIS. Sekali-kali sepertinya harus disampaikan kepada
rakyat berapa sesungguhnya keuntungan dari penjualan BBM (termasuk
yang dibeli rakyat).

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang terhormat, ada apa dengan kita?
Kalau pun butuh tambahan dana untuk program-program yang kalian sebut
kerakyatan, kita juga sama-sama tahu ada solusi lain mencari sumber
pendanaan, (SAL, SBN, Penghematan dan realokasi anggaran di
kementerian dan lembaga).

Kita juga sama-sama tahu, kalau BBM Naik, ongkos transportasi naik,
biaya produksi naik, harga-harga pasti naik, sementara PENGHASILAN
RAKYAT TIDAK NAIK. Itu yang pasti terjadi di daerah pemilihan saya.
Bagaimana dengan di daerah pemilihan anggota dewan lain?
(Jangan-jangan hanya terjadi di daerah pemilihan saya)

Anggota dewan yang terhormat, kita semua tahu, besok (hari ini) 17
Juni 2013 adalah Paripurna persetujuan APBN-P 2013. Kalau kita ikut
maunya pemerintah SUBSIDI BBM hanya 6 T berarti KITA SETUJU HARGA BBM
NAIK. Kalau kita alokasikan SUBSIDI BBM 48 T artinya KITA TIDAK SETUJU
HARGA BBM NAIK.

Malam ini kita punya waktu merenung bersama, betulkah keinginan
sebagian besar dari kita KURANGI SUBSIDI BBM BETUL-BETUL KARENA
PERTIMBANGAN UTK MENYELAMATKAN EKONOMI RAKYAT ataukah karena ada dari
KITA JADI BAGIAN DARI KONSPIRASI SISTEMATIS AKAL-AKALAN KELABUI RAKYAT
UNTUK SELAMATKAN EKONOMI DIRI SENDIRI YG BUTUH DANA UNTUK PEMENANGAN
2014?

Selamat Merenung, merenungkan dan putuskan apakah besok KITA akan
memposisikan diri sebagai WAKIL RAKYAT atau PENIPU RAKYAT!

Tol Cikampek KM 53, 16 Juni 2013

Salam Juang

http://www.merdeka.com/politik/surat-terbuka-rieke-kita-wakil-rakyat-atau-penipu-rakyat.html

Salam dan Terima Kasih,
Dedi Suryadi


_____________________________________________________________________________
                       *****    Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang Berani Bertindak Dan   *****
      *****Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil Konsekuensi (Jawaharlal Nehru) *****
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
         "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for The Others" (Hadith by Bukhari)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu...".....*****
                  "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..."

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 

Kirim email ke