Wa'alaikumusalaam warahmatullahi wabarakaatuh..

Mantap mah pak.. semoga lai bisa terwujud..

wassalam,


*st. eF Al Zain Sikumbang
*
*Kuala Lumpur
*


Pada 22 Juni 2013 16.18, Reflusmen Ramli <[email protected]> menulis:

>
>
> Assalamualaikum warachmatullahi wabarakatu
>
> Dengan segala kerendahan hati, Ambo mohon izin menuangkan ide ini.
> Mudah2an dapat sambutan dan masukan yang membangun.
>
> Salam
>
> Reflus
> * “Membangun Nagari”*
> *Dasar Pemikiran*.
>
> 1.    Dari hasil pembicaraan ngalor ngidul dengan beberapa teman, 100%
> punya niat untuk membantu kampuang sepanjang terdapat wadah atau organisasi
> yang dapat dipercaya untuk meneruskan/mengelola bantuannya.
> 2.    Selama ini sudah banyak yang membantu, baik secara perorangan,
> kelompok kecil (sesuku, senagari, kelompok alumni/almamater dan lain-lain),
> sehingga dana yang terkumpul jumlahnya terbatas.
> 3.    Dana pada point 2 sifatnya seperti memberi ikan. Di kasih sekarang
> besok habis. Sebaiknya memberi pancing agar dapat dimanfaatkan untuk
> seterusnya.
> 4.    Terlalu banyak potensi yang bisa dikembangkan, namun karena tidak
> didukung oleh dana yang memadai dan pengelolaannya tidak berkesinambungan,
> potensi tersebut tidak bisa digarap dengan maksimal.
> 5.    Bantuan yang akan diberikan bersifat suka rela (tidak mengharapkan
> keuntungan). Kata lainnya, Bukan Investasi, Bukan saham. Bantuan tersebut
> berasal dari Zakat, sedekah. Infaq dan lain-lain.
> 6.    Perlu dicoba pendekatan yang tidak biasa (terobosan) untuk
> mengangkat taraf hidup yang lebih baik urang di kampuang.
> 7.    Jumlah perantau Minang di seluruh di dunia diperkirakan sebanyak 5
> juta orang. Mereka punya kedudukan yang dapat dibanggakan antara lain :
> Pejabat Pemerintah (Eksecutive, Legislatif dan Yudicative),  Pengusaha,
> Direktur: (BUMN, Bank) dan lain-lain. Terlalu banyak yang bisa diuraikan
> disini.
> 8.    "Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh"
> 9.    "Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing"
> 10. "Satu batang lidi tak berguna, tapi bila dikumpulkan dan diikat bisa
> menjadi sapu"
>
> *Alternatif Organisasi yang akan mengelola*.
>
> "Baitul Mall " yayasan yang Bergerak dalam bidang Amal.
> Yayasan ini dikelola secara profesional dimana pengelolanya/pegawai
> mendapat imbalan jasa (gaji) yang memadai.
>
> *Potensi dana yang bisa dihimpun*.
>
> Potensi dana yang bisa dihimpunan Triliyunan Rupiah dengan penjelasan sbb.:
>
> Jumlah perantau Minang di seluruh dunia diperkirakan sebanyak 5 juta
> (pembulatan untuk mempermudah hitungan). Masing- masing keluarga 5 orang,
> maka terdapat 1 juta KK.
> Bila setiap KK menyumbang per bulan sebesar Rp 10.000,- atau Rp 50.000
> atau Rp 100.000,- maka jumlah yang terkumpul setiap bulan = Rp.
> 10.000.000.000,- ( Rp 10 miliar ) atau Rp.50.000.000.000 ( Rp. 50 miliar )
> atau Rp. 100.000.000.000,-( Rp. 100 miliar).
>
> Jumlah terkumpul per tahun = Rp. 120 miliar atau Rp 600 miliar atau Rp.
> 1,2 triliun.
>
>  Bila dari 1 juta KK diasumsikan sumbangan yang diberikan bertingkat
> (tidak merata) berdasarkan jabatan, pekerjaan (pegawai/ pengusaha), maka
> besarnya sumbangan yang berpotensi untuk diraih semakin besar pula.
>
>
> Dari 3  kemungkinan jumlah sumbangan, kita ambil yang di tengah yaitu Rp.
> 50.000 per bulan sehingga yg terkumpul Rp 50 miliar per bulan atau Rp. 600
> miliar per tahun.
> Disamping menyumbang setiap bulan, kita himbau Agar membayar sumbangan
> dimuka untuk satu tahun  sebesar Rp. 600 ribu. Jumlah yg membayar dimuka (
> per tahun) diasumsikan sebanyak 50% dan membayar setiap bulan 50%.
>
> Pada bulan pertama akan terkumpul sebesar ( 500.000 X Rp 600.000) + (
> 500.000 X Rp. 50.000) = Rp. 300 miliar + Rp. 25 miliar = Rp 325 miliar.
>
> Yang menyumbang sebesar Rp. 600 ribu langsung dibuatkan sertifikat yang
> dikirim melalui email, supaya tidak ada biaya.
>
> Dari yg terkumpul pada bulan pertama sebesar Rp 325 miliar sudah banyak
> program yang bisa dilakukan umpamanya :
>
> *Program Jangka Pendek*.
> 1.    Bea siswa untuk siswa/mahasiswa berprestasi dari golongan tidak
> mampu.
> Yayasan bekerja sama dengan seluruh sekolah dan Universitas yg ada di
> Sumbar menginformasikan / mengusulkan daftar siswa dan mahasiswa yg layak
> dapat bea siswa. Bea siswa dikirim setiap bulan dan di update setiap tiga
> bulan oleh Sekolah dan Universitas yg menyatakan bahwa siswa/mahasiswa
> tetap layak diberikan bea siswa karena prestasinya masih sesuai dengan
> kriteria semula. Hal ini dilakukan agar penerima Bea Siswa dapat
> mempertahankan prestasinya. Ambo pikir prestasinya akan menjadi lebih baik.
> Tidak dapat Bea Siswa saja prestasinya sudah baik, apalagi setelah dapat
> Bea Siswa.
>
>
>  2.    Penyuluhan/Pelatihan.
> Sebagaimana yg sering dikeluhkan bahwa Pariwisata Minang sulit berkembang
> karena prilaku atau mental manusia yang terlibat tidak ramah. Yang terlibat
> di sini bisa sopir, pedagang pelayan Hotel dsb nya.
> Untuk mengatasi ini, kepada mereka perlu diberikan wawasan yang luas
> berupa : pola pikir, tata krama, Bahasa Inggris ala kadarnya dan lainnya.
> Saya pikir di Palanta ini banyak yang lebih paham tentang ini dan bisa
> memberikan masukan yang positif. Pelaku Wisata ini diberikan tambahan
> pengetahuan berupa kursus singkat.  Peserta kursus tidak membayar alias
> gratis dan diberikan perangsang uang jalan sebagai pengganti pendapatan yg
> hilang selama mengikuti kursus.
>
> Siapapun yang akan melaksanakan kursus ini bisa memintakan dana kepada
> Yayasan.
> Apabila Penyuluhan/Pelatihan ini berjalan dengan baik, maka Yayasan dapat
> menghubungi perusahaan yang mempunyai dana CSR untuk membiayai
> Penyuluhan/Pelatihan ini.
>
> 3.    Bantuan untuk pedagang kecil/UKM (Debitur)
> Yayasan membuat Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Bank Nagari dan BPR.
> Isi dari PKS antara lain :
> Yayasan akan menempatkan dana di Bank Nagari dan BPR tanpa meminta imbalan
> (Bunga). Dana tersebut untuk disalurkan kepada Debitur
> Debitur dikenakan bunga yang sangat murah karena cost money dari dana yang
> disalurkan NIHIL. Besarnya bunga yang harus ditanggung oleh Debitur adalah
> overhead ditambah sedikit keuntungan.
> Apabila sumber dana untuk Debitur bukan berasal dari Yayasan atau berasal
> dari sumber internal Bank Nagari dan BPR, maka Yayasan akan menanggung Cost
> of Money Bank Nagari atau BPR tersebut.
>
> Sebagai ilustrasi perhitungan Laba/Rugi Bank Nagari dan BPR.
> Bunga Debitur – (Cost of Money + Overhead ) = Keuntungan/Spread
> Bunga Debitur lebih tinggi.
>
> Dana bersumber dari Yayasan. Bunga Debitur rendah karena Cost of Money
> NIHIL  sehingga Bank Nagari atau BPR tetap dapat Keuntungan/Spread.
>
> Bunga Debitur – Overhead  = Keuntungan/Spread
>
> Dana bersumber dari internal Bank Nagari atau BPR
>
> Bunga Debitur – Overhead  = Keuntungan/Spread
> Cost Money Bank Nagari atau BPR ditanggung oleh Yayasan
>
> Apabila Debitur menjadi macet (tidak mengembalikan kredit sesuai yang
> diperjanjikan), kredit dapat di write off (hapus buku) oleh Bank Nagari
> atau BPR dimana kredit macet tersebut menjadi tanggung jawab Yayasan dengan
> catatan :
> Write off (hapus buku) mendapat persetujuan Yayasan sepanjang kredit
> disalurkan oleh Bank Nagari atau BPR sesuai dengan Standard Procedure
> Operasional (SOP) yang disepakati saat PKS dibuat.
>
> 4.    Asuransi Kesehatan.
> Ide ini mencontoh KJS (Kartu Jakarta Sehat) ala Jokowi. Kalau KJS untuk
> semua penduduk DKI tanpa membedakan kaya atau miskin. Dalam program ini,
> Asuransi Kesehatan hanya untuk golongan miskin saja.
>
> 5.    Bantuan untuk membangun/Renovasi Surau.
> Dalam program ini, bantuan yang diberikan sifatnya dana pendamping dari
> dana yang sudah diusahakan oleh masyarakat setempat.
>
> *Program Jangka Panjang.*
> Dana yang terkumpul pada bulan pertama saja sudah banyak yang bisa
> dilakukan.
> Dalam tempo 5 tahun, dana yang terkumpul sebanyak 5 X Rp 600 miliar = Rp.
> 3 triliun. Dengan asumsi bantuan sebesar Rp 100 miliar per tahun, maka
> Jumlah dana yang menganggur atau saldo Kas di tahun ke 5 ada sebesar Rp.
> 2,5 triliun atau bertambah sebesar Rp 500 miliar pertahun. Tahun ke 10
> sudah ada dana sebesar Rp. 5 Triliun.
> Dari dana tersebut, Yayasan membuat Holding Company dimana Holding Company
> ini menanam saham di beberapa perusahaan yang sudah berjalan. Tidak perlu
> membuat perusahaan baru.
> Prioritas pada perusahaan yang banyak merekrut tenaga kerja dan perusahaan
> yang mempunyai efek domino untuk kemajuan Parawisata.
> Umpamanya perusahaan Taxi, Hotel dan lain-lain (silahkan ditambah ).
> Sebelum menanam Saham, terlebih dahulu dilakukan Due Diligent untuk
> mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan ini.
> *Bagaimana merealisasikan ide ini ?*
> Gambaran secara sekilas potensi dana yang bisa dikumpulkan
> disosialisasikan kepada seluruh masyarakat Minang, terutama kepada Perantau
> yang ingin membantu kampung.
> *Kalau membantu sendiri tidak banyak yang bisa dilakukan. Tapi, dengan
> potensi dana yang begitu besar apapun bisa dilakukan.*
> Langkah pertama adalah mengajak atau berbicara dengan Pejabat, Urang Tuo
> candiak pandai seperti : Menteri, mantan Menteri, mantan Gubernur, Direktur
> BUMN, Direktur, Pengusaha. Bapak-bapak ini suaranya bisa didengar dan
> sangat bisa mempengaruhi orang lain untuk berbuat kebaikan.
> 1.    Mensosialisasikan ide ini melalui perkumpulan Nagari/Kabupaten
> seperti SAS (Sulit Air Sepakat) PKPD dll.
> Yakinkan anggota perkumpulan bahwa dana yang terkumpul akan sampai ke
> kampong mereka.
>
> 2.    Duduk bersama dengan Pengurus Gebu Minang untuk mengetahui kendala
> apa yang dihadapi selama ini. Setelah diketahui kendalanya, di petakan
> langkah-langkah solusi untuk mengatasinya.
> Kira-kira ide ini ada yang mendukung ?
> Salam
> Reflus/L. 55 Tahun
> Nagari : Tanjung Barulak, Batusangkar
> Domisili Jatiwaringin, Bekasi
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke