Assalamaualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Apa yang salah? Saya kira masalah itu akan merupakan tekateki 
berjuta dollar! Mungkin bukan hanya "sebuah bank, yang nota bene 
adalah juga milik negara" saja, tetapi secara diam-diam praktek ini 
barangkali telah lama menjalar ke berbagai instansi penting. 
Renungkan kembali misalnya "birutok" Nyit Sungut mengenai khayalan 
ke Balai Pustaka beberapa hari yang lalu. Dahulu, yah dahulu, memang 
banyak Orang Awak di Sana. Tapi sekarang? 

Lain mengkudu lain embacang;
Lain dahulu, lain sekarang ...

Yah, Why don't we "connect the dots", kait-kaitkan lah sejarah 
nasional dengan perjuangan daerah, jatuh berlinang air mata. 
Dendangkan lagu Palayaran,
 
"Alang cadiaknyo aka rangik Maaaak ... 
Manyasok darah dalam dagiang, 
Luko nan indak kalihatan,
Lah padiah sajoo Maaaaak, mangko tahu ...

Lah padiah sajo Mak, mangko tau ..." 

Nah, karena sekarang sudah terbangun, kena "papeh garam", baik 
diusap-usap kepala dingin, langkahkan kaki dengan sabar, kuatkan 
hati benar-benar, dengan tawakkal menuju sinar. 

Lakukanlah filsafat "Elo-maelo" nan MakNgah katangahkan di Lapau ko 
maso dahulu. Hilangkanlah sikap individualistik awak nan paranoia 
takuik urang ka dulu kayo dari awak. Kok ado nan diateh, tolong lah 
elo nan di bawah, tunjuakkan jalan mancari arah ...

Fastabiqul khairaat!

Salam,
--MakNgah


[EMAIL PROTECTED] Re: Unand BAGAIMANA ME RESPOND MASALAH INI ? 


Wassalamualaikum w.w. Nanda Ronal dan para sanak sa palanta,

Saya dapat merasakan betapa pedihnya perasaan para alumni Unand 
sewaktu mendapat keterangan bahwa Unand -- sebuah universitas negeri 
yang termasuk berusia tua -- secara a priori dinyatakan oleh sebuah 
bank, yang nota bene adalah juga milik negara, tidak termasuk dalam 
daftar universitas yang alumninya boleh melamar. 

Apa yang salah ? Bagaimana me-respond diskriminasi  dan penghinaan 
ini ? Apakah penolakan itu hanya terhadap lulusan Fakultas Ekonomi 
Unand saja atau terhadap seluruh alumni Unand? Apakah kualitas Unand 
telah sedemikian merosotnya, sehingga bahkan dalam proses melamar 
saja para alumni Unand sudah di-exclude ? Fakta ini harus di-
respond, karena menyangkut nama baik serta harga diri.

....

Wassalam,
Saafroedin Bahar


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke