Sekarang banyak tokoh yang bisa ilmu halusinasi ini dan salah satu tokoh yang paling ditakuti akan ilmu ini adalah Nini Aluih karena kehebatannya mampu membuat orang berhalusinasi berkelahi dengan naga padahal dia berkelahi dengan temannya atau dia bisa mempengaruhi orang tersebut untuk membunuh dirinya sendiri. Sehebat apapun ilmu orang tersebut jika dia tidak mempunyai batin yang kuat maka dia akan terjerumus akibat ilmu ini. Makanya dunia persilatan memberikan gelar Nini Aluih kepadanya karena kemampuan dia yang seperti hantu mempengaruhi orang lain untuk berbuat sesuai dengan kehendaknya.
Dulu ketika gurunya mengatakan bahwa ada orang-orang tertentu yang ditakdirkan mempunyai kekuatan diri yang dasyat tidak seperti orang biasa lainnya, dia tidak mempercayainya karena dia merasa bahwa kekuatan itu dibangun oleh orang tersebut sendiri seiring dengan kepercayaan diri yang berkembang, bukan merupakan pemberian dari alam. Tapi kini dia mau tidak mau harus mempercayai perkataan gurunya itu akan kebesaran Tuhan menciptakan umatNya, seiring dengan itu dia kembali teringat percakapan dia dengan gurunya mengenai aura kekuatan ini. Kekuatan ini sangat hebat sekali, tidak bisa disalah gunakan, apabila terjadi bisa malapetaka yang akan menimpa manusia. Karena itu orang yang memiliki kekuatan ini harus mempunyai kepribadian yang baik dan bagus akhlaknya. Ketika dia menanyakan kepada gurunya mengenai bagaimana bentuk kekuatan tersebut, gurunya hanya berkata tidak bisa menggambarkan kekuatan itu dengan jelas, tapi dapat merasakannya saja dengan kekuatan batin. Jika engkau sudah berhadapan dengan orang yang memiliki kekuatan itu maka engkau akan tahu. Gurunya pernah berkata bahwa dia pernah menemukan orang yang mempunyai kekuatan seperti itu, dan untungnya orang tersebut tidak melakukan hal-hal yang bisa merugikan atau menjadi penyebab malapetaka bagi orang lain. Dan kini dia tahu dia sudah menemukan orang yang seperti dikatakan oleh gurunya, mempunyai aura kekuatan yang sangat dasyat. Maka sekarang dia tidak heran kenapa anak itu bisa bermain dengan ular ganas tersebut tanpa kuatir bakal dicelakai, karena sang ular juga mungkin merasakan kekuatan dasyat yang ada dalam anak ini dan merasa takluk. Dalam hati Masnan sudah bertekat untuk menjadikan bocah ini muridnya, agar dia bisa mendidiknya dengan baik. Tapi ternyata bukan Masnan saja yang mempunyai pemikiran seperti itu, bahkan Basir dan Kahar mempunyai keinginan yang sama. Apalagi melihat keberanian dan kecerdasan yang memancar dari wajah lucu dan menggemaskan itu, sungguh sangat menarik sekali. Diam-diam dalam hati mereka sudah bermaksud membicarakan hal ini kepada sang ayah sesegara mungkin. Yang terpenting sekarang bagaimana mengatasi keadaan yang sedang berlangsung dan mereka bisa berbicara dengan ayah anak ini. Setelah mengetahui keadaan, Masnan dengan tenang berkata kepada Aswin, " Anak yang baik, kenapa sekarang kamu menunjukan teman-temanmu itu kepada kami." "Aku ingin menunjukan keberanianku tidak kalah dengan uda Pendi, uda Nasrul, uda Dasta, ayah selalu memuji-muji keberanian mereka bisa menangkap ular, padahal ular itu jelek sekali tampangnya. Akupun mau ayah memuji aku juga, tapi aku tidak mau bawa ular jelek seperti itu, maka aku bawa temanku yang indah ini." jawab Aswin sambil tersenyum lucu. "Siapa mereka, uda ?" tanya Basri kepada Bumi Wali nagari Bumi yang menjawab pertanyaan itu, " Mereka itu murid-muridku, Nasrul adalah anak teman kita Diram.". "Maksudmu Diram anak Patih Badik Patui (Petir), yang meninggal karena peperangan tempo hari ?" tanya Basri. "Benar, dia bersama ibunya tinggal tidak jauh dari sini, sekitar 6 rumah di sebelah kanan rumahku. Anaknya senang bermain dengan Aswin, nanti aku ceritakan pada kalian mengenai mereka, saat ini bagaimana caranya agar ular itu tidak membahayakan siapapun." "Aswin, mereka itu jauh lebih tua dari kamu, Dasta saja yang paling muda sudah berusia 15 tahun. Dan mereka bawa pulang adalah ular sawah, tidak seperti ular-ularmu itu."kata sang ayah dengan perasaan bercampur aduk antara marah, kagum, senang, takut, kuatir, geli. "Memangnya kenapa dengan ularku ini ayah ? Mereka kan tidak mengganggu siapapun." protes Aswin kepada ayahnya. Belum sempat sang ayah menjawab, tiba-tiba Siti teringat cerita kakek gurunya, ular-ular ini sangat suka bersembunyi kecuali kalau memang ada hal yang menarik baru mereka akan keluar dari sarangnya. Dan biasanya ular ini tidak akan jauh-jauh pergi dari sarangnya kecuali bila saat mereka keluar mencari pasangan. Berarti Aswin tahu sarang mereka sehingga dia bisa memulangkan mereka kembali. "Aswin, lihat ular-ular ini sudah capek main sama kamu, kenapa sekarang tidak kamu kembalikan dia ke sarangnya ?" Aswin menggerakan kedua tangan ke arah wajahnya untuk melihat ular-ular itu dengan lebih jelas, dia melihat ular-ularnya menjulurkan lidahnya ke arah Aswin seperti ingin menjilati wajahnya, kembali kelima orang dewasa yang melihat itu menahan nafas, takut tiba-tiba ular itu mematuk wajah Aswin. "Bunda benar, temanku sudah capek, baiklah aku akan memasukan mereka kembali ke rumah mereka." kata Aswin. Segera Aswin memindahkan ular yang ada di tangan kanannya ke tangan kiri, sehingga kedua ular itu ada di tangan kiri mungil milik Aswin, tangan kanannya mengambil tas yang ada di meja dan membukanya, mengeluarkan sebuah tabung dari bambu yang berlingkaran kira-kira sebesar lingkaran pergelangan kaki pria dewasa dan mempunyai panjang kira-kira 2 jengkal tangan pria dewasa. Dia membuka tutup tabung itu dan menyodorkan ke arah kedua ular itu, anehnya ular itu langsung bergerak masuk satu persatu, setelah itu Aswin menutup tabung itu dan dengan lembut meletakkan tabung itu di atas meja. Setelah itu dia berbalik ke arah kelima orang di belakangnya dengan wajah tersenyum cerah dan mata yang bersinar-sinar terang. Tapi segera senyumnya hilang diganti dengan kebingungan karena melihat bundanya tiba-tiba meledak tangisannya dan tubuhnya tidak berhenti gemetaran limbung mau jatuh, untung dengan sigap tubuhnya ditangkap Kahar. Bersambung..... --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
