Yang jelas bubur delima nan bewarna merah putih  itu umumnya menggunakan 
pewarna tekstil bukan pewarna khusus untuk makanan

Hati2 membeli makanan yang berwarna terang/tajam, karena ini umumnya 
merggunakan pewarna tekstil

Kalau pewarna makanan biasanya berwarna agak lembut/ buram

Selain itu penggunaan borax biar kerupuk jadi renyah juga sudah ditemukan di 
Pekanbaru

Di Batawi tantu labiah tinggi pulo sikolanyo

Kok ka makan karupuak elok nan model lamo sajolah

Model baru nan berwarna macam2, renyah indak karuan. Menambahkan monosodium 
glutamat dll
Elok dipertimbangkan dulu

--TR
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Mon, 15 Jul 2013 05:02:56 
To: Rantaunet<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] OOT: Hati-Hati, Kolang-Kaling dan Ikan Asin Sering Pakai 
Formalin

Sanak2 sa palanta yth
Mudah2an kasus iko indak tajadi di tampek awak masiang2
Salam
FMNS
L65bdg

Hati-Hati, Kolang-Kaling dan Ikan Asin Sering Pakai Formalin
15 Juli 2013 10:16 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo minta warga ekstra 
hati-hati dalam mengonsumsi menu selama bulan Ramadhan. Ada sejumlah bahan 
makanan disinyalir mengandung zat berbahaya bila dikunsumsi tubuh.

DKK Solo menyoroti peredaran makanan mengandung bahan berbahaya selama bulan 
Ramadhan. Oleh karena itu, masyarakat diminta waspada terhadap sejumlah bahan 
makanan yang diduga mengandung zat berbahaya tersebut.

''Zat berbahaya yang kerap digunakan untuk pengawet bahan makanan adalah 
formalin dan boraks. Seringkali temuan adanya zat itu pada kolang-kaling, 
janggelan dan ikan asin,'' kata Siti Wahyuningsih, Kepala Dinas Kesehatan Kota 
(DKK) Solo, Sabtu (13/7) akhir pekan lalu.

Seperti diketahui, selama Ramadhan peredaran kolang-kaling dan janggelan di 
pasaran relatif cukup besar. Bahan makanan ini menjadi bahan tambahan dalam 
menu makanan pembuka saat buka puasa. Seperti, kolak atau es buah. Dalam bentuk 
bahan baku, keduanya sering ditemukan di pasar tradisional. Sementara, di 
supermarket dan mall biasanya sudah dalam keadaan barang jadi.

Selain zat-zat berbahaya, pihaknya juga mencermati masa kadaluarsa pada makanan 
kemasan yang dijual di pasaran. Seringkali pihak retail kurang memperhatikan 
masa kadaluarsa makanan kemasan yang sudah masuk masa kadaluarsa, maupun 
menjelang masa kadaluarsa.

''Penjual makanan dalam kemasan sudah sering kami ingatkan. Jika masa 
kadaluarsa sudah menjelang habis, ya harus segera diganti atau tidak 
perjual-belikan,'' pinta Siti Wahyuni.

DKK setiap kali melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah supermarket, 
masih saja menjumpai makanan kemasan yang sudah masuk masa kadaluarsa. Kepada 
pengelola, barang yang sudah kadaluarsa diminta segera diturunkan dari rak 
display.

Dalam Ramadhan 1434 H ini, pengawasan terhadap peredaran bahan makanan 
dilakukan secara terus menerus. Selama sebulan, jajaran DKK secara rutin 
melakukan Sidak ke sejumlah pasar tradisional, minimarket, supermarket atau 
mall dan rumah makan waralaba.

''Yang kami lakukan itu ke arah perlindungan konsumen. Asupan makanan yang 
masuk ke tubuh harus aman, standar yang ditoleransi di dalam tubuh harus 
aman,'' tambahnya.

Red: A.Syalaby Ichsan
Rep: Edy Setiyoko
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke