Hutan Simancung, Kenagarian Pauhduo, Solok Selatan lolos ke tingkat
nasional dalam ajang lomba Wana Tata Lestari. Kemarin, dua orang tim
penilai dari Ke­menterian Kehutanan tiba ke jorong itu melakukan penilaian.

“Sebelumnya hutan yang dike­lola masyarakat Nagari Simancung tersebut,
terpilih sebagai hutan berbasis nagari di tingkat Sumbar dan telah
dikunjungi kementerian terkait serta 12 negara di dunia,” jelas Kadis
Kehutanan Solok Selatan, Tri Handoyo kepada Padang Eks­pres kemarin.

Kedua tim penilai itu; Bambang Sigit dan Eli Sugianto. Selain menin­jau
lansung kondisi hutan kebang­gaan masyarakat Solsel tersebut, keduanya juga
mengajak masya­rakat menjaga kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita optimistis Hutan Siman­cung terpilih sebagai hutan nagari berbasis
masyarakat di Indonesia, pokoknya tidak diragukan lagi sete­lah kita survei
ke provinsi lain di Indonesia,” jelasnya.

Kabupaten Solok Selatan bersa­ma lima kabupaten lainnya di Sum­bar,
ditetapkan menjadi utusan Sumbar untuk ajang lomba ber­gengsi yang digelar
Ke­men­terian Kehutanan terse­but. Ka­bupaten Solok Selatan, mewakili
kategori nagari pe­duli kehutanan.

Pasaman mewakili dua kategori, yakni kategori ke­lompok tani hutan dan
kader konservasi alam. Kabupaten Sijunjung untuk kategori pe­nyu­luh
kehutanan, Kabupaten Limapuluh Kota untuk kate­gori Kecil Menanam Besar
Me­nuai (KMBM), Tanahdatar untuk kategori Penyuluh Ke­hu­tanan Swadaya
Masyarakat, Kabupaten Solok untuk ke­lom­pok pencinta alamnya.

“Kita berharap, kerja keras warga Simancung ini dalam menjaga hutan selama
berta­hun-tahun, diakui secara na­sional,” harap Tri Handoyo.

Tim penilai disambut Wali Nagari Pauh Duo, Zainal Abi­din, Kepala Jorong
Zulkarnain, serta masyarakat setempat. Dalam pembicaraan dengan warga
Simancung, Bambang Sigit yang membidangi BP2SDMK di Kementerian Kehutanan
menjelaskan, kerja keras warga menjaga hutan ini bernilai triliunan rupiah.

“Sumbangsih warga dalam menjaga hutan ini, kalau dini­lai dengan rupiah,
berjumlah sangat besar. Kita apresiasi warga Simancuang, mereka hebat dalam
mempertahankan hutannya,” ungkapnya.

Untuk kandungan air di hutan Simancung, jika dihar­gai sama dengan harga
air minum kemasan, maka akan bernilai Rp 72 miliar per hari. Satu batang
pohon mampu menye­rap air 40 liter dalam 24 jam. “Dengan luas hutan
Si­man­cung 650 hektare akan mampu me­nampung air 26 juta liter per hari.
Akan meng­hasilkan Rp 72 miliar sehari jika satu liter air dihargai Rp 3
ribu,” tuturnya.

Demikian juga dengan pen­­dinginan udara. Dengan keberadaan hutan itu,
berdam­pak kesejukan udara untuk Solok Selatan. “Jika dikon­ver­sikan
dengan harga air kon­disioner akan bernilai trili­u­nan rupiah,” tutur
Bambang.

Wali Jorong Simancung, Zulkarnaini menyatakan ko­mitmen masyarakatnya
men­jaga hutan. “Ini sudah dila­kukan sejak orang-orang tua kami dulu,”
katanya.

Di hutan Simancung, ter­da­pat cukup banyak sumber mata air. Di antaranya,
mata air karang hitam, mata air badak bareh, mata air sungai talang. (mg20)

Padang Ekspres • Sabtu, 22/06/2013 12:54 WIB
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=45028

-- 
*
*
*Wassalam

*
*Nofend St. Mudo
37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola
*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke