Sumbar Bakal Terus 
Tertinggal<http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=24538:sumbar-bakal-terus-tertinggal&catid=1:haluan-padang&Itemid=70>
  [image: 
PDF]<http://www.harianhaluan.com/index.php?view=article&catid=1%3Ahaluan-padang&id=24538%3Asumbar-bakal-terus-tertinggal&format=pdf&option=com_content&Itemid=70>
  [image: 
Cetak]<http://www.harianhaluan.com/index.php?view=article&catid=1%3Ahaluan-padang&id=24538%3Asumbar-bakal-terus-tertinggal&tmpl=component&print=1&layout=default&page=&option=com_content&Itemid=70>
  [image: 
Surel]<http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_mailto&tmpl=component&link=aa20ead80b3b8d030dc925452e2bdc596275d53c>
   Senin, 01 Juli 2013 02:11   

*DIREKTUR EKSEKUTIF PRESIDENT INSTITUTE*

PADANG, HALUAN —  Perkembangan ekonomi Sumbar akan tertinggal dari tetangga 
hingga puluhan tahun ke depan karena daerah ini tidak masuk prioritas 
pembangunan ekonomi Indonesia 2025.

*Blue Print *yang sudah dite­tapkan pemerintah pusat hanya 
mem­per­timbangkan ka­wasan strategis di bagian Barat Su­matera.

“Tokoh-tokoh bagian pesisir selatan Sumatera bisa gigit jari kalau tidak 
mendesak peme­rintah pusat. Kapan perlu ngotot dan memainkan peran 
politiknya kepada pemerintah pusat,” ungkap Direktur Eksekutif President 
Institute, Muhammad Rahmad, kepada Haluan, Ming­gu (30/6). 

.. dst Lihat Haluan...

Masalah ini harus menjadi perhatian bersama dan mem­perjuangkannya kepada 
Peme­rintah Pusat. Jika tidak ada langkah kongkrit, maka Sumbar hanyalah 
sebagai penopang pembangunan. Bukan bagian dari pembangunan itu sendiri. 
Sebab, hingga kini, prioritas dalam Konsep pembangunan Sumatera 2025 yang 
sudah dicanangkan pemerintah pusat, cenderung membuka jalur eko­nomi Aceh, 
Medan, Riau, Jambi, Palembang dan Lampung.

“Fokus pembangunan eko­nomi yang membuka jalur tol dan jalur kereta api, 
juga pusat perkebunan, sawit, karet, di wilayah yang memang mende­katkan 
akses ke jalur Malaka,” ungkap Calon DPD RI ini.

Muhammad Rahmad menda­patkan data ini berada di pusaran pengambil kebijakan 
negeri ini, setelah beberapa tahun ikut menuliskan pidato presiden SBY. Ada 
banyak ekspose dari presiden yang menjadi kajian dari tim kerjanya.

... dst lihat Haluan....

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke