*Assalamu'alaikum wr wb.. Mamak, Apak, uda jo sado adisunsanak n.a.h &
n.a.c Karano ALLAH

*
*Ambo satuju bana jo pak Saaf.. apolai akhir2 ko beberapa topik di palanta
ko banyak nan badebat saliang manyingguang dunsanak nan lain sacaro haluih
maupun kasa.. saling manyalahkan nan lain. DLL lah,, terkadang jadi banyak
mudharat dari pado manfaat..

*
*Debat ko sabananyo iyo disuruah mahindari.. karano banyak mudharatnyo..
dan diam adolah ameh gadang..
*
*tapi balain jo musyawarah mupakaik.. (*bukan musyawarah democrazi nan
mautamokan suaro tabanyak) , nan dimukasuik adolah,, musyawarah samo2
mancari nan bana..

*
*ko ambo kopi pastean seputar dalil2 mengenai Debat ko.. Silahkan baco dan
renungkan..  :*

Islam mengenal istilah jidal. Para ulama menafsirkannya dengan perdebatan
dalam hal-hal yang tidak berguna atau tidak bermanfaat. Jidal adalah
termasuk dalam perdebatan yang dilarang adalah semua perdebatan yang
menyebabkan kegaduhan, mudharat kepada orang lain atau mengurangi
ketentraman. Sementara perdebatan yang baik dan masih diperbolehkan adalah
perdebatan untuk menjelaskan kebenaran sebagai kebenaran dan kebatilan
sebagai kebatilan.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah r.a., ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda,
‘Orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang paling keras
penantangnya lagi lihai bersilat lidah’.” (HR Bukhari [2457] dan Muslim
[2668]).

Diriwayatkan dari Abu Umamah r.a., ia berkata: “Rasulullah saw .bersabda,
“Tidaklah sesat suatu kaum setelah mendapat petunjuk kecuali karena mereka
gemar berdebat. Kemudian Rasulullah saw. membacakan ayat, “Mereka tidak
memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja,
sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.” (Az-Zukhruf: 58).”
(Hasan, HR Tirmidzi [3253], Ibnu Majah [48], Ahmad [V/252-256], dan Hakim
[II/447-448]).

Diriwayatkan dari Abu Ustman an-Nahdi, dalam sebuah hadist lain, ia
berkata, “Aku duduk di bawah mimbar Umar, saat itu beliau sedang
menyampaikan khutbah kepada manusia. Ia berkata dalam khutbahnya, Aku
mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Sesungguhnya, perkara yang sangat aku
takutkan atas ummat ini adalah orang munafik yang lihai bersilat lidah’.”
[HR Ahmad]

Kerap dijumpai di tengah masyarakat, peristiwa yang berakhir saling bunuh
atau saling membinasakan. Jika ditelisik lebih jauh, kejadian tersebut
bermula dari cekcok dan salah paham. Ini menjadi indikasi bahwa lidah
memiliki bahaya besar bila tak dijaga.

Berikut beberapa adab terkait dengan urusan lidah atau bercakap.Islam
adalah agama yang sangat rapi mengatur umatnya. Terhadap hal-hal sekecil
apapun, Allah SWT sudah mengatur. Dalam Islam, berbicara, berbahasa dan
bercakap-cakap harus punya adab dan sopan-santun nya. Di bawah ini adalah
adab-adab berbicara dalam Islam yang harus menjadi pegangan kita.

Adab Bercakap

1. Ucapan Bermanfaat

Dalam kamus seorang Muslim, hanya ada dua pilihan ketika hendak bercakap
dengan orang lain. Mengucapkan sesuatu yang baik atau memilih diam.
Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam (SAW) bersabda, "Barang siapa
mengaku beriman kepada Allah dan hari Pembalasan hendaknya ia berkata yang
baik atau memilih diam." (Riwayat al-Bukhari).

2. Bernilai Sedekah

"Setiap tulang itu memiliki kewajiban bersedekah setiap hari. Di antaranya,
memberikan boncengan kepada orang lain di atas kendaraannya, membantu
mengangkatkan barang orang lain ke atas tunggangannya, atau sepotong
kalimat yang diucapkan dengan baik dan santun." (Riwayat al-Bukhari).

3. Menjauhi Pembicaraan Sia-Sia

Sebaiknya menghindari pembicaraan berujung kepada kesia-siaan dan dosa
semata. "Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh jaraknya
dariku pada hari Kiamat adalah para penceloteh lagi banyak bicara."
(Riwayat at-Tirmidzi) .

4. Tidak Terperangkap Ghibah

"…Dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain.
Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah
mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah
Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang." (al-Hujurat [49]: 12).

5. Tidak Mengadu Domba

Hudzaifah Radhiyallahu anhu (RA) meriwayatkan, saya mendengar Rasulullah
SAW bersabda, "Tak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba."
(Riwayat al-Bukhari dan Muslim).

6. Tidak Berbohong

"Sesungguhnya kejujuran itu mendatangkan kebaikan, dan kebaikan itu akan
berujung kepada surga. Dan orang yang senantiasa berbuat jujur niscaya
tercatat sebagai orang jujur. Dan sesungguhnya kebohongan itu mendatangkan
kejelekan, dan kejelekan itu hanya berujung kepada neraka. Dan orang yang
suka berbohong niscaya tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta."
(Riwayat al-Bukhari).

7. Menghindari Perdebatan

Sedapat mungkin menjauhi perdebatan dengan lawan bicara. Meskipun boleh
jadi kita berada di pihak yang benar. Sebab Rasulullah SAW telah menjamin
sebuah istana di surga bagi mereka yang mampu menahan diri. "Aku menjamin
sebuah istana di halaman surga bagi mereka yang meninggalkan perdebatan
meskipun ia berhak untuk itu." (Riwayat Abu Daud, dishahihkan oleh
al-Albani).

8. Tak Memotong Pembicaraan

Suatu hari seorang Arab Badui datang menemui Rasulullah SAW, ia langsung
memotong pembicaraan beliau dan bertanya tentang hari Kiamat. Namun
Rasulullah tetap melanjutkan hingga selesai pembicaraannya. Setelah itu
baru beliau mencari si penanya tadi. (Riwayat al-Bukhari)

9. Hindari Mengolok dan Memanggil dengan Gelar yang buruk

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum
yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olok) itu lebih baik
dari mereka (yang mengolok-olok) . Dan jangan pula perempuan-perempuan
(mengolok-olok) perempuan yang lain. Karena boleh jadi perempuan (yang
diperolok-olok) itu lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok) itu.
Janganlah kamu saling mencela satu sama lain. Dan janganlah kamu saling
memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah
(panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa yang tak
bertobat maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (al-Hujurat [49]: 11).

10. Menjaga Rahasia
"Tiadalah seorang Muslim menutupi rahasia saudaranya di dunia kecuali Allah
menutupi (pula) rahasianya pada hari Kiamat." (Riwayat Muslim)

sumber :
http://www.hidayatullah.com/read/9812/13/11/2009/hindari-debat,-berbahasalah-yang-bijak.html
*
*
*mudah mudahan iko jadi pelajaran bagi kito basamo dalam menyingkapai apo
tu nan debat.. ba a elok jo buruak nyo.. dan mudah2an akan mengubah sikap
awak dalam ba argumen...

*
*sadoalah nan bana datang dari ALLAH, nan salah adolah murni dari ambo
sendiri
*
*Kalau ado nan salah tolong maafkan..

*
*Wassalam,
*



*st. eF Al Zain Sikumbang
*
*Kuala Lumpur
*


Pada 11 Juli 2013 13.17, Dr. Saafroedin Bahar <[email protected]> menulis:

> Antah baa kolah, tapi ambo raso rancak kito kurangi badebat-debat dalam
> bulan puaso ko.
>
> Wassalam,
> SB,
>
> Sent from my iPad
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
>   1. Email besar dari 200KB;
>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke