Kiniko ikan ameh, nila dari PLTA koto panjang Kampar dijua ka Sumbar. Pelanggan pelanggan dari Sumut, Jambi, Riau yg dulu manarimo ikan dari Maninjau kini alah di isi dek petambak dari PLTA ko.
Ka dipanga kan? Antah ka dhea. Iko nan tajadi. Ka baa lai. Salam, Ibnu Kamang Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: "Nofend St. Mudo" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 16 Jul 2013 09:18:46 To: RantauNet2 Milis<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [R@ntau-Net] Bilih Toba Tanggal 16 July 2013 Musriadi Musanif DI TENGAH jeritan nelayan di sekeliling Danau Singkarak, Kabupaten Tanah Datar, tiba-tiba kita disentakkan oleh sebuah berita yang dilansir Harian Medan Bisnis beberapa waktu lalu, Danau Toba kini memproduksi 20 ton hingga 40 ton ikan bilih (mystacoleucus padangensis) dalam sehari. Habis sudah kebanggaan kita. Danau Singkarak yang dulu disebut-sebut sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya ikan bilih satu-satunya di Asia, kini sudah angkat tangan. Birokrat dan pakar perikanan di Sumbar yang dulu kerap sesumbar, bahwa ikan bilih adalah aset dan kebanggaan Sumbar, terdiam seribu bahasa. Sikap sok hebat mereka kini berkeping-keping. Informasi tentang berkembangbiaknya ikan bilih Danau Toba, sebenarnya sudah lama jadi perbincangan. Kabar tentang masuknya bilih toba ke kawasan Singkarak untuk kemudian dipasarkan kepada konsumen atas nama Singkarak, juga telah lama jadi pembicaraan. Bahkan, salah seorang walinagari kawasan Singkarak menyebut, puluhan mobil jenis pick up setiap malam kerap ditemukan sedang membongkar ikan bilih asal Danau Toba di pusat-pusat pemasaran ikan bilih di Singkarak. Kita memang sudah kalah. Habitat tempat tumbuh dan berkembangbiaknya ikan bilih Singkarak sudah rusak. Cara tangkap dan alat yang digunakan oleh para nelayan kita, berakibat buruk terhadap keberadaan ikan endemik Danau Singkarak itu. Angkat tangan sekaligus angkat topi penuh hormat kita kepada nelayan dan masyarakat di sekeliling Danau Toba yang telah sukses mengembangkan bilih, sekaligus “mempermalukan” pakar dan birokrat perikanan di Sumbar yang selama ini menyebut, ikan bilih hanya bisa hidup di Danau Singkarak. Menurut Jontor Simbolon, salah seorang nelayan di Pangururan Danau Toba, ikan bilih justru dengan mudah dan cepat berkembang biak di sana. Dalam usia tiga minggu, bilih toba sudah bertelur, tiga hari kemudian menetas dan menghasilkan ikan bilih dalam ukuran melebihi bilih singkarak. “Setiap hari saya keliling Samosir dan Danau Toba untuk membeli hasil tangkapan nelayan, lalu kemudian saya pasarkan ke Medan, Sumbar dan Riau,” komentar Sidauruk, warga Simanindo. Dengan mengutip pendapat Kartamihardja dan Sarnita, seorang dosen peneliti dari Universitas Sumatra Utara (USU) menyebut, pemindahan (introduksi) ikan bilih ke Danau Toba dilakukan beberapa tahun lalu dalam rangka mengantisipasi agar tidak punah. Menurut penelitian itu, pola tingkah laku pemijahan ikan bilih dimanfaatkan nelayan Danau Singkarak untuk menggunakan alat tangkap yang dipasang di alahan di mana bilih berusaha untuk memijah di aliran sungai yang dibuatkan alahan itu. Pola itu dilakukan terus-menerus dalam jangka waktu lama. Kondisi demikian mengakibatkan bilih singkarak benar-benar berada dalam ancaman kepunahan serius. Selain dengan alahan yang berakibat terganggunya proses pemijahan, ancaman kepunahan bilih singkarak juga dimungkinkan karena nelayan juga menangkap dengan jaring insang dengan mata 0,75-1,0 inci, sehingga ikan bilih ukuran kecil sekalipun, akan bisa ditangkap. Belum lagi penggunaan dinamit dan sentrum. Semuanya berakibat terancam punahnya ikan-ikan endemik Singkarak. Setelah melalui penelitian panjang, mencakup tingkah laku bilih di habitat aslinya, yakni Danau Singkarak, aspek makanan dan kebiasaan makan, pertumbuhan dan reproduksi, serta karakteristik habitat yang diperlukan, baik habitat pemakanan maupun asuhan dan pemijahan, akhirnya kini bilih singkarak benar-benar berkembang biak di Danau Toba. Kita berharap, Pemkab Tanah Datar dan Pemkab Solok bisa proaktif dalam memelihara lingkungan serta mengendalikan pola tangkap ikan di Danau Singkarak. Jangan asik dengan kursi goyang saja. Mobil baru hilir mudik. Ah.. Beberapa tahun mendatang, bilih hanya akan tinggal cerita dari kakek kepada cucunya di sekeliling Singkarak. Jangan sampai pula kisah “industri otak” Ranah Minang terulang pula di ikan bilih. Dahulu orang yang ramai-ramai datang belajar ke sini, kini kita pula yang ramai-ramai belajar ke negeri orang. Ha ha ha… tergelak saya. (*) http://hariansinggalang.co.id/bilih-toba/ -- * * *Wassalam * *Nofend St. Mudo 37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola * -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
