Rabu, 03 Juli 2013 01:53

Tabek Patah sebuah nagari di Kecamatan Salimpauang Kabupaten Tanah Datar.
Nagari itu memiliki objek wisata berupa panorama dengan pemandangan alam
indah dan udara sejuk dan sekarang di nagari itu sedang dikembangkan pula
objek wisata baru Aia Taganang.

Menurut legenda yang ber­kembang di tengah masyarakat asal usul nama
nagarinya berasal dari kata “Tabek”. Ceritanya, dulu di nagari tersebut
terdapat sebuah “Tabek” besar membentang dari utara ke selatan dengan
panjang sekitar 1km .

Kemudian bukit di pinggir tabek runtuh, material runtuhannya membelah tabek
menjadi dua bagian, tabek yang terbelah itu kemudian disebut dengan tabek
patah dan kini dijadikan sebagai nama nagari setempat.

Tabek yang terbelah itu yang di bagian utara dinamai dengan  Talago Pakih
dan bagian selatan­nya dinamai Aia Taganang, sedang­kan tanah longsoran
tebing yang membelah tabek dijadikan warga setempat sebagai lahan pertanian.

Kini Aia Taganang yang mirip dengan danau mini sedang dikem­bangkan sebagai
objek wisata dengan membangun jalan beton ke lokasinya, membangun pelataran
tempat ber­main di pinggir tabek, begitupun warga setempat telah mulai
mem­bagun warung di sekitarnya.

Letak Aia Taganang sekitar 2 Km dari Pasar Tabek Patah, arah ke selatan
atau arah ke nagari Supa­yang. Kalau dari kota Batu­sangkar jaraknya lebih
kurang 16 km.

“Sejak jalan ke lokasi Aia Taganang dibeton  arus kunjungan mulai ramai,
namun objek wisata ini masih perlu promosi dan pemba­ngunan fasiltas
lainnya,” kata salah seorang tokoh masyarakat Tabek Patah, Arifin.

Hal yang perlu dibangun di lokasi itu antara lain jalan lingkar untuk
memudahkan pengunjung menge­lilingi Aia Taganang, lalu mem­bangun kopel
tempat beristirahat di sejumlah tempat dan menye­diakan sampan atau kereta
air bagi pengunjung.

Untuk saat sekarang pengun­jung yang datang baru dapat menikmati
pemandangan keindahan danau mini itu dan yang membawa pancing dapat
memancing ikan yang hidup secara alami yaitu puyu, sejenis ikan mirip lele,
di tempat lain ikan tersebut dikenal dengan nama ikan bakok, namun ikan
puyu Aia Taganang memiliki kekhasan tersendiri, rasanya enak, bergizi
tinggi dan cocok dijadikan ikan bakar.

Selain ikan puyu  Tabek Patah terkenal denga hasil kopinya, bahkan kini
kopi yang diolah masyarakat bukan saja buahnya, juga daunnya untuk
keperluan membuat minuman segar “kawa daun” yang kini laris di
warung-warung yang ada di sepanjang pinggiran jalan raya antara Tabek Patah
dengan Batusangkar.

Penyajian kawa daun pada warung-warung dilakukan secara tradisional
menggunakan gelas dari batok kelapa atau galuak, sehingga menimbulkan
suasana tersendiri yang menyenangkan. Cobalah enaknya kawa daun itu jika
Anda berkunjung ke Nagari Tabek Patah. (Kasra Scorpi)


http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=24592:enaknya-puyu-aia-taganang&catid=21:khas&Itemid=190

-- 
*
*
*Wassalam

*
*Nofend St. Mudo
37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola
*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke