Belimbing, Jengkol, dan Mengkudu Berbahaya untuk Penderita Ginjal

Orang umumnya percaya pada obat-obatan tradisional. Selain lebih berkhasiat 
juga tak dicampur bahan kimia, sehingga aman dikonsumsi. Tetapi, tahukah Anda 
bahwa beberapa obat-obatan tradisional itu justru berbahaya bagi kesehatan, 
jika tidak diteliti lebih lanjut.


Buah belimbing atau Averrhoa carambola misalnya, yang dipercaya berkhasiat 
menurunkan tensi darah, justru sangat berbahaya bagi pasien sakit ginjal. 
Spesialis ginjal, Dokter Med Salim Lim dalam seminar "Ginjal dan obat 
tradisional" di Rumah Sakit Husada, Jakarta, Sabtu (13/12) mengatakan, 
belimbing mengandung asam oxalat di mana pada orang sehat, ginjal menyaring dan 
membuangnya.

Sedangkan pada pasien ginjal, racun ini tidak dapat dibuang dan memperburuk 
keadaan ginjalnya. "Karena terjadi obstruksi atau sumbatan di ginjal, sehingga 
menjadi gagal ginjal akut atau mendadak," ujar konsultan di Renal Medicine 
Singapura ini.

Belimbing juga mengandung neurotoksin atau racun saraf yang bisa mempengaruhi 
otak dan saraf dan banyak masyarakat yang belum mengetahui hal ini. Oleh karena 
itu, ia menyarankan masyarakat harus hati-hati dengan buah belimbing.Kenali 
gejala awalnya yakni, cegukan, mual-mual, muntah, penurunan kesadaran atau mati 
rasa, kejang, dan epilepsi. "Lebih berbahaya lagi menyebabkan kematian.

Belum banyak masyarakat yang tahu tentang itu, termasuk 99 persen tenaga medis 
dan dokter. Cegukan adalah ciri khas dari efek konsumsi belimbing bagi 
penderita ginjal, sebesar 93 persen," tambahnya.

Dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Husada dan Rumah Sakit Medistra ini 
mengemukakan, sudah ada beberapa kasus. Salah satunya, SP (56), pasien dengan 
penyakit ginjal, diabetes, dan hipertensi. Ia dirawat di Rumah Sakit Husada 
karena cegukan terus menerus selama dua hari, mual dan sesak napas. Saat 
dirawat, pasien sempat koma. Seminggu baru diketahui, pasien selama ini 
mengonsumsi belimbing untuk menurunkan tensi darahnya.


Selain belimbing, dokter Med menyebutkan, buah jengkol (pithecellobium jiringa) 
juga berbahaya bagi pasien ginjal.

Makan jengkol bisa menyebabkan penyumbatan saluran air seni, karena endapan 
kristal asam jengkolat, sehingga akhirnya menjadi gagal ginjal akut atau 
mendadak. "Keluhannya nyeri perut (kolik) sesudah makan jengkol dan air seni 
menjadi merah atau hematuria," katanya.


Buah mengkudu (Morinda citrifolia) atau "noni juice" juga tidak dianjurkan pada 
orang yang sakit ginjal karena kandungan kaliumnya (K) sangat tinggi, yakni 
lebih dari 10 kali kalium darah atau sama dengan jus jeruk dan tomat.

Dokter Med menjelaskan, tidak semua obat tradisional atau herbal aman meskipun 
berasal dari tumbuh-tumbuhan. Hal ini karena beberapa hal antara lain, herbal 
tidak perlu uji klinis yang lengkap, tidak semuanya benar-benar distandarisasi 
dan mengandung zat yang aktif dan kontaminasi dengan pestisida, logam-logam 
berat atau obat-obat modern.

Selain itu, dosis minimal dan maksimal atau toksik jarang diberitahu, interaksi 
dengan obat-obatan lain tidak diketahui dan tidak diberitahu efek sampingnya.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke