Ha ha ha.... Lah ka puaso baru mamaafkan urang? Kalau indak datang bulan Ramadhan, indak waden ka mamaafkan Dunsanak den? Ohoiii...., rancak bana kadar keimanan Tuan, yo sukubangso nan (kabanyo) ba-ABS-SBK tu?
Salam & maaf dari ambo. *mm**** *JIKA KITA ENGGAN MEMAAFKAN MAKA ALLAH TIDAK AKAN PERNAH MEMAAFKAN KITA :::* * * *Bismillahirrahmaanirrahiim* * * *Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh* * * *Memang, melupakan sekaligus memaafkan kesalahan orang lain termasuk perbuatan yang sangat berat. Seolah-olah pekerjaan memindahkan sebuah gunung dan bukit. Apalagi luka yang mereka ukir di dalam sanubari kita begitu dalam dan lebar. Sepertinya mudah di ucapkan tapi tidak semua orang mampu melakukan dengan ikhlas.* *Namun kita tetap di tuntut untuk memaafkannya, terlebih ketika dia sudah meminta maaf kepada kita .* *Mengapa demikian? Bukankah kita ketika berbuat salah juga ingin dimaafkan? Karena itu maafkanlah dia .* *Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda :* *“Barangsiapa yang didatangi saudaranya yang hendak meminta maaf, hendaklah memaafkannya, apakah ia berada dipihak yang benar ataukah yang salah, apabila tidak melakukan hal tersebut (memaafkan), niscaya tidak akan mendatangi telagaku (di akhirat) (HR Al-Hakim)* *“Barangsiapa memaafkan saat dia mampu membalas maka Allah memberinya maaf pada hari kesulitan (HR Ath-Thabrani)* *“Barangsiapa senang melihat bangunannya dimuliakan, derjatnya di tingkatkan, maka hendaklah dia mengampuni orang yang bersalah kepadanya, dan menyambung (menghubungi) orang yang pernah memutuskan hubungannya dengan dia “ (HR Al-Hakim)* *“Jika hari kiamat tiba, terdengarlah suara panggilan, “Manakah orang-orang yang suka mengampuni dosa sesama manusianya?” Datanglah kamu kepada Tuhan-mu dan terimalah pahala-pahalamu. Dan menjadi hak setiap muslim jika ia memaafkan kesalahan orang lain untuk masuk surga.” (HR Adh-Dhahak dari ibnu Abbas Ra)* *Fudail bin Iyad berkata : “Jiwa kesatria ialah memafkan kesalahan-kesalahan saudaranya.”* *Anas RA berkata : “Ketika Rasulullah shalallahu Alaihi Wassallam duduk diantara kami, tiba-tiba ia tersenyum sehingga nampak gigi serinya, maka umar bertanya :* *”Apakah yang menyebabkan tertawamu Ya Rasulullah ?”* * jawab beliau : ”Ada dua orang berlutut di hadapan Tuhan Rabbul Izzati. Lalu yang satu berkata :”Aku menuntut hakku yang dianiaya oleh kawanku itu.” * *Maka Allah menyuruh orang yang menganiaya :”Kembalikan haknya” .* *Orang itu menjawab :”Tiada sesuatupun hasanahku (kebaikanku)”.* *Maka berkatalah orang yang menuntut itu :”Suruhlah ia menanggung dosaku”.* *Tiba-tiba Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mencucurkan airmatanya menangis sambil bersabda :” Sesungguhnya hari itu sangat ngeri, hari dimana tiap-tiap orang ingin kalau orang lain menanggung dosanya. Lalu Allah Ta’ala berfirman kepada yang menuntut :* *“Lihatlah keatas kepalamu, perhatikanlah surga-surga itu. Maka ia mengangkat kepalanya lalu berkata : “Ya Tuhan, aku melihat gedung-gedung dari emas yang bertaburkan mutiara, untuk nabi yang manakah?”* *Allah menjawab :”Itu untuk siapa saja yang membayar harganya.”* *Ia bertanya : “Siapakah yang dapat membayar harganya?”* *Allah menjawab :” Engkau mempunyai harganya.”* *Ia berkata : “Apakah itu Ya Tuhan?”* *Allah menjawab :” Memaafkan kawanmu itu.”* * Lansung ia berkata : “Aku memaafkan dia “* *Maka Allah berfirman :”Peganglah tangan kawanmu itu dan masuklah kalian berdua ke surga “* *Kemudian rasulullah membaca “Fattaqullaaha wa ashlihuu dzaata bainikum , sebab Allah memperbaiki (mendamaikan) antara kaum mukminin dihari kiamat “ (HR Abu ya’la Al Maushili)* *Nabi Muhammad Shalallahu bersabda kepada Uqbah ; “Ya Uqbah maukah engkau kuberitahukan tentang akhlak penghuni dunia akhirat yang paling utama? “Apa itu Ya Rasulullah? . “Yaitu menghubungi orang yang memutuskan hubungan denganmu, memberi orang yang menahan pemberiannya kepadamu, memaafkan orang-orang yang pernah menganiayamu “ (HR Al-Hakim dari Uqbah bin Amir Al-Juhani )* *Sementara itu, kalau ia belum mau taubat dan minta maaf, maka doakanlah agar suatu saat dia menyadari akan kesalahan yang dia lakukan dan bertaubat atasnya,Kalau kita tidak mau memafkannya sama artinya kita membiarkannya menanggung dosa dan berjalan menuju ke neraka. Jika demikian alangkah naifnya kelak kita di hadapan Allah.* *Janganlah kita bersikukuh untuk enggan memaafkan orang lain, karena akan menyebabkan dosa kita tidak pernah diampuni oleh NYA. Bukankah ini merupakan kerugian besar yang menimpa seseorang?!* *“Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu? Dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang”. (QS An-Nuur :22)* *“Barangsiapa yang tidak mau memberi ampun kepada orang, maka ia tidak akan di beri ampun “ (HR Ahmad dari Jabir bin Abdullah Ra)* Pada 1 Juli 2013 05.25, Lies Suryadi <[email protected]> menulis: > Ambo sasuai pulo, Mak Sutan Lembang Alam, Uwan Syaf sarato Mamak2, Kakak2 > jo Dunsanak di lapau. Bari maaf ambo, kok ketek tapak tangan, nyiru ambo > tampuangkan. > > Kumbali ka soal bakato2, talinteh mato ka kalimat Buya Hamka dalam bukunyo > nan sadang ambo baco sambia malengah2 anak: > > *"Sebab itu maka mendjadi kebiasaan bagi orang Minangkabau, ta' boleh > berkata terus terang, ta' boleh memakuk dengan matanya, dengan kata2 > sindiran sadja tjukup. Dua orang ahli2 berkata berdjawab-djawaban mulut, > kita tak tahu bahwa jang seorang sudah kalah dan keluar keringatnja, > padahal mereka berkata-kata dengan manis. Haruslah 'arif bidjaksana tjerdik > tjendekia."* > > (Hamka, *Adat Minangkabau Menghadapi Revolusi*, Jakarta: Firma Tekad, > 1963, cet. ke-2, hlm. 29-30; cetak tebal dari Suryadi) > > Jadi, kok ka badebat juo di lapau ko, rancak dikurangi pakai kato2 nan > batilanjang gegek tu. > > Salam, > Suryadi > > *Dari:* "[email protected]" <[email protected]> > *Kepada:* [email protected] > *Dikirim:* Senin, 1 Juli 2013 0:04 > *Judul:* Bls: [R@ntau-Net] Himbauan Manjalang Ka Puaso > > Pak Dafiq, dan adidunsanak di Palanta! > > Suai bana ambo tu. Kapado apak2, ibu2, mamak2, uda2, uni, dan dunsanak > kasadonyo, jikok ambo ado tadorong kato sahinggo manyumbek dihati, mohon > maaf lahia jo bathin. > > Salam, > > Syafruddin AL > 50 tahun kurang 6 hari > Suku Jambak, asa Sungai Garinggiang, Padang Pariaman > Kini tingga di Kota Bogor. > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > *From: * Muhammad Dafiq Saib <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Sun, 30 Jun 2013 14:47:36 -0700 (PDT) > *To: *[email protected]<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *[R@ntau-Net] Himbauan Manjalang Ka Puaso > > Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu > > Manolah sado dunsanak (nan patuik ambo imbau mamak, bundo, angku, tuan, > kakak) kasadoanno, > > Dek Ramadhan samakin dakek juo, mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta'ala > maagiah awak kasampatan baribadah di bulan Ramadhan nan ka tibo ko dengan > saelok-elokno, raso-rasono patuik kok samo-samo dibarasiahan hati awak. > Sabab dalam bagaua di palanta ko, nampak bana bahaso kadang-kadang tadorong > awak, tasingguang dunsanak lain katiko ka naiak, talantuang no katiko ka > turun. Baiak indak tasingajo atau kadang-kadang tasingajo bana. Eloklah > disudahi sagalo kasalah fahaman itu jo maaf dari hati nan tulus. > Mudah-mudahan samo barasiah hati awak dalam mamasuak-i bulan Ramadhan ko. > > Dari ambo, mohon maaf lahir bathin..... > > Wassalamu'alaikum, > > Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam > Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi > Lahir : Zulqaidah 1370H, > Jatibening - Bekasi > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
