Aha, Uwan Dedi, konsep AWAK SAMO AWAK ko harus dikauik sahabih raso. Kalau takaik jo karajo tukang taksi co karajo Ajo kito tu, tantu banyak faktor nan harus dipikiakan: UMR, bali bensin, bara anak Ajo ko di rumah nan ditinggakannyo tiok hari, dll. Kalau misalnyo kiro2 bali bensin taksi dari rumah Uwan Dedi ka tampek karajo Uwan abih lo gak 50 ribu, di jalan abih wakatu 3 jam dek macet, sudah tu Uwan agiah kepeng Ajo awak ko 40 ribu je nyeh, mako manuruik ambo Uwan Dedi lah salah mah mamaknaik konsep awak samo awak tu. Den raso namuah kanai tangkai sapu mah Ajo kito ko tibo di rumah dek bini e, he he. Ciek lai: ka awak samo awak tadorong baragiah kan ndak baa doh. Ituang2 manolong rang kampuang awak bagai menah. Antah kok indak dek Uwan Dedi? Wassalam, Suryadi
________________________________ Dari: Dedi Suryadi <[email protected]> Kepada: [email protected] Dikirim: Kamis, 11 Juli 2013 7:08 Judul: [R@ntau-Net] Awak Samo Awak (A.S.A) Assalamualaykum wr wb Mamak-mamak, bundo-bundo, sarato sanak sapalanta RN.. Dek karano mamak-mamak, bundo, dan sanak Rina lah acok mambuek cerpen disiko, ambo sata pulo ciek baraja bikin cerpen pulo... Siapo tahu bisa jadi potensi nan bisa dikambangkan pulo hehee... Walaupun carito iko mungkin labiah tapek disabuik sebagai curhat nan sabana tajadi jo ambo, dan acok kito alami.. Kritik dan saran akan ambo tarimo sebagai sesuatu yang konstruktif.... Awak Samo Awak (A.S.A) " Niang, lah jago Ajo, Niang..? sapaku agak keras dari atas motor kepada si Uniang , istri pemilik taksi yang tinggal di deretan belakang rumahku. Si Uniang yang pagi itu lagi menyapu teras rumahnya mendongakkan kepala, dan sambil tersenyum dia membalas, " Alun lai, ado apo tu ?" jawabnya sambil menghentikan kerjaannya menyapu teras rumah, dan bergerak mendekati pagar rumahnya, ke arahku. Sambil mematikan mesin sepeda motor, mengambil kunci, akupun menurunkan kaki dan bergerak mendekatinya. " Ambo jo keluarga ka ikuik acara PT. Bisa ndak Ajo ma-anta-an kami ? Kok jo onda buruakko lah ndak tamuek lai " kata saya setelah agak dekat dengannya. " Bilo tu ? Cubo awak tanyo inyo dulu yo.." jawabnya " Pagi ko, jam satangah tujuah " kata saya menegaskan waktu keberangkatan kami. " Ooo..Sabanta yo .." katanya. Ia pun bergerak kedalam rumah. Membangunkan si Ajo sang suami, agaknya. Beberapa saat, si Uniang sudah terlihat berjalan keluar, mendekat. Wajahnya memasang senyum ramah, layaknya urang awak kalau lagi bertemu muka. " Jadih katonyo Da. Beko jam satangah tujuah Ajo karumah ko " katanya menyampaikan hasil pertemuan singkatnya dengan si Ajo dikamar tidur. Entah si Ajo terganggu tidurnya atau tidak, saya tak tau. Yang penting saya membutuhkan jasa taksi sekarang. Toh kalau dia tak mau, saya bisa mencari yang lain.Saya pun menarik nafas lega. Tak perlu lagi berputar-putar komplek atau ke jalan raya menyetop taksi di jalan untuk mengantarkan kami. Sekarang sudah jam 6 pagi, tinggal setengah jam lagi untuk bersiap. Mandi, sarapan, dan lain-lain. " Oke lah Niang, tarimo kasih yo. Kok iyo lah pasti modeko, ambo ndak paralu kaliliang mancari lai " ucap saya pada si Uniang. " Beko ambo tunggu se dirumah" sambung saya. " Iyo lah Da " katanya sambil menganggukan kepala. Saya pun pamit untuk pulang dan berjalan menuju ke sepeda motor tua yang dengan setia masih menunggu dipinggir jalan depan rumah si Uniang. Jam setengah tujuh kurang, si Ajo sudah sampai didepan rumah. Kami pun bersiap-siap untuk naik ketaksinya. Barang-barang keperluan untuk acara Family Day nanti sudah siap dimasukkan kedalam bagasi. Paling ribut adalah 2 junior saya yang sudah ga sabaran. Bagi mereka, bukan acara Family Daynya yang penting, melainkan bermain dipinggir lautnya. Mandi air laut, main pasir, sambil mengejar-ngejar ikan-ikan kecil yang ada dipinggiran pantai, dan menangkapi siput atau umang-umang, itulah yang paling mereka senangi. Tak lupa juga anakku yang paling besar membawa pancingnya, karena sudah hobinya juga memancing, sejak beberapa kali kubawa pergi memancing kemarin. Ya, family day yang kami adakan dengan anggota perkumpulan kami saat ini akan diadakan di pinggir laut, di tepi pantai sebuah resor yang cukup terkenal di kota Batam. Taksi si Ajo sudah mulai berjalan meninggalkan rumah kami. Aku duduk didepan, disamping si Ajo yang menyetir mobil. Di sepanjang perjalanan menuju PT, kami beberapa kali terlibat ota-ota ringan. Kadang kala kami tertawa kecil kalau ada hal-hal yang lucu yang kami sampaikan. Tak terasa taksi si Ajo sudah semakin mendekati PT tempatku bekerja, yang menjadi tempat berkumpul kami. Dari PT itu, kami akan naik beberapa bus wisata yang sudah kami carter menuju lokasi acara kami. Jarak yang hanya 10 KM dari rumahku kami tempuh dalam 25 menit saja dengan laju yang santai. Minggu pagi itu jalanan agak sepi, karena aktifitas masyarakat Batam yang mayoritas karyawan swasta banyak yang libur. Dan kami pun sampai. Istriku keluar lewat pintu samping kiri, diikuti kedua anakku. Aku yang keluar dari pintu depan, langsung ke bagasi mengeluarkan barang-barang bawaan kami. Setelah semua beres, saya pun mendekati si Ajo. Sambil mengeluarkan dompet, saya bertanya, " Bara Jo..?" Kataku padanya. Ia pun tersenyum. " Bara ka Dedi agiah se lah " jawabnya. Waduh !. Inilah yang sering bikin aku bingung. " Bara ka Dedi agiah " ini membuatku bingung, karena kalau ngasih dikit, takut jadi ga enak. Kalo kebanyakan, sayang juga hehe... Aku memang jarang sekali bepergian dengan taksi atau kendaraan umum. Jadi tidak mengetahui tarifnya yang pas. Ya sudah, aku perkirakan saja. Kemarin pas ke bandara dengan taksi argometer, aku kena hampir 100 ribu. Jaraknya sekitar 3 kali lipat dari yang sekarang. Ku keluarkan uang kertas biru bertuliskan 50 ribu. Biarlah, kalau kebanyakan, dia pasti kasih kembalian, pikirku. " Iko Jo " kataku sambil menyodorkan uang kertas 50 ribu tersebut kepadanya, yang masih duduk di kursi sopir. I pun menerimanya dan berujar, "Ndeehh...ndak bao pitih ketek lo doh Ded -a....Jo a ka wak baliak-an ko-a .." katanya lagi sambil tersenyum. Hmmmm.... " Yo ndak ba-a doh Jo, baok selah " jawabku padanya. Tetap sambil tersenyum juga. Itung-itung infak, pikirku. Tapi tadi dia bilang, tak ada kembalian. Berarti seharusnya kurang dari itu. Syukurlah. Aku memang lebih senang memberi lebih dari pada kurang, kalau tidak tau yang pasnya. Yah, itung-itung infak, itulah prinsipku. Begitulah kalau "awak samo awak ". Berbeda kalau dengan orang lain, yang lebih tegas dalam menentukan sesuatu. Mungkin karena awak samo awak ini ibarat satu keluarga, jadi tidak mau terlalu itung-itungan. Namun terus terang, ini sering membuat ku bingung. Dua minggu kemudian, aku ada acara lagi. Dan, aku kembali menggunakan jasa si Ajo pemilik taksi. Belajar dari kejadian sebelumnya, aku hanya menyerahkan 40 ribu saja. Entah apa yang ada dalam pikiran si Ajo, aku tak tau. Namun dia tetap tersenyum menerima uang dariku. Aku juga tersenyum...hehee... Lain cerita. Masih tentang Awak Samo Awak ( A.S.A ). Teringat lagi, saat aku melakukan renovasi rumahku tahun lalu. Karena bagian depan ku rombak habis, maka meteran listrik harus dipindah dari tempat aslinya.Saat menanyakan kepada si Pak Cik, orang melayu yang baik hati dan menjadi tukang bangunan langganan kami, dia menawarkan temannya yang biasa mindahin meteran listrik itu. Dan temannya mengatakan, biayanya 200 ribu. 200 ribu buat mindahin aja..? Mahal juga pikirku.Tapi aku ingat lagi, ada teman yang tinggal di blok belakang rumahku, orang Minang juga, yang kerja di PLN bagian pelanggan. Dia juga biasa mindahin meteran listrik tersebut. Setelah aku mendatanginya dan bertanya berapa biaya mindahinya, dia menjawab, " Ah, awak samo awak ko ka bara bana nyo Ded. Bara ka Dedi agiah se lah " katanya. Itulah urang awak. Tak mau berterus terang didepan. Akhirnya, dengan prinsip " dari pado lapeh ka urang, bia lah lapeh ka awak juo ", saya putuskan menggunakan jasa teman urang awak ini. Singkat kata, pekerjaan memindahkan meteran listrik itu pun selesai. " Jadi, bara Wen..? " tanyaku pada si Wendri, temanku orang PLN itu. Dia pun menjawab, " Agiah se lah 250 ribu Ded. Sagitu biasonyo.." Upss......250 ribu. Saya pikir, karena "awak samo awak" bisa lebih murah, ternyata tidak juga, hehee... Kalo dia bilang itu didepan, mungkin aku akan berpikir pake si Mas teman Pak Cik tukang bangunan ku itu aja... Tapi ya sudahlah, itung-itung infak...pikirku lagi..itung-itung bagi rejeki sama kawan... Tanpa menawar, kuserahkan uang 250 ribu padanya. " Mokasih yo Wen.." tak lupa kusampaikan terima kasihku padanya. Dia menerima duit dari tanganku sambil membalas ucapan terima kasihku dan sekalian pamit mau pulang. Saat itu sudah sore dan hampir menjelang Maghrib. Yah......Awak samo Awak.....pikirku... Hehee... .......................................................... Dedi Batam, 36th Salam dan Terima Kasih, Dedi Suryadi _____________________________________________________________________________ ***** Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang Berani Bertindak Dan ***** *****Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil Konsekuensi (Jawaharlal Nehru) ***** ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for The Others" (Hadith by Bukhari) --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu...".....***** "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..." -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
