` Diatas Langit Masih Ada langit `

Pagi-pagi anggota
kerabatku disibukkan dengan kegiatan perapihan diri, dandan dan sarapan pagi.
Anakku yang akan melaksanakan ijab kabul sebentar lagi, sudah berdandan rapi.
Tepat jam 07.00 seluruh anggota kerabat berkumpul dalam warna busana senada.  
Sebelum berangkat anakku bersalaman dan mohon doa restu pada Oom dan
tantenya serta kakak-kakak sepupunya. Setelah usai acara sesi foto, rombongan  
bersiap-siap naik ke mobil yang sudah
disediakan. Tak jauh dari kami berfoto bareng, tampak olehku sebuah mobil sedan
hitam. Sedan mengkilat dan beberapa buket bunga dilekatkan pada badan sedan
itu.
Wakil
besan yang menjemput kami, mempersilahkan anakku bersama diriku dan suami
menaiki mobil itu. Seorang sopir membukakan pintu mobil dan berkata : 

 “ Mari pak dan bu..”, silahkan naik. Sebuah
senyum ramah terlihat dari wajahnya. Akupun bagai tersanjung, turut merasakan
 diri sebagai orang tua “ Raja Sehari “. 

“ Hemm baik pak.., aku
membalas ajakan sopir itu sekenanya. Akupun naik dan duduk seanggun mungkin 
berdampingan
dengan suami. Aku berkata dalam hati bercampur bangga.

“ Hemmm….asyik
juga mobilnya, ketika aku mendapati rasa nyaman dalam mobil itu.

“ ckk cckkk… hebat benar si besanku  ini, decak kagumku. 

Mobil raja sehari
beserta ibu surinya berjalan perlahan paling depan dari seluruh rombongan.
Dibelakangnya berturut-turut mobil para kerabat menuju tempat acara akad nikah. 
Dalam perjalanan, pak
sopir menyapa kami dengan ramah. Ia bercerita panjang lebar tentang kesalahan
dan ketidak tahuannya,  sebelum ia tiba di Hotel menjemput kami. Dari
ceritanya ia telah menunggu sejak jam 05.30, sesuai dengan arahan panitia CPW. 
Setelah sekian lama
menunggu hingga tiba waktu keberangkatan, barulah ia menyadari bahwa ia berada
bukan di hotel tempat kami menginap.  
Bagilu kala itu,   peduli
apa dengan alasan keterlambatannya. Bukankah, hal seperti ini sudah biasa
dilakukan oleh para sopir,   agar mereka tidak ditegur oleh calon
penumpangnya.   Aku asyik masuk dalam kebanggaanku sebagai se
orang Ibu Suri,  disaat detik – detik anak nya menjadi raja
sehari, tanpa mempedulikan ocehan sang sopir ini..
Tiap
sebentar dia mengutak utik perangkat mobil yang tengah disopirinya itu. Ia
menyetel lagu-lagu dari radio mobil.  Setelah itu tangannya sibuk
mencari kenyamanan dalam mobil kami. Tiap sebentar ia menengok kami untuk
meyakinkan dirinya bahwa kami nyaman dalam mobil itu. Ia benar-benar
memperlakukan kami perumpang terhormatnya. Dalam hati, aku berucap :

 “ Hemm. Jika seperti ini pelayanan seorang sopir  mobil sewaan, aku yakin dia
dapat acungan jempol dari pelanggannya “.
Ia benar benar tengah
melaksanakan prinsip “ kepuasan pelanggan adalah  segala
galanya. “ Waduh,  jangan – jangan
ia juga paham dengan customer satisfaction, ucapku dalam hati.
Saya merenung dalam
perjalanan itu. Dari mana besan saya  mendapatkan mobil sewaan dengan
sopir seperti ini ?. Apakah kota Gresik yang kecil ini – juga menyediakan
pelayanan mobil penganten?    Hebat. benar benar hebat, tak
kalah dengan orang Jakarta. Jujur aku memang merasa surprise dengan kondisi
ini. Ketika aku tak pernah membayangkan sedemikian detail, persiapan yang
dilaksanakan oleh keluarga besan kami.
Tiba-tiba sopir ini
membuyarkan lamunanku. Dalam perjalanan itu, dengan ramahnya, sambil memegang
knop Ac, sang sopir bertanya kepada kami
“ Maaf lho Pak – Bu.
Apakah AC nya cukup dingin…?.  Kota Gresik ini luar biasa panasnya.
“ Hemmmm. Saya manggut
mangut tanggung tanda meng-iyakan.  Tanpa berniat beramah tamah, saya pun
berkata : 
“ Ya kota ini memang panas. Tapi Lumayan kok .. AC nya dingin.
“ Alhamdulillah….,
katanya menunjukkan kepuasannya.
Ia melanjutkan pertanyaannya pada
kami : “ Bagaimana kota Jakarta..Bu… Apakah juga sama ?.
Sedikit acuh,  aku menjawab
: “ Ya sama saja. Tidak ada bedanya.
Bagiku kala itu, dari
pada beramah tamah dengan seorang sopir, tentu  lebih penting memantau
 kelancaran iringan rombongan kerabat kami yang berada dibelakang kami.
Itu pula yang dilakukan oleh suamiku dalam perjalanan itu,   Tiap sebentar ia
menelpon dan  memantau posisi rombongan.
“ Pak
Sopir, jangan kencang kencang ya bawa mobilnya. Nanti rombongan kami tidak bisa
beriringan, kata saya padanya dengan tegas.
“ Oh ya baik bu,
 Mohon maaf ya bu. Kalo pelayanan saya ndak baik…. Maklum saya belum biasa
melayani tamu.  Dengan takzim sambil membungkukkan badannya berulang ulang,  
dengan bahasa tubuhnya ia meyakinkan kami
bahwa ia adalah sopir yang kurang sempurna.
“ Heemmmm
ya…. Imbuh saya. Aku saat itu, bagaikan seekor jerapah yang sedang
berada di singgasana. Tak siap merunduk kepada seekor semut yang sedang
menghadap jerapah.

Ketika iringan mobil
penganten memasuki halaman gedung, aku  mengatur sang sopir, agar ia
mancari posisi parkir mobil secara sempurna. Maksudnya agar orang orang yang
menyambut si Raja sehari bersama Ibu Surinya dapat tertata rapih. Sang
sopir melaksanakan arahan saya secara baik. Berkali – kali ia menunjukkan
kepatuhannya sebagai sopir atas perintah majikannya. 
“ Baik ..bu.  
  baik..bu….."
Nah, setelah semua
sempurna dimata saya, maka saya bersiap siap turun dari mobil itu. Saat 
berpisah turun dai mobil itu, sang sopir menyampaikan rasa takzim dan rasa 
hormatnya kepada
kami, serta permohonan atas ketidak sempurnaannya.
“ Maaf lho Bu. Kalo
pelayanan saya ndak sempurna. Saya belum biasa melayani penumpang
bu, katanya. Sepertinya ia merasa ada saja kesalahan pada dirinya.
“ Oh..ya…
ndak apa apa pak. Saya juga mengucapkan terima kasih…Akhirnya saya berpisah
dengan pak sopir itu.

SELANG SEMINGGU KEMUDIAN, putera saya yang sudah jadi penganten itu, berkata :  
“
Ma…. Pak Bambang. Baik sekali ya…ma.
“ Pak Bambang yang mana
…???, tanya saya ringan.
“ Itu..tuh. Pemilik mobil
penganten, yang menjemput kita saat  acara Akad nikah di kota Gresik
“ Haah…. Yang menyopiri
mobil penganten ? “ Dia pemilik mobil
pengantin ?
“ Dia  yang berkali
– kali minta maaf atas keterlambatannya ?
“ Dia yang selalu merasa
kurang sempurna saat  memberi pelayanannya ???
“ Dia yang
  memberikan perhatian secara detail, agar penumpang puas saat
menaiki mobil itu….?????
“ Dia adalah Pemilik
mobil….????
Demikian pertanyaan
bertubi – tubi, aku sampaikan kepada anakku

“ Iya benar.
Dialah pemilik mobilnya. Masih ada mobil camry dan berbagai
merek yang lain di garasinya. Dia itu orang yang sangat baik. Tidak pernah
perhitungan. Dia yang selalu merespon permintaan bantuan. Dia lah mensponsori
pendukung Persebaya  dengan bonek  bonek  Surabaya, baik bantuan  bus atau 
kendaraan lain yang dia berikan
 secara gratis. Kalangan masyarakat, menyebut dirinya dengan panggilan Pak
Suporter.

“ Ya… Allah. Bbetapa
malunya diriku ini. Tatkala membayangkan kepongahanku  saat naik mobilnya.
Dengan sedikit
keangkuhanku itu, aku tak sadar telah berlaku sombong dihadapannya.  Bukan  
tidak
mungkin ia berkata dalam hatinya ia mengatai diriku :
“ Hemmmm… betapa
angkuhnya dirimu Bu….  Nih liat aku, seangkuh-angkuhnya dirimu, sebenarnya
akupun bisa lebih angkuh, bilamana mana aku tak punya kekayaan hati “. 
Barangkali
itulah terbaca olehku dari dalam hatinya, ketika saya merasa tak ramah 
kepadanya. 

Dalam
prilaku kita, terkadang secara tak sadar, kita sering salah menafsirkan orang
lain dalam kebersahajaan—kesederhanaannya.  Padahal ketika merasa diatas
puncak kebanggaan atau mungkin kesombongan kita, ternyata diatas langit masih
ada langit. 

Asytagfirullah



dikutip dari :  Buku Mozaik ~ keping keping kehidupan, Pustaka Padusi, 1 Maret 
2013.

Selamat menjalani ibadah puasa


Salam

 
3vy Nizhamul
(Kawasan Puspiptek, Kota Tangerang Selatan)

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke