WaalaikumsalamWW, Pak Dunil Zaid dan sanak sapalanta nah,
Terima kasih atas tanggapan pak Dunil dengan penekanan pada manfaat komputer dan dunia maya/internet. Saya sepakat sepenuhnya dengan uraian tentang banyaknya sisi positif dunia maya tersebut, dimana penulis artikel itupun pada bagian awalnya juga tidak lupa menyebutkan tentang kemaslahatan dunia maya. Dia menyatakan bahwa disamping kemaslahatan tersebut dia juga melihat dampak negatifnya ; dimana pak Dunil sebaliknya menguraikan bahwa selain hal-hal negatif tersebut juga sangat banyak manfaat positifnya. Pada bagian akhir artikel tersebut, penulisnya menyarankan alternatif solusi yang dia sebut 'kampanye internet sehat'. Jadi dia tidak menyimpulkan untuk tidak/jangan/melarang penggunaaan komputer/internet akibat adanya 'penyakit sosial' tersebut. Perdebatan dan beda pendapat tentunya hal yang sangat lazim. Yang antara lain disebutkan sebagai 'penyakit' adalah perdebatan yang tidak ada manfaatnya, serta cara mengemukakan pendapat yang tergolong tidak sopan. Hal ini secara kasat mata terlihat di beberapa milis atau jejaring sosial seperti FB. Tidak terkecuali Palanta RN tentunya. Kalau dicermati usulan tentang 'kampanye internet sehat' tersebut dan contoh yang diberikan penulisnya, saya kira rang dapua RN sudah sejak lama menekankan tentang 'tata tertib dan adat salingka palanta', dengan tujuan terjaganya sopan santun dan adanya manfaat positif dari hal yang diperdebatkan tersebut. Tapi selalu pula (menurut pendapat dan pengamatan saya) terkadang tetap saja terjadi perdebatan sengit yang tidak jelas manfaatnya, serta dilakukan dengan cara yang tidak/kurang sopan.Tiap orang tentunya bisa berbeda ukuran menyangkut manfaat dan sopan santun ini. Dalam kurun waktu beberapa tahun menyimak palanta RN ini banyak informasi positif dan pemahaman yang dapat saya serap menyangkut ranah Minang dan urang awak dengan segala fenomena dan problematikanya, yang tasuruak dan tasalek dalam dinamika palanta RN yang bagi saya terasa sangat khas. Materi yang diperdebatkan bisa saja berkualitas, begitu juga yang ikut berdebat. Sayangnya proses perdebatan sering-sering membuat perdebatan menjadi tidak bermanfaat, tidak argumentatif, menyerang/merendahkan pribadi lawan debat, atau merasa paling benar sendiri. Bertolak dari pengamatan dalam berselancar di dunia maya, mengikuti beberapa milis dan jejaring sosial, saya memang melihat merasakan keenam penyakit-penyakit sosial yang disebutkan dalam artikel tersebut. Sekali lagi terima kasih pak Dunil atas sharing pendapatnya. Maaf & wasalam, Epy Buchari L-70,Ciputat Timur On Sunday, July 7, 2013 4:09:52 PM UTC+7, Dunil Zaid wrote: > > Assalamulaikum ww > > Sanak Epy Buchari di Ciputat dan sanak di palanta n a h > > Re : Penyakit social dunia maya > > Menarik juga milis yang sanak Epy sampaikan.Sebenarnya setiap hal bisa > dilihat dari berbagai aspek. Di tulisan itu hanya segi negatifnya yang > ditonjolkan , walaupun segi negatif yang dinampakkan itu belum tentu > senegatif seperti yang sampaikan penulisnya. Bukankah segala sesuatu itu > ada positif dan negatif dan bukankah yang negatif juga bisa dieliminasi > kalau diatur dengan baik ? > > >> > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
