Aww.Ddn Nofend St.Mudo jo Palanta nan berbahagia,
aaa) Tarimokasih info tsb pokok milis diateih dan ambo berharap bahwa 
kepedulian Nagari terhadap kepentingan rahayat Nagari jauh labieh penting 
ketimbang "buru2" mambuek proyek mercu suar nan dapeik mambuek "tandas" pulo 
harato rahayat Nagari nan seyogyanyo dilestarikan ;
bbb) Peranan Tungku Tigo Sajarangan dalam kerangka ABS SBK kironyo takaiek jo 
pokok milis diateih paralu pulo dimusyawarahkan sedemikian rupo sahinggo katiko 
Pemkab/Pemkot dan jajarannyo dalam mancancang indak rusak landasannyo. Artinyo 
iyolah "control system", fungsi pengawasan dari tidak sajo anggota DPRD, Tungko 
tigo sajarangan sajo doh akan tetapi masyarakat badarai iyo paralu diperhatikan 
manakala konteks pembangunan dari, oleh dan untuk Rahayat.
ccc) Lagi-lagi masalah kepedulian pada kehidupan Anak Nagari dari sosio ekonomi 
untuk kesejahteraan rahayat Nagari jaleih indak diabaikan.
Sekedar perenung dibulan puaso.
Wassalam,
Haasma Depok.




________________________________
 Dari: Nofend St. Mudo <[email protected]>
Kepada: RantauNet <[email protected]> 
Dikirim: Selasa, 16 Juli 2013 19:30
Judul: [R@ntau-Net] PEMBANGUNAN BANDARA KUBANG BALAMBAK: Dikhawatirkan Kawasan 
Hutan Dibabat
 


Rabu, 17 Juli 2013 01:58

LIMAPULUH KOTA, HALUAN —  Sejumlah masyarakat Luak Limopuluah, pada prinsipnya 
mendukung rencana pembangunan Bandara yang getol di wacanakan Pemko Payakumbuh, 
bekerjasama dengan Pemkab Limapuluh Kota.

Malah untuk merealisasikan mimpi besar walikota itu, telah dilakukan presentasi 
kepada sejumlah pihak terkait, di pusat dan bahkan sudah menggelar rapat di 
tingkat Provinsi Sumbar.

Tapi, yang menimbulkan tanda tanya bagi masyarakat daerah ini, kegetolan 
walikota untuk membangun bandara tersebut yang sudah banyak diekspos media 
terbitan Sumbar, direncanakan pada areal hutan yang ada di Kubang Balambak, 
Kecamatan Mungka, yang nota bene kawasan itu masuk ke Pemkab Limapuluh Kota.

Aktivis Peduli Nagari Luak Limopuluah, Yudilfan Habib dalam keterangannya 
kepada Haluan, Selasa kemarin, menduga ada permainan di balik rencana 
pembangunan bandara di Kubang Balambak tersebut. “Jangan-jangan rencana 
pembangunan bandara itu untuk mengintai penebangan kayu semata. Alasannya, 
meski sudah ada MoU antara Bupati Limapuluh Kota, Alis Marajo dengan Walikota 
Payakumbuh, Riza Falepi, dikhawatirkan kesepakatan kerjasama tersebut hanya 
untuk kepentingan tertentu seperti merambah hutan,“ sebutnya.

Menurut logikanya, pembangunan bandara tidak mungkin rampung selama dua tahun. 
Sedangkan jabatan Bupati Alis Marajo periode 2010-2015 tinggal sekitar 2 tahun 
lagi. “Kita khawatir rencana pembangunan hanya sekedar untuk penebangan kayu 
saja. Setelah itu areal tersebut ditinggalkan terbengkalai. Sebab sudah ada 
bukti program pembangunan yang dilakukan pemkab yang diduga hanya sekedar untuk 
menguras kekayaan hutan saja. Berkacalah pada program pembukaan jalan di Buluah 
Kasok menuju Lipek Kain, yang dikerjakan investor PT Taisy Jaya. Setelah hutan 
dirambah, pembangunan jalan tidak terealisasi,” ulas Habib.

Menurut dia, rencana pembangunan bandara di Kubang Balambak itu, pantas 
diwaspadai masyarakat daerah ini. Seandainya program pembangunan bandara itu, 
tidak mampu diwujudkan dalam rentang waktu dua tahun lagi kepemimpinan Alis 
Marajo, sementara bupati yang baru nanti belum tentu mendukung kegiatan 
pembangunan bandara tersebut, pekerjaan tersebut otomatis jadi sia-sia.

Hal senada juga disampaikan pemuka masyarakat Kecamatan Guguk, Edlen Syarkawi. 
Menurut dia, program pembangunan bandara yang akan dilak­sanakan di Kubang 
Balambak tersebut, pantas dicurigai hanya untuk memburu proyek semata. Apalagi, 
ada indikasi angek tadah pado galeh. Artinya, Pemko Payakumbuh yang getol 
membangun bandara di kabupaten. Sedangkan untuk persiapan program pembangunan 
bandara tersebut dinilai sudah banyak dana daerah yang bersumber dari APBD yang 
dimanfaatkan untuk proses pengurusan pembangunannya. Termasuk biaya presentasi 
sejumlah pejabat Pemko Paya­kumbuh ke Jakarta serta rapat rapat di Provinsi 
Sumbar.

Dikatakan, seandainya rencana pembangunan bandara di Kubang Balambak gagal, 
tentu biaya yang sudah terkuras itu terbuang percuma. Sebelum terlanjur jauh, 
lebih baik dana yang ada digunakan untuk kepentingan masyarakat atau membuat 
program yang lebih menguntungkan masyarakat banyak, dari pada memperturutkan 
ambisi walikota dalam pembangunan bandara yang akan sulit diwujudkan dalam 
rentang lima tahun kepemimpinannya.

Pendapat yang sama juga diungkapkan mantan anggota DPRD Limapuluh Kota, AA. Dt. 
Karongkong Kayo. ”Dari pada menghamburkan uang untuk kepentingan pembangunan 
bandara, lebih baik Pemkab Limapuluh Kota, mengalokasikan dana untuk 
pembangunan ekonomi, memberantas pengangguran dan kemiskinan di daerah ini,” 
saran pemuka masyarakat Andaleh itu.

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan dan Pertambangan Kabupaten Limapuluh Kota, 
Khalid, ketika dikonfirmasi di kantornya sekaitan rencana pembangunan bandara 
di Kubang Balambak, membenarkan adanya rencana tersebut. ”Saya sudah mengikuti 
rapat satu kali di provinsi yang juga dihadiri pejabat Pemko Payakumbuh. Namun 
setelah dipelajari dalam peta kawasan hutan Limapuluh Kota, calon areal 
pembangunan bandara di Kubang Balambak tersebut, berada pada areal putih. 
Artinya, kawasan hutan itu berstatus APL (Areal Penggunaan Lain),” sebutnya.

“Kalau memang rencana pembangunan bandara di kawasan tersebut direalisasikan, 
proses izinnya akan memakan waktu cukup panjang. Saat ini Dinas Kehutanan dan 
Pertambangan Limapuluh Kota, baru sebatas mempelajari titik kordinatnya, apakah 
ada ditemukan nanti di lokasi itu sebagai hutan lindung,“ ulasnya. (h/zkf)

http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=24911:dikhawatirkan-kawasan-hutan-dibabat&catid=2:sumatera-barat&Itemid=71

-- 


Wassalam


Nofend St. Mudo
37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend | YM: rankmarola 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke