Ditulis oleh Teguh
Kamis, 18 Juli 2013 02:21

Pemkab Limapuluh Kota dan Pemko Payakumbuh sepakat bekerja sama untuk
mewujudkan rencana pembangunan bandara. Kesepakatan ini pun terus
ditindaklanjuti ke pemerintahan yang lebih tinggi, seperti ke Pemprov
Sumatera Barat dan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan.

Dulunya Pemkab Limapuluh  Kota di bawah kepemimpinan Bupati Alis Marajo
berniat membangun bandara di eks Bandara Piobang.  Tetapi rencana itu
terkendala oleh beberapa hal, seperti status kepemilikan lahan oleh
Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), jarak  antara lokasi eks Bandara
Piobang dengan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yang tidak lebih
dari 100 km sebagai syarat pendirian yang tidak terpenuhi dan lainnya.
Kesimpulannya, rencana pembangunan bandara di eks lahan Bandara Piobang tak
bisa dilaksanakan oleh Pemkab Limapuluh Kota.

Sedangkan Walikota Payakumbuh Riza Falepi, begitu dilantik menjadi Walikota
Payakumbuh pada September 2012 lalu, langsung menyatakan secara terbuka
tentang rencananya membangun bandara di Kota Payakumbuh. Lokasi yang
dipilih Riza Falepi waktu itu, daerah Talawi dan Balai Betung, Kecamatan
Payakumbuh Utara. Setelah dilakukan kajian, ternyata juga terkendala,
seperti keterbatasan lahan, menghambat pengembangan kota dan lainnya.
Kesimpulan di wilayah Kota Payakumbuh tidak bisa dibangun bandara baru.

Meskipun rencana awal pembangunan bandara oleh Pemkab Limapuluh Kota dan
Pemko Payakumbuh terkendala lahan dan hal teknis lainnya, namun dua
pimpinan daerah di Luhak Nan Bungsu ini tak putus asa. Walikota Riza Falepi
tetap berkeinginan membangun bandara, meskipun terkendala lahan. Begitu
pula dengan Bupati Alis. Karena ada dua kepentingan yang sama, Walikota
Riza dan Bupati Alis pun duduak barapak. Mereka bermusyawarah untuk
mewujudkan keinginan yang sama.

Akhirnya didapat kesepamahan, antara Bupati Alis dan Walikota Riza untuk
membangun bandara secara bersama-sama. Lahan disediakan Pemkab Limapuluh
Kota, sedangkan biaya pembangunannya ditanggung secara bersama-sama oleh
kedua pemerintah daerah. Untuk lahan, pilihan pertama di Kecamatan
Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota. Namun setelah melalui kajian
terkendala berbagi hal, seperti jarak dari Kota Payakumbuh dan dari pusat
Kabupaten Limapuluh Kota yang terlalu jauh serta juga dekat dengan Bandara
Sultan Syarief Kasim II di Pekanbaru dan hal lainnya.

Bupati Alis dan Walikota Riza pun berupaya mencari lokasi lahan lainnya,
sehingga didapat lahan alternatif di daerah Kubang Balambak, Kecamatan
Mungka. Bupati Alis pun melakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat
setempat, sehingga masyarakat Kubang Balambak pun siap memberikan lahan
mereka 300 hektar. Sebagian besar lahan ini merupakan hutan yang masih
hijau. Akses ke lokasi masih jalan tanah sepanjang 10 km.

Alasan Bupati Alis dan Walikota Riza getol membangun bandara, karena
sama-sama ingin meningkatkan perekonomian masyarakat dan pariwisata kedua
daerah. Keberadaan bandara baru diharapkan turut menopang kelancaran
pemasaran produk pertanian Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh.
Alis dan Riza menganggap jarak antara Payakumbuh dan Limapuluh Kota ke BIM
di Padang   dan Bandara Sutan Syarif Kasim (SSK) II di Pekanbaru cukup
jauh, sehingga kurang menguntungkan bagi kepentingan perekonomian,
pariwisata dan transportasi udara bagi masyarakat kedua daerah.

Niat dan maksud Bupati Alis dan Walikota Riza ingin memajukan perekonomian
masyarakat dan pariwisata serta berbagai potensi kedua daerah tentu mulia
dan perlu dihargai. Namun sejauh mana dampak pembangunan bandara tersebut
terhadap pencapaian peningkatan perekonomian masyarakat dan daerah juga
patut untuk ditelisik lebih mendalam dengan melibatkan berbagai pihak yang
mengerti dan berwenang atas rencana tersebut. Juga patut dipertimbangkan
apakah keberadaan dua bandara internasional yang mengapit wilayah
Payakumbuh dan Limapuluh Kota, yakni BIM di Padang dan   Bandara SSK II di
Pekanbaru tidak mampu mendukung aktifitas perekonomian, pariwisata dan
transportasi udara masyarakat kedua daerah.

Berikutnya juga patut dipertimbangkan biaya puluhan miliar bahkan ratusan
miliar rupiah yang akan diserap oleh rencana megaproyek ini. Kondisi riil
bisnis 13 bandara yang berada di bawah naungan pengelolaan Angkasa Pura II
juga patut menjadi bahan referensi. Di mana dari 13 bandara yang berada di
bawah pengelolaan Angkasa Pura II, hanya dua saja yang sudah meraih
keuntungan yakni, Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Polonia Medan.

Sedangkan 11 bandara lainnya masih merugi; yakni Bandara Halim Perdana
Kusuma (Jakarta), Sultan Mahmud Badaruddin  II (Palembang), Bandara Supadio
(Pontianak), BIM (Padang), Bandara SSK II (Pekanbaru), Bandara Husein
Sastranegara (Bandung), Bandara Sultan Iskandar Muda (Aceh), Bandara Sultan
Haji Fisabilillah (Tanjungpinang), Bandara Dipati Amir (Babel) dan Bandara
Sultan Thaha (Jambi). Dari 12 bandara yang dikelola AP II, hanya dua
untung, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Polonia. **

http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=24954:demam-bangun-bandara&catid=13:haluan-kita&Itemid=189

-- 
*
*
*Wassalam

*
*Nofend St. Mudo
37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola
*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke