Sempat lima orang ini menghela nafas berat dan keringat keluar dengan
derasnya dari tubuh mereka. Kehadiran Siti bersama ayah dan teman-temannya
tidak disadari oleh Aswin karena dia sedang menikmati permainnya, dan mereka
melihat kejadian aneh ini semakin mereka tercengang dengan mata semakin
terbelalak tak percaya. Mungkin karena naluri merasa ada orang di sekitarnya
Aswin menolehkan kepalanya ke pintu dan melihat lima orang berdiri di sana
diam mematung sedang memandang dia dengan mata terbelalak. Tanpa sadar
langsung dia menghentikan siulannya karena heran melihat lima orang dewasa
itu yang sedang menatap dia seperti itu.

 

”Ayah, kenapa ayah menatap aku seperti itu.” ditatapnya mata sang ayah
dengan heran dan bingung yang terbias di matanya. 

Wali nagari Bumi seperti tersadar dari mimpi, dengan suara serak menahan
perasaan, ” Aswin, di mana kamu menemukan ular-ular tersebut.”  ”Cepat buang
ular  tersebut keluar.” ”Tidak, tidak jangan kagetkan ular tersebut, ayah
akan menyelamatkan kamu.” dengan gugup wali nagari Bumi mencoba berbicara
kepada anaknya, tapi semua orang tahu bagaimana paniknya wali nagari Bumi
dengan kejadian ini sehingga dia seperti menceracau bicaranya.

 

”Kenapa ayah, memangnya ada apa dengan temanku ini?”, ” Lihat ayah, mereka
sangat lucu dan cantik sekali bergerak-gerak seperti pelangi di bawah sinar
matahari.” 

 

Ingin sekali wali nagari Bumi meneriakan kepada anaknya bahwa ular itu bisa
menyebabkan kematian anaknya tapi dia tahu tidak bisa melakukannya karena
takut ularnya menjadi terkejut. Dia hanya bisa buka mulut tapi tidak keluar
sepatahpun kata dari mulutnya.

 

Akhirnya Kahar yang paling cepat pulih ketenangannya segera berkata kepada
Aswin,” Anak baik, di mana kamu dapat ular itu ?” ” Dia tidak mengigit
kamu?” 

Dengan heran Aswin menjawab,” Paman, ular ini tidak bakal menggigitku karena
dia merupakan temanku yang baik.” ”Benarkan, teman?” kata Aswin sambil
memandang ular yang ada di tangannya itu. Dan anehnya ular itu sepertinya
mengerti apa yang dikatakan anak itu segera mengangguk-anggukan kepalanya
kepada Aswin. ”Lihat paman, mereka tidak mencelakakan aku.” kata Aswin
kepada Kahar dengan senyum manisnya sehingga memunculkan dekik di pipi
montok itu. Bagi yang melihat keadaan Aswin mau tidak mau orang harus
mempercayai omongannya.

Kembali Kahar menanyakan kepada Aswin di mana dia menemukan ular ini? Aswin
menceritakan bahwa dia menemukan kedua ular ini sewaktu dia bermain di
hutan. 

 

Sang ayah yang sudah bisa menenangkan dirinya berkata,” Di hutan mana maksud
kamu?”  ”Mana ada hutan di dekat rumah kita ?”

 

”Hutan yang di dekat bukit berbaris itu, ayah.” 

Wali nagari Bumi tercengang mendengarnya karena hutan itu jauh dari rumah
mereka jika ditempuh dengan kuda yang bagus baru bisa ditempuh dalam waktu
setengah hari tapi bagaimana anaknya bisa sampai ke sana karena anaknya
tidak bisa menunggang kuda, belum pernah diajarkan.

 

”Bagaimana kamu bisa sampai ke sana karena hutan itu jauh dari rumah kita ?”


 

”Aku sering main ke sana kok ayah, bersama kakek Inal.”

 

”Kakek Inal?” ” Siapa dia ?” 

 

”Kakek Inal, masak ayah tidak kenal?” dengan heran Aswin bertanya kepada
ayahnya. ”Kakek kenal dengan ayah dan kakek sering datang ke sini ajak aku
keluar bermain ke hutan itu.”

 

Semakin bingung wali nagari Bumi dengan jawaban anaknya, ingin dia membentak
anaknya karena berpikir anaknya berbicara sembarangan saja, tapi dia tahu
walaupun anaknya bandel tidak sekalipun anaknya berbohong padanya, setiap
perbuatannya pasti diakui olehnya baik itu perbuatan baik maupun perbuatan
yang membuat dia akan dihukum oleh ayahnya tetapi tetap dia akan mengakuinya
dengan berani. 

 

”Kenal di mana kamu dengan kakek Inal?”

 

”Kakek datang ke sini, waktu itu ayah dan bunda sedang pergi, jadi aku
berkenalan dengan kakek dan bicara lama sekali sambil menunggu kalian
pulang. Tapi ayah dan bunda tidak pulang-pulang juga jadi kakek akhirnya
pergi.” 

Kenapa kamu tidak pernah cerita kepada kami mengenai kakek Inal?”

 

”Karena kakek bilang kalau ayah atau bunda tidak tanya tidak usah bilang,
tapi kalau ditanya aku harus jawab jujur. Makanya aku tidak ceritakan kepada
ayah, karena ayah tidak bertanya kepadaku.” 

Wali nagari Bumi yang mendengarkan jawaban anaknya hanya bisa menghela nafas
saking geregetan. Cepat dia tersadar,” Sudah berapa lama kamu bermain dengan
kakek Inal ?, dan apakah kakek Inal tahu mengenai ular-ular ini ?”

Sambil merenung-renung dan mengerutkan dahinya, Aswin sedang berpikir sudah
berapa lama dia bermain dengan kakek Inal. Lalu katanya dengan perlahan, 

 

”Aku bermain dengan kakek sudah lama sekali sejak aku usia 3 tahun, karena
sekarang aku berumur 5 tahun maka berarti sudah 2 tahun aku bermain bersama
kakek.” 

 

Masnan yang dari tadi diam saja sudah penasaran akan anak ini, dia melihat
tajam pada Aswin dan dia menemukan bahwa anak ini bertulang bagus dan
tampaknya mempunyai bakat yang sangat baik untuk memperoleh pelajaran tenaga
dalam. Dia menyukai dengan yang dia lihat ada dalam diri anak ini, kemudian
dia benar-benar memandang wajah anak ini dan dia terkejut ketika memandang
mata anak tersebut dia menemukan sepasang mata yang begitu jernih tapi
mengandung kekuatan batin yang kuat sekali. Belum pernah seumur hidupnya
melihat mata seorang anak seperti ini, biasanya dia menemukan mata seperti
ini pada diri pertapa-pertapa tua yang sudah meninggalkan hal-hal
keduniawian.

 

Terdengar lanjutan perkataan Aswin,” Kakek tahu. Bahkan kakek bilang aku
boleh menjadikan ular ini temanku karena mereka akan patuh dan setia
menemani aku sebab aku adalah tuan mereka.” kata Aswin dengan tersenyum
kepada kedua ular itu kembali ular itu mengangguk-anggukan kepalanya. 

Kemudian Masnan seperti tersadarkan, dari tadi dia sudah merasa ada sebuah
kekuatan di dalam ruangan ini ternyata kekuatan itu memancar dari diri anak
ini dan menyelimuti keseluruhan  diri anak ini baik dari dalam maupun dari
luar tubuhnya, sebuah aura kekuatan yang dashyat sekali. Dia dapat
merasakannya karena dia pernah belajar ilmu kebatinan dari gurunya, ilmu
yang bisa menahan pengaruh jahat yang memancar dari orang lain atau bisa
dibilang ilmu hipnotis dan halusinasi jaman sekarang.

 

Bersambung…………..


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.21.1/1300 - Release Date: 26/02/2008
19:50
 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke