Bukan main. Saya percaya pelayanan yang baik itu juga terjadi di semua 
kelurahan, pak Jacky. Nyata benar bedanya bila pemimpinnya merakyat.

Wassalam,
SB. 

Sent from my iPad

On Jun 28, 2013, at 6:22 AM, Jacky Mardono Tjokrodiredjo 
<[email protected]> wrote:

> Saya teruskan kisah orang yang sekampung dengan saya yang ada urusan disalah 
> satu Kelurahan di DKI.
> Kalau kisah ini benar semoga diikuti oleh daerah lain.
> 
> WASS
> Jacky Mardono
> 
> 
> 
>  
> 
> http://jakarta.kompasiana.com/layanan-publik/2013/06/25/kaget-pelayanan-kelurahan-dki-sudah-berubah-571806.html
> Kaget, Pelayanan Kelurahan DKI sudah Berubah
> 
> Oleh: Dwi M | 24 June 2013 | 22:34 WIB
> Terakhir kali saya mengurus administrasi di kantor kelurahan, kira-kira sudah 
> lewat satu tahun lalu. Waktu itu ada panggilan untuk mengambil e-KTP. Rasanya 
> malas sekali meninggalkan pekerjaan untuk berdesak-desakan, dan 
> berpanas-panasan di kantor kelurahan. Banyak waktu terbuang sia-sia untuk 
> menunggu dokumen yang sedang dikerjakan oleh staff kelurahan di wilayah 
> Jakarta Timur ini. Kalau tidak terpaksa sekali sih, saya memilih untuk tidak 
> pernah datang ke tempat yang namanya kantor kelurahan.
> Tapi siang ini saya harus kembali ke kantor kelurahan Cililitan dengan 
> terpaksa. Masalahnya, anak saya yang bersekolah di SMP Depok akan melanjutkan 
> ke SMA Negeri Depok. Dan ada kebutuhan melegalisir Kartu Keluarga untuk 
> pendaftaran di sekolah nanti. Ya sudah, tekad sudah dibulatkan untuk 
> mengantri lagi berdesakan dan berpanas-panasan di kantor kelurahan. Namanya 
> juga sayang anak.
> Saya memarkir mobil di parkiran kantor kelurahan Cililitan yang relatif sepi. 
> Pintu tertutup semua, hanya ada satu orang sedang duduk di luar di bangku 
> teras. Pikiran saya yang negatif sudah langsung menghakimi, “Ini pasti staff 
> kelurahan sudah kabur makan siang semua, urusan bakalan jadi lama deh”. Orang 
> yang duduk di luar tadi tadi, mempersilakan saya masuk ke pintu itu. Maka 
> saya buka pintu dan masuk ke dalam.
> Begitu masuk, saya langsung terpana. Di dalamnya suasana dingin ber-AC. Saya 
> sempat bingung. Ini kantor kelurahan, atau Bank Swasta sih ?. Ada 4 petugas 
> kelurahan berbaju resmi duduk di belakang meja seperti meja Customer Service 
> bank, semuanya wanita. Yang paling ujung kiri, bekerja dengan laptop. Ada 
> seorang staff kelurahan yang tersenyum pada saya, dan kursi di depannya 
> kosong. Langsung saya duduk disitu. Saya sungguh masih bingung. Mana loket 
> tempat mengurus surat-surat seperti biasa ?. Mana tukang ketik yang biasa 
> sibuk ketak-ketik seperti kelurahan pada umumnya ?. Ada sekitar 4 orang tamu 
> duduk di ruang tunggu, tapi tidak mirip orang mengantri.
> Ibu yang tersenyum tadi langsung melayani saya. Foto Copy Kartu Keluarga saya 
> langsung dicap dan ditulis-tulis, dan dimasukkan buku registrasi. Kami 
> mengobrol ngalor-ngidul, dia bertanya kenapa anak saya tidak sekolah di DKI 
> Jakarta saya, kan bagus ? Lalu anak saya apakah tinggal dengan nenek-nya di 
> Depok ?, dan sebagainya. Prosesnya cuma 3 menit. Yang luarbiasa, tiba-tiba 
> ada seseorang yang mungkin Lurah Cililitan duduk di samping saya dan 
> menandatangani fotocopy Kartu Keluarga saya. Beres. Total waktu cuma 4 menit. 
> Semua lembar tadi diserahkan kepada saya yang masih kaget.
> Lho, ini beneran sudah selesai ?. Dari rumah tadi saya sudah siapkan waktu 
> sekitar 3 jam untuk mengurus legalisir Kartu Keluarga ini, tapi sekarang cuma 
> dilayani 4 menit saja di tempat yang dingin dan mirip kantor Bank Swasta ini.
> Lalu saya salaman dengan ibu tadi sambil memberi salam tempel 2 lembaran 
> rupiah. Saya memberi uang ini bukan untuk menyogok, sebab pekerjaan sudah 
> selesai. Tapi lebih kepada kepuasan dan terima kasih. Ibu itu mengatakan, 
> “Wah bapak saya beri kupon ya pak. Sebab bapak sudah memberikan uang kepada 
> saya”. Saya heran, kupon apaan ?. Dia menyobek 2 lembar kupon. Ternyata itu 
> adalah kupon amal untuk sebuah panti asuhan. Ternyata uang saya akan 
> dihibahkan lagi untuk anak-anak yatim yang tertulis di kupon itu. Saya jadi 
> tambah kagum lagi dengan kantor kelurahan ini. Hati yang tadinya kesal karena 
> berpikir akan antri lama di kantor kelurahan, sudah diubah menjadi kepuasan 
> yang tak terhingga atas pelayanan kantor kelurahan Cililitan ini yang tidak 
> lebih dari 5 menit.
> Sepanjang perjalanan pulang, di dalam diri saya tumbuh yang namanya sebuah 
> harapan. Tadinya saya sudah apatis melihat negara dan bangsa Indonesia. Tidak 
> mungkin mental bobrok pejabat dari atas sampai bawah bisa diubah. Namun sejak 
> gubernur yang baru memimpin Jakarta, perlahan-lahan Jakarta berubah melayani 
> warganya. Hati saya rasanya puas dan gembira sekali. Harapan baru tumbuh 
> untuk Jakarta yang baru, dan juga nanti menyongsong Indonesia baru.
> Lewat blog Kompasiana ini saya menitipkan terima kasih untuk pak Jokowi, pak 
> Ahok dan juga pak Lurah Cililitan beserta staf-stafnya. Saya yakin di 
> kelurahan lain di DKI Jakarta juga sudah berubah baik seperti Kelurahan 
> Cililitan. Berubah untuk melayani warga Jakarta.
> Sekarang, datang ke kantor Kelurahan sama mengasyikkan  seperti datang ke 
> kantor cabang bank Swasta. Selamat datang Jakarta baru.
> 
> 
> __._,_.___
> Reply via web post     Reply to sender         Reply to group Start a New 
> Topic       Messages in this topic (2)                       
> RECENT ACTIVITY:
> Visit Your Group
>                ---------------------------------
> http://www.flickr.com/photos/banyumas
> Foto kegiatan milis http://photos.groups.yahoo.com/group/banyumas/lst
> Untuk keluar dari milis ini, kirim email kosong ke : 
> [email protected]
> Switch to: Text-Only, Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use • Send us 
> Feedback 
> .
>  
> __,_._,___
> 
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
> Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>  
>  

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke