Dek iko pulo awak gak ngari ka pasa tradisional ko. Serba salah awak dibuek e. Dek ulah babarapo pedagang nan lobo, sado pedagang pasa tradisional kanai lo dek e. Salam, Suryadi
________________________________ Dari: Evy Nizhamul <[email protected]> Kepada: "[email protected]" <[email protected]> Dikirim: Senin, 15 Juli 2013 9:54 Judul: Bls: [R@ntau-Net] OOT: Hati-Hati, Kolang-Kaling dan Ikan Asin Sering Pakai Formalin Salam pak Fashridjal, Kalau masakan diolah di rumah, memang sudah jadi tanggung jawab ibu RT.. :) Ambo lai mengamati semua bahan yang mengandung formalin ini. Jualan Ayam, ikan dan udang di pasar tradisonal indak ado lalat nan biaso mengerubungi pasar pasar tradisionil. Begitu pula dengan " tahu ". Alhamdulillah ambo lai beruntung tingga di pinggir Jakarta sehingga bisa meminimalisir membeli bahan bahan yang mengandung formalin itu.karena lai bisa mambali lansuang ka produsennyo. contoh : * Cincau hitam yang jadi asupan dalam berbuka puasa di keluarga kami bahkan sedari kecil, iyo agak ngeri mengkonsumsinyo karena cintau itu kenyal dan keras. Cara mnghilangkan adalah merebus cincau itu sebagai upaya meghilangkan formalin. * Ikan lele, ikan mas yang sudah diolah dan dibumbui (siap goreng) pun diagiah formalin pulo. Sahinggo waktu di goreng lah malantiang lantiang minyak saat ikan digoreng. Nah dari situasi ini, upaya nan ambo lakukan, semua bahan yang ada disiram lebih dahulu dan beri bumbu baru. Dalam rangka turut mensosialisasikan makanan iradiasi kepada masyarakat agar produsen makanan tidak menggunakan bahan beracun ini, kami giat turun kebawah. Namun sayangnya teknologi iradiasi yang dimiliki oleh Instansi tampek ambo mengabdi belum menjangkau masyarakat bahwa kecuali industri makanan besar yang mampu meng iradiasi produknya, seperti Yunyi, Sambel Cibiuk, bandeng Juwana, Sate Bandeng dari Banten, telur asin, dll karena instalasi iradiasinya masih terbatas. Jadi kesimpulannya : mewaspadai penggunaan formalin, boraks berada pada tangan ibu rumah tangga kita. Wassalam 3vy Nizhamul (Kawasan Puspiptek, Kota Tangerang Selatan) ________________________________ Dari: "[email protected]" <[email protected]> Kepada: Rantaunet <[email protected]> Dikirim: Senin, 15 Juli 2013 12:02 Judul: [R@ntau-Net] OOT: Hati-Hati, Kolang-Kaling dan Ikan Asin Sering Pakai Formalin Sanak2 sa palanta yth Mudah2an kasus iko indak tajadi di tampek awak masiang2 Salam FMNS L65bdg Hati-Hati, Kolang-Kaling dan Ikan Asin Sering Pakai Formalin 15 Juli 2013 10:16 WIB REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo minta warga ekstra hati-hati dalam mengonsumsi menu selama bulan Ramadhan. Ada sejumlah bahan makanan disinyalir mengandung zat berbahaya bila dikunsumsi tubuh. DKK Solo menyoroti peredaran makanan mengandung bahan berbahaya selama bulan Ramadhan. Oleh karena itu, masyarakat diminta waspada terhadap sejumlah bahan makanan yang diduga mengandung zat berbahaya tersebut. ''Zat berbahaya yang kerap digunakan untuk pengawet bahan makanan adalah formalin dan boraks. Seringkali temuan adanya zat itu pada kolang-kaling, janggelan dan ikan asin,'' kata Siti Wahyuningsih, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Sabtu (13/7) akhir pekan lalu. Seperti diketahui, selama Ramadhan peredaran kolang-kaling dan janggelan di pasaran relatif cukup besar. Bahan makanan ini menjadi bahan tambahan dalam menu makanan pembuka saat buka puasa. Seperti, kolak atau es buah. Dalam bentuk bahan baku, keduanya sering ditemukan di pasar tradisional. Sementara, di supermarket dan mall biasanya sudah dalam keadaan barang jadi. Selain zat-zat berbahaya, pihaknya juga mencermati masa kadaluarsa pada makanan kemasan yang dijual di pasaran. Seringkali pihak retail kurang memperhatikan masa kadaluarsa makanan kemasan yang sudah masuk masa kadaluarsa, maupun menjelang masa kadaluarsa. ''Penjual makanan dalam kemasan sudah sering kami ingatkan. Jika masa kadaluarsa sudah menjelang habis, ya harus segera diganti atau tidak perjual-belikan,'' pinta Siti Wahyuni. DKK setiap kali melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah supermarket, masih saja menjumpai makanan kemasan yang sudah masuk masa kadaluarsa. Kepada pengelola, barang yang sudah kadaluarsa diminta segera diturunkan dari rak display. Dalam Ramadhan 1434 H ini, pengawasan terhadap peredaran bahan makanan dilakukan secara terus menerus. Selama sebulan, jajaran DKK secara rutin melakukan Sidak ke sejumlah pasar tradisional, minimarket, supermarket atau mall dan rumah makan waralaba. ''Yang kami lakukan itu ke arah perlindungan konsumen. Asupan makanan yang masuk ke tubuh harus aman, standar yang ditoleransi di dalam tubuh harus aman,'' tambahnya. Red: A.Syalaby Ichsan Rep: Edy Setiyoko Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
