Senin, 01 Juli 2013 02:11

PADANG, HALUAN —  Perkembangan ekonomi Sumbar akan tertinggal dari tetangga
hingga puluhan tahun ke depan karena daerah ini tidak masuk prioritas
pembangunan ekonomi Indonesia 2025.

Blue Print yang sudah dite­tapkan pemerintah pusat hanya mem­per­timbangkan
ka­wasan strategis di bagian Barat Su­matera.

“Tokoh-tokoh bagian pesisir selatan Sumatera bisa gigit jari kalau tidak
mendesak peme­rintah pusat. Kapan perlu ngotot dan memainkan peran
politiknya kepada pemerintah pusat,” ungkap Direktur Eksekutif President
Institute, Muhammad Rahmad, kepada Haluan, Ming­gu (30/6).

Masalah ini harus menjadi perhatian bersama dan mem­perjuangkannya kepada
Peme­rintah Pusat. Jika tidak ada langkah kongkrit, maka Sumbar hanyalah
sebagai penopang pembangunan. Bukan bagian dari pembangunan itu sendiri.
Sebab, hingga kini, prioritas dalam Konsep pembangunan Sumatera 2025 yang
sudah dicanangkan pemerintah pusat, cenderung membuka jalur eko­nomi Aceh,
Medan, Riau, Jambi, Palembang dan Lampung.

“Fokus pembangunan eko­nomi yang membuka jalur tol dan jalur kereta api,
juga pusat perkebunan, sawit, karet, di wilayah yang memang mende­katkan
akses ke jalur Malaka,” ungkap Calon DPD RI ini.

Muhammad Rahmad menda­patkan data ini berada di pusaran pengambil kebijakan
negeri ini, setelah beberapa tahun ikut menuliskan pidato presiden SBY. Ada
banyak ekspose dari presiden yang menjadi kajian dari tim kerjanya.

Lihat Indonesia Timur

Menurut Muhammad Rah­mad, tokoh-tokoh utama dari Indonesia Bagian Timur
pada dasarnya memainkan peran kenakalan intelektual demi pembangunan bagian
Timur. Mereka ngotot, bahkan main ancam ingin merdeka demi perhatian
pemerintah pusat.

“Beberapa dekade terakhir, kita sudah terlalu baik dan sangat mengalah
dengan peme­rintah pusat. Ikut saja apa kata pemerintah pusat. Sehingga
kita abai apa yang telah terjadi,” tegasnya.

Dulu Sumbar sangat diperhi­tungkan karena memiliki peran besar dalam
pembangunan. Sejarah perih PDRI dan PRRI memberikan gambaran, Sumbar tak
boleh dipermainkan.

“Apakah selama ini tidak diperhatikan? Ada. Tapi belum maksimal. Tidak
total. Semes­tinya, bisa lima kali lipat dari sekarang. Ini butuh
perjuangan bersama. Oleh tokoh-tokoh Ranahminang yang eksis di pusat,” kata
Rahmad.

Eksistensi Budaya

Sebelumnya, Muhammad Rahmad dalam diskusi terbatas dengan ninik mamak, rajo
adat, basa adat, pengurus KAN XII Koto, V Koto, 2x11 Lingkung dan Lubuk
Alung, di Air Santok Pariaman, Sabtu (29/6), me­nyatakan prihatin dengan
peran ninik mamak dalam dinamika pembangunan.

Kini tokoh-tokoh politik dari Ranahminang cenderung me­ngam­bil posisi
sikap diam. Malahan kadang-kadang cende­rung mengalah dan kalah di tengah
dinamika politik na­sional.

“Ini cerminan dari daya dorong dari ninik mamak sangat lemah secara
politik. Baik kepada tokoh-tokoh politik yang berkiprah di tingkat nasional
maupun kepada pemerintah daerah. Bahkan peran ninik mamak itu sendiri
sejujurnya terlemahkan secara sistemik,” ungkap Rahmad di hadapan ninik
mamak.

Hadir pada kesempatan itu, Ketua KAN Sikucur, Sudirman Rangkayo Basa, Ali
Muzar Rangkayo Datuk Mudo, Y Rang­kayo Bintaro, Azwir Rangkayo Bando Rajo,
Amir Azli, Abdul Aziz Sutan Bandaro, Nurman Dt. Majolelo, Adi Aksa, Pemuda
Aie Tajung Lubuk Alung, Saha­ruddin Palo Mudo Nagari, H. Ermansyah Rangkayo
Kinayan Toboh, Z. Tumanggung Basa Kudu, Ali Umar Ganti Rangkayo Majolelo,
A. Rangkayo Dimarajo,  J. Rang­kayo Dt. Sinaro 2x11 Lingkung. (h/mat)

http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=24538:sumbar-bakal-terus-tertinggal&catid=1:haluan-padang&Itemid=70

-- 
*
*
*Wassalam

*
*Nofend St. Mudo
37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola
*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke