Patuiklah gapuak2 rekeningnyo. * Jen tak pikir2, baru taraso dek Ambo polisi awak ko iyo garang pambaoannyo. Ambo masih takana ukatu kenek2, maliek polisi ko awak takuik. Kini anak ambo nan ketek (3 taun) suko bana jo polisi dan oto polisi. Bilo ado polisi sadang tugas rutin sobok dek kami lansuang manggadudu mandakek: Hoi Meneer politie. Wat doen? (kalimat terakhir ko alun sempurna, mestinyo: Wat doe jij/u?). Biasonyo polisi2 nan sadang tugas rutin ko (antaro lain mamareso tampai parkir, apokoh ado urang nan sumbarang parkir sajo oto atau ketanginnyo). Dakek rumah ado kantua polosi ketek, dakek pasa. Kalau weekend anak ambo ko suko bana pai ka situ maliek oto polisi. Biasonyo polisi nan sadang tugas di pos suko bercanda jo anak2. Baa dek awak polisi ko acok kaku pambaoannyo? Kalau tagak inyo di tapi jalan, awak lah gak cameh je. Pakai ilimu piganta polisi2 awak ko ndak? http://www.google.nl/search?rlz=1T4SVEA_enNL351NL352&q=politie+met+kinderen&um=1&ie=UTF-8&hl=nl&tbm=isch&source=og&sa=N&tab=wi&ei=cUnfUZ7jEMb4sgaN3oD4Dw&biw=1366&bih=586&sei=dEnfUZPJOMjDtAaayoDoAQ#facrc=_&imgdii=_&imgrc=s--Yeg3s8QvWcM%3A%3Btmzg1rYuEkPz1M%3Bhttp%253A%252F%252Fwww.eemskrant.nl%252Fupload%252F001_tjernobylkinderen_politie_delfzijl_3712.jpg%3Bhttp%253A%252F%252Fwww.eemskrant.nl%252Findex.php%253Fid%253D5199%3B781%3B520 http://www.google.nl/search?hl=nl&site=imghp&tbm=isch&source=hp&biw=1366&bih=547&q=politie+met+kinderen&oq=politie+met+kinderen&gs_l=img.12...0.0.0.3272.0.0.0.0.0.0.0.0..0.0....0...1ac..20.img.1Dlwl10mOcM#facrc=_&imgdii=_&imgrc=CAE09u7liEdbVM%3A%3BtpiGEPtCsgB4yM%3Bhttp%253A%252F%252Fwww.peelenmaasvenray.nl%252Fwp-content%252Fuploads%252F2012%252F11%252FPolitie-bij-kinderdagverblijf-Sterrehuis-620x465.jpg%3Bhttp%253A%252F%252Fwww.peelenmaasvenray.nl%252F2012%252F11%252F16%252Fpolitie-bezoekt-sterrenhuis%252F%3B620%3B465 Salam, Suryadi
________________________________ Dari: Muchwardi Muchtar <[email protected]> Kepada: [email protected] Dikirim: Jumat, 12 Juli 2013 1:06 Judul: [R@ntau-Net] Tigao dari Ampek Urang di Nagari Awak (Indonesia) Manyogok Polisi Sanak komunitas r@ntaunet n.a.c. Kalau barito nan dimuek dek TEMPO ko batua, nampaknyo negara-negara di Asean ---kecuali Singapura?--- ampiang samo sajo cokinyo. Antahlah...........! Salam............., mm*** Tiga dari Empat Orang Indonesia Menyuap Polisi TEMPO.CO, Jakarta - Tamparan itu datang dari Transparency International Indonesia (TII). Hasil survei Transparency International Indonesia menunjukkan kepolisian di negeri ini dinilai sebagai lembaga paling korup. Manajer Anticorruption Information Center TII Ilham Saenong mengatakan, 75 persen dari 1.000 responden di lima kota, yaitu Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, dan Bandung, mengaku menyuap polisi dalam setahun terakhir. "Umumnya, mereka memberikan uang untuk mendapatkan pelayanan yang lebih," kata Ilham saat dihubungi kemarin. Survei ini diadakan secara internasional pada September 2012 dan Maret 2013 melalui wawancara tatap muka. Survei diadakan di 107 negara dengan melibatkan 114 ribu responden. Mayoritas responden, atau sebanyak 91 persen, juga menilai polisi bercitra buruk. Peringkat berikutnya adalah partai politik dan parlemen, 89 persen; disusul pegawai negeri sipil, 79 persen. Menurut Ilham, masyarakat menilai fasilitas pelayanan publik menjadi ladang suap karena tak ada prosedur jelas dan transparan. Sekretaris Jenderal TII Dadang Trisasongko mengatakan kepolisian, parlemen, dan lembaga peradilan di Indonesia memang paling sering melakukan korupsi. Peringkat korupsi kepolisian, parlemen, dan peradilan di Indonesia, kata Dadang, bahkan jauh melebihi negara lain di Asia Tenggara. Publik menilai upaya pemberantasan korupsi juga belum berhasil. "Di antara negara ASEAN, peringkat Indonesia memburuk," katanya. Menurut dia, berbagai peristiwa ikut mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemberantasan korupsi. Misalnya, pelemahan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi dan keterlibatan anggota parlemen dalam kasus korupsi. Akibatnya, masyarakat pun enggan melaporkan kasus korupsi yang diketahuinya kepada lembaga yang berwenang mengusutnya. "Masyarakat tak percaya kepada lembaga-lembaga itu." Secara terpisah, juru bicara Mahkamah Agung Ridwan Manshur mengimbau lembaga peradilan agar mencegah pola korupsi sekecil apa pun. Dia juga meminta pengadilan memperkuat pengawasan internal dan terbuka terhadap pengaduan masyarakat. ANANDA BADUDU | MAYA NAWANGWULAN | GALVAN YUDISTIRA | WAYAN AGUS PURNOMO | MUHAMAD RIZKI | PRAM Hasil Survei Persepsi Korupsi Institusi Indonesia(%) Malaysia (%) Vietnam (%) Thailand (%) Filipina (%) Korsel (%) Polisi 91 76 72 71 69 35 Partai Politik 89 69 27 68 58 70 Parlemen 89 44 28 45 52 64 Peradilan 86 35 53 18 56 38 PNS 79 46 55 58 64 36 Pebisnis 54 40 33 37 30 33 Pendidikan 49 13 49 32 32 30 Kesehatan 47 9 58 21 31 21 Militer 41 10 25 23 43 31 Ormas 31 6 15 12 15 43 LSM 27 17 19 18 25 20 Media Masa 19 22 25 20 14 36 -- . -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
