Kan alah mah pidoman e dalam budaya awak: SALAH COTOK MALANTIANGKAN.
Indak dicari bana tanjuang nan babalik dalam soal maaf-mamaafkan ko doh. Alun 
sempat lai kapatang talinteh di hati, kok ari ka puaso ko tabukak hati. Manyali 
diri ateh kato nan tadorong, muluik nan talompek, alah rancak juo tu. 'Beter 
laat dan nooit' kecek ughang Ulakan.
 
Wassalam,
Suryadi
 
 

________________________________
 Dari: Muchwardi Muchtar <[email protected]>
Kepada: [email protected] 
Dikirim: Senin, 1 Juli 2013 1:14
Judul: Re: [R@ntau-Net] Himbauan Manjalang Ka Puaso
  


Kedudukan Maaf Memaafkan  
  
Tanya: Assalamu’alaikum
ust, mau tanya, apakah dosa orang yang tidak memaafkan orang lain yang berbuat
salah dg tanpa sengaja, padahal orang tersebut sudah menjelaskan dan meminta
maaf kepadnya? terus apakah benar lebih mulia orang yang memaafkan dari pada
orang yang minta maaf?  
Terima kasih.(UDIN KURIAK) 
  
Jawab: Wa’alaikumussalam, Setiap manusia
pernah melakukan kesalahan. Kesalahan, kekhilafan adalah fitrah yang melekat
pada diri manusia. Rasulullah saw bersabda: "Setiap manusia pernah
melakukan kesalahan, dan sebaik-baik pelaku kesalahan itu adalah orang yang
segera bertaubat kepada Allah SWT". Ini berarti bahwa namusia yang
baik bukan orang yang tidak pernah berbuat salah.Tetapi, manusia yang baik
adalah manusia yang menyadari kesalahannya dan segera bertaubat kepada-Nya. 
*** 
Ibnu Qudamah dalam Minhaju Qashidin
menjelaskan bahwa makna memberi maaf di sini ialah sebenarnya engkau mempunyai
hak, tetapi engkau melepaskannya, tidak menuntut balas (qishas) atasnya atau
denda kepadanya. Quraish Shihab dalam Membumikan Al-Quran menjelaskan: Kata
maaf berasal dari bahasa Al-Quran al’afwu yang berarti
"menghapus" karena yang memaafkan menghapus bekas-bekas luka di
hatinya. Bukanlah memaafkan
namanya, apabila masih ada tersisa bekas luka itu didalam hati, bila masih ada
dendam yang membara. Boleh jadi, ketika itu apa yang dilakukan masih
dalam tahap"masih menahan amarah". Usahakanlah untuk menghilangkan
noda-noda itu, sebab dengan begitu kita baru bisa dikatakan telah memaafkan
orang lain. 

Islam mengajak manusia untuk saling memaafkan. Dan memberikan posisi tinggi
bagi pemberi maaf. Karena sifat pemaaf merupakan bagian dari akhlak yang sangat
luhur, yang harus menyertai seorang Muslim yang bertakwa. Allah swt berfirman:
"...Maka barangsiapa yang memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas
tanggungan Allah." (Q.S.Asy-Syura : 40). Dari Uqbah bin Amir, dia berkata: 
"Rasulullah SAW bersabda, "wahai Uqbah, bagaimana jika
kuberitahukan kepadamu tentang akhlak penghuni dunia dan akhirat yang paling
utama? Hendaklah engkau menyambung hubungan persaudaraan dengan orang yang
memutuskan hubungan denganmu, hendaklah engkau memberi orang yang tidak mau
memberimu dan maafkanlah orang yang telah menzalimimu." (HR.Ahmad,
Al-Hakim dan Al-Baghawy). 
  
Dalam berbagai ayat dalam Al-Quran adalah
perintah untuk memberi maaf. Kesan yang disampaikan oleh ayat-ayat ini adalah
anjuran untuk tidak menanti permohonan maaf dari orang yang bersalah, melainkan
hendaknya memberi maaf sebelum diminta. Mereka yang enggan memberi maaf pada
hakikatnya enggan memperoleh pengampunan dan Allah Swt. Tidak ada alasan untuk
berkata, "Tiada maaf bagimu", karena segalanya telah dijamin dan
ditanggung oleh Allah Swt. 
Memaafkan
atau-pun meminta maaf adalah perbuatan mulia.  Jadilah pemaaf dan siaplah
untuk meminta maaf. Allahu A’lam 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke