Dibiliak lain ado soal angek tadah pado cawan Tapi untuak Siloam jan sampai ado pulo nan bapandapek co itu
Karano itu berdasarkan Raso jo Pareso sabagai Urang Minang nan maminteh sabalun hanyuik --------------------------------------------- Jumat, 21 Juni 2013 Jelang Pilkada Angek Tadah Pado Cawan  Angek tadah daripado cawan. Sebuah ungkapan atau pepatah Minang, yang cocok untuk menggambarkan situasi yang ditulis Oyong Liza Piliang dalam artikelnya yang berjudul “Gara-gara Baliho Jilid II. Apakabar perangkat desa?” terkait mulai meningkatnya suhu atau tensi politik menjelang Pilkada Kota Pariaman. Ungkapan tersebut langsung terlintas dalam pikiran saya ketika membaca postingan yang dimuat pada Super Koran Pariaman News ini. Si calon kepala daerah itu sendiri mungkin biasa-biasa saja, bahkan bisa saling bertegur sapa atau bahkan berdiskusi. Tapi justru pengikutnya yang dibawah yang lebih ”panas”. Urang nan ka duduak, awak nan bacakak. Setelah terpilih, lun tantu awak ka disaponyo. Bahkan kenal saja tidak. Lalu, manga pulo awak nan basitegang. Itulah salah satu ekses negatif Pemilihan Kepala Daerah secara Langsung yaitu timbulnya konflik horizontal ditengah-tengah masyarakat, akibat belum siapnya masyarakat menjalankan proses demokrasi dengan baik serta kurangya kedewasaan dalam menyikapi situasi politik yang berkembang dan menghormati pilihan orang lain. Dikarenakan perbedaan dukungan serta akibat mengedepankan emosional timbulah gesekan-gesekan diantara masyarakat. Bahkan ekstrimnya adik-kakak, mamak-kemenakan, kalau tidak bepandai-pandai, bisa tidak bertegur sapa akibat dukung-mendukung calon kepala daerah ini. Maka dari itu masyarakat harus cerdas menilai dan menyikapi situasi politik yang berkembang. Jangan terpancing dan terpecah belah oleh kepentingan sesa’at. Jauhkan diri dari fanatisme sempit dan harus tetap mengedepankan akal sehat. Begitupun aparatur/perangkat desa, selain harus menjaga netralitasnya, seharusnya dapat memberikan pencerahan dan menyelesaikan perselisihan yang terjadi di kalangan anggota masyarakatnya, bukannya justru tungkek nan mambaok rabah. Pariaman Freedom Writers Powered by Telkomsel BlackBerry® -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
