Tarimo kasih Mak MM dan Pak Saaf.
Seperti ditulis dalam artikel yang diforward Mak MM, debat adalah sesuatu
yang netral. Namun niat dan cara berdebatlah yang membuat debat itu menjadi
negatif dan perselisihan ("ikhtilaf", dalam hadis-hadis yang dikutip dalam
tulisan di bawah) atau sebaliknya menjadi debat terpuji yang mencerahkan,
dengan 4 syarat yang disebutkan artikel itu.
Jadi, cara berdebat yang syar'i inilah yang harus terus diendorse dan
dibiasakan sesuai dengan panduan dalam QS 16:125. Para imam mazhab sendiri
berkata jangan ikuti mereka kalau ada hujjah yang lebih kuat. Kalau para
imam dengan kemampuan ilmu mereka yang luas saja punya kerendahan hati
seperti itu, bukankah akan menjadi setback jika setiap pendapat yang muncul
di Palanta ini dengan serta merta dianggap sebuah keniscayaan yang mutlak
benar, dan tidak perlu dipertanyakan lagi?
Membiasakan debat yang syar'i, yang fokus pada hujjah, bukan pada pribadi
(ad hominem), memang sulit. Tapi bagaimana kemampuan itu bisa diperoleh
kalau tak dilatih dan dibiasakan, bukan?
Wassalam,
ANB
45, Cibubur
Pada Jumat, 12 Juli 2013, Muchwardi Muchtar menulis:
>
> "Antah baa kolah, tapi ambo raso rancak kito kurangi badebat-debat dalam bulan
> puaso ko".
>
> Wassalam,SB,
>
> Tarimokasi, Pak Saaf.
>
> Iko adolah ciek anjuran nan sabana baiak. Ambo raso kalimaik nan ambo bari
> tando kutib di ateh bisa disabuik ibadah(di bulan suci) juo karano mamintak/
> maanjurkan ijan awak debaik mandebaik juo, beko tasungkua manjadi mambangihan
> urang. Dan itu pun sasuai jo suruhan agamo awak sarupo di bawah ko.
>
> *Larangan Berdebat dalam Agama Islam
> *
>
> Ahlus Sunnah wal Jama’ah Melarang Perdebatan dan Permusuhan Dalam Agama.
> Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang dari hal tersebut.
> Dalam Ash-Shohihain dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda
> :
> *اِقْرَأُوْا الْقُرْآنَ مَا ائْتَلَفَتْ عَلَيْهِ قُلُوْبُكُمْ فَإِذَا
> اخْتَلَفْتُمْ فَقُوْمُوْا عَنْهُ*
> *“Bacalah Al-Qur`an selama hati-hati kalian masih bersatu, maka jika
> kalian sudah berselisih maka berdirilah darinya”.
> *Dan dalam Al-Musnad dan Sunan Ibnu Majah –dan asalnya dalam Shohih
> Muslim- dari ‘Abdullah bin ‘Amr :
> *أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ وَهُمْ
> يَخْتَصِمُوْنَ فِي الْقَدْرِ فَكَأَنَّمَا يَفْقَأُ فِي وَجْهِهِ حُبُّ
> الرُّمَّانِ مِنَ الْغَضَبِ، فَقَالَ : بِهَذَا أُمِرْتُمْ ؟! أَوْ لِهَذَا
> خُلِقْتُمْ ؟ تَضْرِبُوْنَ الْقُرْآنَ بَعْضَهُ بِبَعْضٍ!! بِهَذَا هَلَكَتِ
> الْأُمَمُ قَبْلَكُمْ
> **“Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah keluar sedangkan
> mereka (sebagian shahabat-pent.) sedang berselisih tentang taqdir, maka
> memerahlah **wajah beliau bagaikan merahnya buah rumman karena marah,
> maka beliau bersabda : “Apakah dengan ini kalian diperintah?! Atau untuk
> inikah kalian diciptakan?! Kalian membenturkan sebagian Al-Qur’an dengan
> sebagiannya!! Karena inilah umat-umat sebelum kalian binasa”.
> *Bahkan telah datang hadits (yang menyatakan) bahwa perdebatan adalah
> termasuk dari siksaan Allah kepada sebuah ummat. Dalam Sunan At-Tirmidzy
> dan Ibnu Majah dari hadits Abu Umamah radhiallahu ‘anhu, beliau berkata :
> Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
> *مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوْا عَلَيْهِ إِلاَّ أُوْتُوْا
> الْجَدَلَ، ثُمَّ قَرَأَ : مَا ضَرَبُوْهُ لَكَ إِلاَّ جَدَلاً*
> *“Tidaklah sebuah kaum menjadi sesat setelah mereka dulunya berada di
> atas hidayah kecuali yang suka berdebat, kemudian beliau membaca (ayat)
> “Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud
> membantah saja””.
> *Imam Ahmad rahimahullah berkata : “Pokok-pokok sunnah di sisi kami
> adalah berpegang teguh dengan apa yang para shahabat Rasulullah Shallallahu
> ‘alaihi wasallam berada di atasnya dan mencontoh mereka. Meninggalkan semua
> bid’ah dan semua bid’ah adalah sesat. Meninggalkan permusuhan dan
> (meninggalkan) duduk bersama orang-orang yang memiliki hawa nafsu. Dan
> meninggalkan perselisihan, perdebatan dan permusuhan dalam agama”.
>
> *Perdebatan Yang Tercela:*
> Yaitu semua perdebatan dengan kebatilan, atau berdebat tentang kebenaran
> setelah jelasnya, atau perdebatan dalam perkara yang tidak diketahui oleh
> orang-orang yang berdebat, atau perdebatan dalam mutasyabih (1) dari
> Al-Qur’an atau perdebatan tanpa niat yang baik dan yang semisalnya.
>
> *Perdebatan Yang Terpuji:*
> Adapun jika perdebatan itu untuk menampakkan kebenaran dan menjelaskannya,
> yang dilakukan oleh seorang ‘alim dengan niat yang baik dan konsisten
> dengan adab-adab (syar’iy) maka perdebatan seperti inilah yang dipuji.
> Allah Ta’ala berfirman :
> *ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ
> وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ*
> *“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang
> baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”.* (QS. An-Nahl : 125)
> Dan Allah Ta’ala berfirman :
> *وَلَا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ*
> *“Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara
> yang paling baik”. *(QS. Al-‘Ankabut : 46)
> Dan Allah Ta’ala berfirman :
> *قَالُوا يَانُوحُ قَدْ جَادَلْتَنَا فَأَكْثَرْتَ جِدَالَنَا فَأْتِنَا
> بِمَا تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ*
> *“Mereka berkata: “Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah dengan
> kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka
> datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu
> termasuk orang-orang yang benar”. *(QS. Hud : 32)
> Contoh-Contoh Perdebatan Syar’i:
> Allah Ta’ala mengkhabarkan tentang perdebatan Ibrahim ‘alaihis shalatu
> wassalam melawan kaumnya dan (juga) Musa ‘alaihis shalatu wassalam melawan
> Fir’aun.
> Dan dalam As-Sunnah disebutkan tentang perdebatan antara Adam dan Musa
> ‘alaihimas shalatu wassalam. Dan telah dinukil dari salafus shaleh banyak
> perdebatan yang semuanya termasuk perdebatan yang terpuji yang terpenuhi di
> dalamnya (syarat-syarat berikut) :
> 1. Ilmu (tentang masalah yang diperdebatkan-pent.).
> 2. Niat (yang baik-pent.).
> 3. Mutaba’ah.
> 4. Adab dalam perdebatan.
>
> Salam dan maaf,
>
> *mm****
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti
> [email protected]<javascript:_e({}, 'cvml',
> '[email protected]');>.
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.