Assalamulaikum ww

Sanak Epy Buchari di Ciputat  dan sanak di palanta  n a h

Re : Penyakit social dunia maya

Menarik juga milis yang sanak Epy sampaikan.Sebenarnya setiap hal bisa
dilihat dari berbagai aspek. Di tulisan itu hanya segi negatifnya yang
ditonjolkan , walaupun segi negatif yang dinampakkan itu belum tentu
senegatif seperti yang sampaikan penulisnya. Bukankah segala sesuatu  itu
ada positif dan negatif dan bukankah yang negatif juga bisa dieliminasi
kalau diatur dengan baik ?

 Era ketika  internet ini belum ada kita tidak bisa berkomunikasi dengan
keluarga atau teman yang jauh , kecuali melalui telepon interlokal/
internasional . Sekarang  kita bisa berkomunikasi dengan keluarga kita di
ujung benua lain tanpa biaya, dan bisa setiap saat. Bayangkan berapa biaya
yang bisa dihemat karena keberadaan internet ini.

 Menambah pengetahuan sangat mudah dengan adanya internet ini , dan apa
saja yang ingin diketahui bisa dicari  dengan cepat dan mudah. Bukankah
dengan menggunakan internet masyrakat lebih cepat pintar , mudah belajar
sesuatu tanpa mengeluarkan biaya yang berarti ?

 Bergaul dan mencari teman , terutama yang sepaham dan sealiran  , amat
dimudahklan melalui jaring social yang tersedia. Dengan demikian pertemanan
menjadi lebih nyaman karena gaul dalam komunitas yang relatif lebih sesuai
dengan keinginan kita ? Perkenalan di internet lazimnya banyak  yang
dilanjutkan dengan pertemuan komunitas tertentu yang lebih homogen ,
sekampung , sehobi, sealumni dsbnya dan itu dimungkinka karena lebih dahulu
melalui komunikasi internet .

 Kurangnya kualitas dan kuantitas dalam membaca buku apalagi
menulis.Membaca buku mungkin kuantitasnya berkurang , karena sebagian sudah
tergantikan dari E – book  dan artikel yang mudah diperoleh di internet.
Namun soal kualitas menulis , saya kira tidak demikian, justru dengan
adanya internet seorang yang ingin menulis amat dimudahkan dalam mencari
referensi yang diperlukan , sehingga malahan lebih mempercepat
penyelesaian. Soal kualitas yang ditulis kan tidak ada hubungan nya dengan
internet, karena mutu tulisan amat tergantung pada penulis itu sendiri ,
pemikirannya , kemampuan menulisnya  , kemampuan berbahasa , kemampuan
analisis  dan kemampuan merangkum  pemikiran  menhadi suatu tulisan yang
bermutu. Banyak membaca  buku juga bukan jaminan bahwa apa yang ditulisnya
berkualitas.

 Perhatikanlah toko toko buku . Tidak ada toko buku yang tutup karena orang
meninggalkan membaca buku karena sudah menggantinya dengan internet. Buku
tidak bisa digantikan tetap dicari . Keasyikan membaca buku tidak akan sama
dengan keasyikan membaca e-book. Tingkat kenyamanannya berbeda, karena itu
buku buku tetap laku dan tetap dibutuhkan masyarakat

 Soal debat yang tidak bermanfaat. Tidak sepenuhnya benar. Karena itu
sepenuhnya tergantung pada kualitas orang yang berdebat. Semua pasti ada
manfaatnya, paling tidak sebagai pencerahan . Orang yang semula tidak paham
akan sesuatu , akhirnya dengan membaca postingan orang berdebat menjadi
paham dan mengerti. Unsur pencerahan dalam berdebat  dinikmati oleh
sebagian besar komunitas dalam suatu wadah komunikasi di internet. Di
Rantau net ini saya kira kalau sanak Epy mengamati agak lama, akan nampak
banyak debat yang berkualitas dan satu satu  memang ada debat yang kurang
nyambung. Tapi memang itulah cerminan komunitas kita, dan hal seperti ini
terjadi juga dalam debat tatap muka, tidak hanya dalam debat di internet.
Contohnya debat Munarman dan Thamrin Tamagola  apakah debat itu bermanfaat
? Debat di DPR saja sering kita lihat tidak bermanfaat dan tidak bermutu.

Menabrak hak cipta . Kalau dilihat dari satu sudut pandang saja mungkin
nampaknya seperti itu. Tapi tidak semua seperti itu, karena umunya kita
tidak bisa menonton film hanya dari ‘video ‘ yang di upload di internet,
tidak ada kenikmatan dalam menyaksikannya, kecuali sekedar sebagai
informasi. Menonton yang sesungguhnya bagi sebagian besar masyarakat tetap
ke bioskop dan  kedua baru melalui TV yg tidak ada pelanggaran hak cipta. ,
Begitu juga soal lagu lagu, bagi penikmat lagu akan tetap memilih membeli
MP 4 atau kaset yang asli, karena kualitasnya berbeda.

 Sanak Epy meminta tanggapan atas suatu milis , tanggapan setiap orang
pasti tidak sama dan pada akhirnya  semakin banyak yang menanggapi ,akan
semakin beragam cara orang melihat persoalan dan itu tidak bisa dihindari.
Apakah bermanfaat atau tidak tergantung dari sudut pandang yang melihatnya.
  Tapi sesungguhnya itu adalah ungkapan kebebasan yang akan melegakan  bagi
yang bersangkutan, setidaknya dia sudah merasa bahwa sudah menyampaikan
pendapatnya. Akhirnya setiap orang akan belajar  menyampaikan pendapat  dan
tanpa disadari komunitas yang bersangkutan  semakin meningkat pengetahuan
dan kecerdasannya

Kekhawatiran saya   dalam masalah ini jangan sampai kita melihat segi
negatif itu tanpa melihat aspek positifnya. Jangan sampai kita melarang
anak cucu kita bermain internet karena ketakutan akan aspek negatif yang
dikemukakan dalam milis yang disampaikan itu.…

Wassalam
Dunil Zaid , 70, Kampuang Ujuang Pandan Parak Karambia, Padang


2013/7/7 Epy Buchari <[email protected]>

> Sanak sapalanta n.a.h,
>
> Assalamu'alaikumWW,
>
> Sambil beristirahat di akhir minggu ini, saya lampirkan artikel yg dimuat
> di Harian Kompas tanggal 6 Juli 2013 halaman 7 dengan 'Penyakit Sosial
> Dunia Maya' ditulis oleh Tere Liye.
> Isinya bagi saya menarik karena fenomena yang diamatinya ini sesuai dengan
> yang tampak sehari-hari, termasuk di RN.
> Khususnya penyakit sosial kedua (suburnya kebiasaan berdebat tiada
> manfaat) dan keempat (rendahnya sopan santun) yang dia uraikan.
>
> Tulisan ini selengkapnya bisa juga dibaca di link berikut yang merupakan
> Notes ybs di FB dengan isi yang sama;
>
> http://www.facebook.com/notes/darwis-tere-liye/penyakit-sosial-dunia-maya/566430906740815
>
> Ada yang punya komen/pendapat menyangkut tulisan ini ?
>
>
> Maaf & wasalam,
>
> Epy Buchari
> L-70, Ciputat Timur
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke